..sedikit berbagi ilmu..

ketika ilmu begitu bermanfaat

Desain Sistem Pipa pada Struktur Bagunan Laut dan Kapal

Kriteria Desain Sistem Pipa

Dalam mendesain sistem pipa pada struktur bangunan lat dan kapal, maka hal terpenting yang harus diperhatikan adalah tentang beberapa parameter – parameter tertentu . Parameter / kriteria ini harus diperhatikan . Karena sistem perpipaan ini mempunyai faktor yang sangat penting dari sederatan proses dari operasi pengeboran minyak di lepas pantai. Dengan berpedoman pada parameter tersebu maka akan diharapkan sistem keamaanan / safety dari operasi sistem bangunan laut dan kapal itu akan sangat bergantung sekali pada susunan pipa dan beberapa peralatan lain.

Kita tahu bahwa operasi dari bangunan lepas pantai ini sangat bergantung pada kerja dari mesin utama dan kerja drai mesin bantu, efisiensi dari mesin ini akan berkurang fungsinya apabila tidak dilengkapi dengan sistem perpipaan . sistem perpipaan ini berguna untuk membawa tenaga dalam bentuk uap air keketel uap . Selain itu fungsi dari pipa ini adalah untuk memindahkan hasil kerja dari pompa – pompa ke tempat – tempat yang memerlukan baik dalam bentuk pengisapan atau pengeluaran . kriteria – kriteria yangharus dipenuhi dalam pendesainan sebuah sistem pipa pada struktur bangunan laut dan kapal adalah

1. Pembagian Golongan pipa

2. Bahan dari pipa.

3. Katup dan peralatan ( Flens )

4. Pressure Drop

5. Perhitungan tebal pipa.

Pembagian Golongan pipa

Dalam masalah perencanaan dan juga tentang konstruksi sistem pipa pada struktur bangunan laut dan kapal .Maka penggolongan jenis pipa yang digunakan dalam design pipa adalah dapat dibagi menjadi 2 golongan , Yaitu ;

1. Golongan 1

Yang termasuk dalam dalam pipa golongan 1 adalah semua jenis pipa yang memiliki tekanan dan temperatur yang bermacam – macam , tergantung pada kerjanya , yaitu :

Uap air dan udara diatas 150 psi atau diatas 370 F.

Air diatas 150 psi atau diatas 200 F.

Minyak diatas 150 psi atau diatas 150 F.

Serta gas dan cairan yang beracun pada semua tekanan dan temperatur.

2. Golongan II

Yang termasuk dalam golongan 2 adalah semua jenis pipa , dengan tekanan kerja dan temperatur di bawah tekanan kerja dan temperatur yang dicantumkan dalam golongan I

Bahan Pipa

Dalam pemilihan bahan yang paling cocok untuk sistem pipa, yang harus diperhatikan adalah tentang ;

* Kekuatan / Strength

* Tahanan Pipa terhadap Korosi.

Bahan yang biasanya dipakai dalam design pipa adalah ;

1. Seamless drawn steel pipe / pipa baja tanpa sambungan

Dengan ciri – cirinya sebagai berikut ;

Dipakai untuk pipa tekan pada sistem bahan bakar

Injeksi bahan bakar dari motor pembakaran dalam

Terbuat dari bahan baja atau dari kuningan

2. Lap welded / electric resistance welded stell pipe

Dengan ciri – cirinya sebagai berikut :

Dipakai pada tekanan kerja < 350 psi dan suhu < 450 F

Bahan daripipa terbuat dari timah hitam yang biasanya pipa jenis ini di gunkan untuk saluran suply air laut dan saluran pipa sistem bilga

Semua pipa – pipa bahan bakar dan pipa lainnya yang melalui tangki minyak harus dibuat dari baja tempa dan besi tempa.

Katup dan peralatan ( Flens )

Katup dan peralatan kerja dari pipa ini biasanya terebuat dari bahan – bahan baja tempa, besi tuang, campuran setengah baja ( semi Steel ) . Namun yang harus diperhatikan dari dalam pemilihan bahannnya adalah tentang batas – batas dari tekanan dan temperatur.

Flens yang digunakan pada sistem pipa , ada bermacam – macam. Selain itu juga harus mempertimbangkan tentang bahan yang akan digunakan , yaitu :

  • Untuk pipa baja dengan diameter nominal lebih besar dari 2 inchi harus dimuaikan ke dalam flens baja atau dapat di sekrup kedalam flens kemudian di las
  • Untuk pipa baja dengan diameter nominal lebih dari 2 inchi , harus dimuaikan ke dalam flens baja
  • Flens dari besi tuang dapat digunakan dengan sistem sambungan yang di sekrup dan hanya boleh di pakai didalam sistem dimana penggunaanya tidak dilarang
  • Untuk pipa yang tidak terbuat dari baja / besi harus di patri , tetapi diameter harus lebih kecil atau sama dengan 2 inchi dapat di sekrup

Pressure Drop

Ukuran dari sebuah saluran pipa biasanya berdasarkan pada keseimbangan antara pressure drop di satu pihak dan biaya serta berat di pihak lain.. Pressure drop dalam sebuah pipa adalah fungsi dari kecepatan berat jenis dan kekentalan / viscositas dari cairan dan panjang serta diameter pipa.

Pressure drop yang dipasang , disamping sebagai fungsi yang disebut diatas tadi , juga berfungsi sebagai sifat aliran / arus termasuk jumlah dan jari – jari serta tingkat turbulensi. Didalam penggunaanya dilaut , dimana saluran pipa biasanya pendek , bagian terbesar dari jumlah pressure drop dalam sebuah sistem akan terjadi didalam saluran keran .

Perhitungan tebal dari Pipa.

Ketebalan dari pipa pada struktur bangunan laut dan kapal , itu tergantung pada cara kerja dari sistem tersebut . Biasanya pipa tersebut dibuat menurut ukuran standart , sehingga apabila jika terjadi penyimpangan dari ukuran standart , akan menambah biaya extra. Semua jenis pipa , harus direncanakan , tidak hanya untuk menahan tekanan kerja bagian dalam , tetapi juga untuk melindungi terhadap kerusakan – kerusakan dari luar karena letak dari pipa ini adalah dari dalam struktur bangunan laut dan dari kapal itu sendiri.

Sebagai petunjuk di dalam menentukan ketebalan pipa, Maka harus memenuhi syarat – syarat dari American Bureau Of Shipping menyatakan; ”Tekanan kerja maximum dan tebal minimum harus dihitung dengan persamaan berikut, dimana perlu juga diperhatikan tentang terjadinya pengurangan ketebalan pipa pada radius luar dari pipa”.

Ukuran – ukuran dari pipa ini harus mengacu pada aturan dari American Standart Association . Didalam keadaan yang khusus , ukuran – ukuran dan ketebalan – ketebalan yang di peroleh , Tetapi sebaiknya ukuran – ukuran standart harus selalu dipergunakan dalam pertimbangan ekonomis dan juga kecepatan didalam pengiriman.

-vlad-

December 31, 2008 Posted by | Piping/Pipeline | , , , | 22 Comments

Pipeline sebagai Salah Satu Fasilitas Subsea

Secara umum fasilitas subsea akan mengalirkan produksinya dari dalam tanah lewat sumur. Pada bagian atas sumur ini biasa dipasang tree untuk pengoperasian sumur tersebut. Dari beberapa sumur, aliran hasil produksi dikumpulkan jadi satu oleh manifold untuk dikirim ke tempat proses dan penyimpanan selanjutnya yang biasanya mengapung, berdiri di atas struktur tetap atau berada di darat. Untuk menghubungkan tree di sumur dengan manifold, kita butuh jumper atau flowline. Untuk tieback yang panjang, pipeline akan dibutuhkan untuk menghubungkan manifold dengan fasilitas penerima. Di kedua ujung pipeline ini, biasanya akan dipasang FTA (Flow Termination Assembly) atau PLET (Pipeline End Termination) untuk memungkinkan koneksi dengan riser atau jumper dari jarak jauh.

Ada berbagai macam teknologi koneksi yang biasa dipakai sesuai dengan kondisi lapangan. Di ujung hilir pipeline, kalau fasilitas penerimanya masih di lepas pantai, maka riser akan dibutuhkan untuk menghubungkan aliran dari dasar laut ke atas air. Secara umum, gambaran fasilitas subsea ini adalah seperti berikut.

skema1Gambar Skema Fasilitas Subsea

Dalam hal fasilitas subsea, Pipeline dimaksudkan disini adalah pipeline untuk tieback saja, yaitu dari manifold atau sumur ke stasiun penerima baik itu FPSO, fixed platform atau di onshore, jadi bukan pipeline untuk export. Pembedaan ini penting karena di beberapa tempat, kedua pipeline ini diatur oleh peraturan (code) yang berbeda. Tergantung dari cara pembikinannya, ada beberapa jenis pipa seperti:

• seamless (S)
• high-frequency welded pipes (HFW)
• submerged-arc welded longitudinal seam (SAWL)
• submerged-arc welded helical seam (SAWH) atau spiral welded

Adapun jenis-jenis materialnya adalah sebagai berikut:
1. Low carbon steel

Baja yang mengandung kadar karbon kurang dari 0.29% adalah baja mild yang mempunyai tensile strength yang relatif rendah jadi cocok untuk dibikin pipa. Carbon Equivalent (CE) adalah sebuah metoda untuk mengukur hardness dan weldability maksimum berdasarkan komposisi kimia dari baja tersebut. Kalau memakai ukuran ini, CE dari total komponen dari baja yang akan dipakai untuk pipa harus dibawah 0.43%.

2. Corrosion Resistant Alloy (CRA)

CRA bisa dibagi kedalam stainless steel, chrome based alloy, nickel based alloy, titanium dan aluminum.

3. Clad

Pipa clad adalah kombinasi dari pipa baja berkadar karbon rendah untuk lapisan luar dan CRA untuk lapisan dalam. Tujuannya adalah untuk menekan tingginya biaya CRA. CRA dipasang di lapisan dalam maksudnya untuk menahan korosi dari fluida yang dialirkan sedangkan carbon steel di luar untuk menjamin integritas struktur. Hal yang harus diperhatikan adalah pada saat pengelasan CRA ke carbon steel karena ada resiko hydrogen induced cracking (HIC) mengingat material yang dilas berbeda jenis.

4. Flexible

Pipa flexible mempunyai beberapa lapisan plastik dan beberapa lapisan baja. Setiap lapisan tidak terikat (unbonded) dengan lapisan lainnya, sehingga bisa bergerak dengan bebas yang menjadikan pipa menjadi fleksibel. Pipa flexible banyak dipakai untuk flowline dan jumper mengingat ukuran flexible masih terbatas mengingat kemampuan burst dan collaps resinstant-nya. Juga karena flexible mempunyai sifat dinamik yang kuat, material jenis ini cocok untuk riser di FPSO.Secara konstuksi, ada dua jenis riser fleksibel: bonded dan unbonded.

Untuk memasang pipa di dasar laut ada 4 teknik yang umum dipakai seperti dijelaskan di bawah ini.

1.Reel lay

pr Semua pipa dilas di darat dan digulung sampai ukurannya komplit atau sudah mencapai maksimum kapasitas reel-nya. Tidak semua coating bisa dipakai seperti concrete dan beberapa coating yang kaku. Tebalnya pipa ditentukan oleh diameter reel atau carousel. Pipa juga menjadi sangat sensitif terhadap perubahan properti. Bisa dipakai padakedalaman 100 sampai 1000 meter. Kecepatan pasang sekitar 14 km per hari. Yang perlu diperhatikan dalam teknik reel lay adalah ovalisation, residual stress, Bauschinger effect dan fatigue

2. Towing

towing Ada 4 jenis tow berdasarkan posisi pipa terhadap dasar laut: bottom tow, off-bottom tow, controlled depth tow and surface tow. Selain bottom tow, diperlukan minimal dua buah kapal, satu di depan dan satu di belakang. Dalam controlled depth tow, kecepatan kapal harus disesuaikan dengan kedalaman pipa yang diinginkan pada saat towing. Dalam towing lay, semua fabrikasi dikerjakan di onshore termasuk pemasangan anode dan coating di sambungan. Menarik buat lapangan yang terletak tidak terlalu jauh dari pantai. Juga cocok untuk aplikasi PIP dan pipe bundle.

.

.

3. J-Lay

jlay Pengelasan dilakukan hanya oleh satu section jadi lebih lambat dari S-lay dan untuk mempercepat proses, teknik pengelasan yang lebih canggih seperti friction welding, electron beam welding atau laser welding digunakan. Pipa yang akan dipasang mempunyai sudut yang mendekati vertikal sehingga tidak butuh tensioner. Teknik ini sangat cocok untuk instalasi di laut dalam. Beda dengan S-lay, J-lay tidak membutuhkan stinger. Kecepatan pasang sekitar 1-1.5 km per hari. Ukuran pipa maksimum yang bisa diinstal adalah 32” OD (Saipem S-7000)

4. S-Lay

slay Pipeline difabrikasi di atas kapal untuk dengan satu, dua atau tiga joints Membutuhkan stinger untuk mengontrol bending bagian atas dan tensioner untuk mengontrol bagian bawah. Laut yang lebih dalam membutuhkan stinger yang lebih panjang dan tensioner yang lebih kuat. S-lay laut dangkal hanya bisa dipakai sampai kedalaman sekitar 300m saja. Untuk yang lebih dalam lagi, DP S-lay bisa dipakai sampai kedalaman 700m. Kecepatan pasang sekitar 4 – 5 km per hari. Ukuran pipa maksimum yang bisa diinstal adalah 60” OD (Allseas Solitair).

-to be continued-

December 30, 2008 Posted by | Piping/Pipeline | , | 6 Comments

75 Interview Questionnaires about Valve

75 Interview Questionnaires about Valve

1. What are the steps in selection of valve?

Ans : What to handle, liquid, gas or powder, fluid nature, function, construction material, disc type, stem type, how to operate, bonnet type, body ends, delivery time, cost, warranty.

2. What are functions of valves?

Ans : Isolation, regulation, non-return and special purposes.

3. What are isolating valves?

Ans : Gate, ball, plug, piston, diaphragm, butterfly, pinch.

4. What are regulation valves?

Ans : Globe, needle, butterfly, diaphragm, piston, pinch.

5. What are non-return valves?

Ans : check valve,

6. What are special valves?

Ans : multi-port, flush bottom, float, foot, pressure relief, breather.

7. What materials are used for construction of valves?

Ans : Cast iron, bronze, gun metal, carbon steel, stainless steel, alloy carbon steel, polypropylene and other plastics, special alloys.

8. What is trim?

Ans : Trim is composed of stem, seat surfaces, back seat bushing and other small internal parts that normally contact the surface fluid.

9. Which standard specifies trim numbers for valve ?

Ans : API 600.

10. What are wetted parts of valve?

Ans : All parts that come in contact with surface fluid are called wetted parts.

11. What is wire drawing?

Ans : This term is used to indicate the premature erosion of the valve seat caused by excessive velocity between seat and seat disc, when valve is not closed tightly.

12. What is straight through valve?

Ans : Valve in which the closing operation of valve is achieved by 90degrees turn of the closing element.

13. What pressure tests are carried out on valves?

Ans : Shell-hydrostatic, seat-hydrostatic, seat-pneumatic

14. What are available valve operators?

Ans : Handlever, handwheel, chain operator, gear operator, powered operator likes electric motor, solenoid, pneumatic and hydraulic operators, Quick acting operators for non-rotary valves (handle lift).

15. What are two types of ball valve?

Ans : Full port design and regular port design, according to type of seat, soft seat and metal seat.

16. What are ball valve body types?

Ans : Single piece, double piece, three piece, the short pattern, long pattern, sandwitch and flush bottom design.

17. Why ball valves are normally flanged?

Ans : Because of soft seat PTFE which can damage during welding.

18. What are butterfly valve types?

Ans : Double flange type, wafer lug type and wafer type.

19. What are types of check valve?

Ans : Lift check valves and swing check valves.

20. What are non-slam check valves?

Ans : Swing check valve, conventional check valve, wafer check valve, tilting disc check valve, piston check valve, stop check valve, ball check valve.

21. Where stop check valve is used ?

Ans : In stem generation by multiple boilers, where a valve is inserted between each boiler and the main steam header. It can be optionally closed automatically or normally.

22. Where diaphragm valves are used ?

Ans : Used for low pressure corrosive services as shut off valves.

23. What is Barstock Valve?

Ans: Any valve having a body machined from solid metal (barstock).

Usually needle or globe type.

24. What is BIBB Valve?

Ans: A small valve with turned down end, like a faucet.

25. What is Bleed Valve?

Ans: Small valve provided for drawing off liquid.

26. What is BlowDown Valve?

Ans: Refers to a plug type disc globe valve used for removing sludge and sedimentary matter from the bottom of boiler drums, vessels, driplegs etc.

27. What is Breather Valve?

Ans: A special self acting valve installed on storage tanks etc. to release vapor or gas on slight increase of internal pressure ( in the region of ½ to 3 ounces per square inch).

28. What is Drip Valve?

Ans: A drain valve fitted to the bottom of a driplet to permit blowdown.

29. What is Flap Valve?

Ans: A non return valve having a hinged disc or rubber or leather flap used for low pressure lines.

30. What is Hose Valve?

Ans: A gate or globe valve having one of its ends externally threaded to one of the hose thread standards in use in the USA. These valves are used for vehicular and firewater connections.

31. What is Paper-Stock Valve?

Ans: A single disc single seat gate valve (Slide gate) with knife edged or notched disc used to regulate flow of paper slurry or other fibrous slurry.

32. What is Root Valve?

Ans: A valve used to isolate a pressure element or instrument from a line or vessel, or a valve placed at the beginning of a branch form the header.

33. What is Slurry valve?

Ans: A knife edge valve used to control flow of non-abrasive slurries.

34. What is Spiral sock valve?

Ans: A valve used to control flow of powders by means of a twistable fabric tube or sock.

35. What is Throttling valve?

Ans: Any valve used to closely regulate flow in the just-open position.

36. What is Vacuum breaker?

Ans: A special self-acting valve or nay valve suitable for vacuum service, operated manually or automatically, installed to admit gas (usually atmospheric air) into a vacuum or low-pressure space. Such valves are installed on high points of piping or vessels to permit draining and sometimes to prevent siphoning.

37. What is Quick acting valve?

Ans: Any on/off valve rapidly operable, either by manual lever, spring or by piston, solenoid or lever with heat-fusible link releasing a weight which in falling operates the valve. Quick acting valves are desirable in lines conveying flammable liquids. Unsuitable for water or for liquid service in general without a cushioning device to protect piping from shock.

38. What is diverting valve?

Ans : This valve switch flow from one main line to two different outlets. WYE type and pneumatic control type with no moving part.

39. What is sampling valve?

Ans : Usually of needle or globe pattern, placed in branch line for the purpose of drawing all samples of process material thru the branch.

40. What are blow off valve?

Ans : It is a variety of globe valve confirming with boiler code requirements and specially designed for boiler blowoff service. WYE pattern and angle type, used to remove air and other gases from boilers etc.

41. What is relief valve?

Ans : Valve to relieve excess pressure in liquids in situations where full flow discharge is not required, when release of small volume of liquid would rapidly lower pressure.

42. What is safety valve?

Ans : Rapid opening(popping action) full flow valve for air and other gases.

43. What is foot valve?

Ans : Valve used to maintain a head of water on the suction side of sump pump, basically a lift check valve with integrated strainer.

44. What is float valve?

Ans : Used to control liquid level in tanks, operated by float, which rises with liquid level and opens the valve to control water level. It can also remove air from system, in which case, air flows out of system in valve open condition, but when water reaches valve, float inside valve raises to close the valve and stop flow of water. Used in drip legs.

45. What are flush bottom valves?

Ans : Special type of valves used to drain out the piping, reactors and vessels, attached on pad type nozzles.

46. What are types of flush bottom valves?

Ans : Valves with discs opening into the tank and valves with disks into the valve.

47. What are the uses of three-way valve?

Ans : Alternate connection of the two supply lines to a common delivery vise versa, isolating one safety valve, division of flow with isolation facility.

48. What are uses of four way valve?

Ans : Reversal of pump suction and delivery, By pass of strainer or meter, reversal of flow through filter, heat exchanger or dryer.

49. What is metal seated lubricated plug valve?

Ans : A plug valve with no plastic material, where grease is applied to contacting surfaces for easy operation.

50. What are three patterns of plug valve design?

Ans : Regular pattern, short pattern and ventury pattern

51. What is regular pattern plug valve?

Ans : Rectangular port, area almost equal to pipe bore, smooth transition from round body to rectangular port, for minimum pressure loss.

52. What are short pattern plug valve?

Ans : Valves with face to face dimension of gate valve, as a alternative to gate valve.

53. What are ventury pattern plug valve?

Ans : Change of section through the body throat so graded to have ventury effect, minimum pressure loss.

54. What are inverted plug design valve?

Ans : Plug valve with taper portion up of plug. For 8” and higher size.

55. What is pressure balanced plug valve?

Ans : With holes in port top and bottom connecting two chambers on top and bottom of plug, to reduce turning effort.

56. What are Teflon sleeved plug valve?

Ans : PTFE sleeve between plug and body of valve, low turning effort, minimum friction, temperature limitation, anti static design possible.

57. What are permasil plug valve?

Ans : Plug valves with Teflon seat instead of sleeves, for on off applications, can handle clean viscous and corrosive liqiuids, Graphite seat for high temperature applications. Drip tight shut off not possible.

58. What are eccentric plug valve?

Ans : Off center plug, corrosive and abrasive service, on off action, moves into and away from seat eliminating abrasive wear.

59. What is dimensional standard for plug valve?

Ans : API 599.

60. What is pinch valve?

Ans : Similar to diaphragm valve, with sleeves of rubber or PTFE, which get sqeezed to control or stop the flow, Cast iron body, for very low service pressures like isolation of hose connections, manufacture standard.

61. What is needle valve?

Ans :Full pyramid disc, same design as globe valve, smaller sizes, sw or threaded, flow control, disc can be integral with stem, inside screw, borged or barstock body and bonnet, manufacturers standard.

62. How to install a globe valve ?

Ans : Globe valve should be installed such that the flow is from the underside of the disk, Usually flow direction is marked on the globe valve.

63. What are globe valve port types?

Ans : Full port: More than 85% of bore size, Reducer port: One size less than the connected pipe.

64. What are globe valve disk types?

Ans :Flat faced type for positive shutoff, loose plug type for plug renewal or needle type for finer control.

65. What are characteristics of globe valve stem?

Ans : Always rising design, with disk nut at the lower end and handwheel at upper end.

66. What are types of globe valve?

Ans : Angle globe valve, plug type disc globe valve, wye-body globe valve, composite disc globe valve, double disc globe valve.

67. What is angle globe valve?

Ans : Ends at 90 degree to save elbow, higher pressure drop.

68. Where plug type disc globe valve is used?

Ans : For severe regulating service with gritty liquids such as boiler feedwater and for blow off service.

69. Where WYE body globe valve is used ?

Ans : In line ports with stem emerging at 45 degree, for erosive fluids due to smoother flow pattern.

70. What is double disc globe valve ?

Ans : Has two discs bearing on separate seats spaced apart, on a single shaft, for low torque, used for control valves.

71. What are port types for gate valves?

Ans : Full port and reduced port. Default is reduced bore. Full port has to be specified in bom.

72. How to close a gate valve ?

Ans :Turn the handwheel in clockwise direction.

73. What is lantern ring?

Ans : It’s a collection point to drain off any hazardous seepages or as a point where lubricant can be injected, it is in the middle of packing rings.

74. What are types of gate valves?

Ans : Solid plane wedge, solid flexible wedge, split wedge, double disc paralles seats, double disc wedge, single disc single seat gate or slide, single disc parallel seats, plug gate valve.

75. What are the types of bonnets?

Ans : Bolted bonnet, bellow sealed bonnet, screwed on bonnet, union bonnets, A U-bolt and clamp type bonnet, breechlock bonnet, pressure seal bonnet.

December 29, 2008 Posted by | Piping/Pipeline | , | 8 Comments

Info Fasilitas Kerja Praktek neh..

Hai semua, ketemu lagi neh. Kali ini ada beberapa info dari saya perihal fasilitas yang diberikan oleh perusahaan tempat saya kerja praktek, dan info penunjang lainnya yang mungkin kalian butuhkan.

Total E&P Indonesie, Balikpapan Base

Fasilitas:

  • Tiket pesawat pulang pergi dari tempat tujuan ke Balikpapan dan sebaliknya.

  • Penginapan di Hotel selama 5 (lima) hari termasuk biaya laundry, fasilatas transportasi dari hotel ke kantor dan sebaliknya serta jatah uang makan di Hotel sebesar maksimal Rp.150.000,- per hari.

  • Uang saku per bulan sebesar Rp.1.500.000,-

  • Buat yang ditempatkan di lapangan maka akan mendapatkan fasilitas penginapan lengkap dengan fasilitas laundry dan makan 3 kali sehari dtambah snack pagi dan coffe break (menjelang siang) serta makan tengah malam.

Info lain:

Biaya kost di Balikpapan.

  • Lokasi dekat kantor (tinggal jalan kaki ke kantor)

    • Biayanya sekitar Rp.400.000/bulan,

    • Fasilitas kamar biasa dengan tempat tidur dan lemari pakaian, kamar mandi di luar.

    • Makan bisa ikut catering ibu kost dengan biaya sekitar Rp.10.000-12.000 per makan.

    • Kalau mau ke mall (Balikpapan Plaza) naik angkot sekali (angkot no.6), waktu tempuh sekitar 15 menit, bayar Rp.3000 sekali naik.

  • Lokasi dekat Gedung BRI (tengah kota)

    • Biaya bisa dapat murah sekitar 300.000/bulan,

    • Fasilitas kamar biasa dengan tempat tidur dan lemari pakaian, kamar mandi di luar

    • Pilihan makanan banyak karena dekat dengan warung penjual makan. Sekali makan plus minum sekitar Rp.15.000,-

    • Mau ke Mall tinggal jalan aja kalo mau sambil olahraga, atau naik angkot sekali.

    • Kalau mau ke kantor naik angkot juga sekali.

  • Kost-an mewah

    • Lokasi bertaburan di mana saja ada

    • Harga sekitar 1 juta rupiah perbulan.

    • Fasilitas kamar dengan tempat tidur spring bed, kamar mandi dalam, kipas angin gantung, dan televisi. Kalau pake AC nambah dikit kali yah.

    • Makan tinggal pilih mau ikut catering kost atau beli di luar.

Tempat Belanja dan Hiburan di Balikpapan:

  • Balikpapan Plaza (BC) di tengah kota

  • Pantai Melawai (tempat jajanan kaki lima dan cangkruk’an tepi pantai di kota Balikpapan)

  • Mall Fantasi di Kompleks Perumahan Balikpapan Baru

  • Waterpark terbesar di Kalimantan (ya terang aja, lah tidak ada saingannya hehe) lokasi di Perumahan Balikpapan Regency, tiket Rp.50.000,- ada wahana luncur 3 macam.

  • Makro, ACE Hardware, Pizza Hut, KFC tapi tidak ada McD.

  • Studi 21 baru buka aja bulan Desember 2008 ini (katanya).

Germanicher Lloyd Nusantara, Jakarta Base

Fasilitas:

  • Uang saku per bulan Rp.800.000,- (itu tahun 2006) mungkin aja sekarang udah naik bro, secara semua harga kebutuhan naik kan?

  • Kalo dikrim ke lapangan seperti di lampung atau mana aja, jangan kuatir semua akomodasi kesana dan hidup disana ditanggung kok.

Info lain kayaknya gak perlu deh, Jakarta gitu. Udah umum kan?

McDermottt Indonesia, Batam Base

Fasilitas:

  • Uang saku per bulan Rp.500.000,- (tahun 2007) tapi tahun 2008 naik jadi Rp.1.000.000,-

  • Ya itu aja dapatnya, tapi ilmunya banyak bro.

Info lain:

Biaya kost di Batam.

  • Wisma jamsostek

    • Biaya per kamar sekitar Rp.800.000/bulan kalo gak salah (lupa)

    • Fasilitas kamar biasa dengan tempat tidur susun 2 buah, jadi bisa buat 4 orang, ada lemari pakaian dan kamar mandi di dalam.

    • Listrik dan air dibayar terpisah tergantung pemakaian. Jadi ada meteran di tiap-tiap kamar.

    • Mau ke mall? Ada Nagoya Hill Plaza, tinggal naik taksi (sebutan angkot disana) atau kalo mau jalan kaki juga tidak terlalu jauh kok. Taksi sekitar Rp.3000 per orang

    • Untuk masalah perut, di Wisma Jamsostek ada kantinnya tapi kalau bosen tinggal nyabrang aja ada penjual makan kaki lima yang menawarkan aneka seafood dan pecel-pecelan. Sekali makan standar lah sekitar 5.000-8.000 udah kenyang kok. Lebih murah dari pada di Balikpapan.

Semoga Bermanfaat yah..

December 29, 2008 Posted by | Dongeng Kerja Praktek | , , , , , | 28 Comments

Sebuah Pengantar Piping Stress Analysis

Piping Stress Analysis

Piping Stress analysis adalah suatu cara perhitungan tegangan (stress) pada pipa yang diakibatkan oleh beban statis dan beban dinamis yang merupakan efek resultan dari gaya gravitasi, perubahaan temperature, tekanan di dalam dan di luar pipa, perubahan jumlah debit fluida yang mengalir di dalam pipa dan pengaruh gaya seismic. Process piping dan power piping adalah contoh system perpipaan yang membutuhkan analisa perhitungan piping stressnya yang dilakukan tentunya oleh pipe stress engineer untuk memastikan rute pipa, beban pada nozzle, dan tumpuan pipa telah dipilih dan diletakkan tepat pada tempatnya sehingga tegangan (stress) yang terjadi tidak melebihi limitasi besaran maksimal tegangan yang diatur oleh ASME atau peraturan lainnya (codes/standard) dan peraturan pemerintah (government regulations). Untuk melakukan sebuah pipe stress analysis biasanya para piping engineer memakai pendekatan finite element method dengan memakai beberapa software umum di dunia perpipaan yaitu CAESAR II, AutoPipe, ROHR2 atau CAEPIPE.

Tujuan utama dari piping stress analysis adalah untuk memastikan beberapa hal berikut:

  • Keselamatan sistem perpipaan termasuk semua komponennya

  • Keselamatan sistem peralatan yang berhubungan lansung dengan sistem perpipaan dan struktur bangunan pendukung sistem tersebut

  • Defleksi pipa agar tdak melebihi limitasinya.

pipe1

Gambar 1. Scope of work piping engineer

Ada beberapa macam mode kegagalan yang bisa terjadi pada suatu sistem perpipaan. Para piping engineer bisa melakukan tindakan pencegahan untuk melawan mode kegagalan tersebut dengan melaksanakan stress analysis berdasarkan ketentuan dan aturan dalam dunia perpipaan. Dua macam mode kegagalan yang biasa terjadi pada pipa adalah sebagai berikut:

  • Kegagalan karena tegangan yield (material melebihi deformasi plastis):

  • Kegalalan karena fracture (material patah/fails sebelum sampai batas tegangan yieldnya):

    • Brittle Fracture: Terjadi pada material yang getas (mudah pecah/patah)

    • Fatigue (kelelahan): Disebabkan oleh adanya beban yang berulang

Teori maximum principal stress adalah yang digunakan dalam ASME B31.3 sebagai dasar teori untuk analisa pipa. Nilai maksimum atau minimum dari normal stress bisa disebut sebagai principal stress. Selanjutnya tegangan (stress) dapat dikelompokkan menjadi 3 kategori yaitu:

  • Primary Stresses

    • Terjadi karena respon dari pembebaban (statis dan dinamis) untuk memenuhi persamaan antara gaya keluar dan gaya ke dalam, serta gaya momen dari sebuah sistem pipa. Primary stresses are not self-limiting.

  • Secondary Stresses

    • Terjadi karena perubahan displacement dari struktur yang terjadi karena thermal expansion dan atau karena perpindahan posisi tumpuan. Secondary stresses are self-limiting.

  • Peak Stresses

    • Tidak seperti kondisi pembebanan pada secondary stress yang menyebabkan distorsi, peak stresses tidak menyebabkan distorsi yang signifikan. Peak stresses adalah tegangan tertinggi yang bisa menyebabkan terjadinya kegagalan kelelahan (fatigue failure).

Static Stress Analysis

Setiap sistem perpipaan pasti mempunyai basic stress yang nantinya secara kumulatif bisa disebut sebagai static stress. Basic stress terdiri dari:

(a) Axial Stress : σ = F /A

(b) Bending Stress : σ = Mb / Z

(c) Torsion Stress : σ = Mt / 2Z

(d) Hoop Stress : σ = PD / 2t

(e) Longitudinal Stress : σ = PD / 4t

(f) Thermal Stress : σ = ΔT x α x E

pipe21Gambar 2. Basic Stress pada Pipa

Static stress analysis adalah sebuah analisa perhitungan pada pipa untuk memastikan nilai dari semua tegangan (stress) akibat beban statis tidak melebihi dari limitasi yang diatur oleh aturan atau standard tertentu. Biasanya, pada piping engineer menggunakan aturan (standard) yaitu ASME B31.3 sebagai panduan untuk melakukan dan menganalisa static stress. ASME B31.3 mengatur semua masalah perpipaan mulai dari limitasi propertis yang dibutuhkan, sampai pada pembebanan yang memperhitungkan kondisi pressure, berat struktur dan komponennya, gaya impact, gaya angin, gaya gempa bumi secara horizontal, getaran (vibrasi), thermal expansion, perubahan suhu serta perpindahan posisi tumpuan anchor.

ASME B31.3 mengklasifikasi beban menjadi 2 macam:

  • Primary Loads

    • Sustain Loads

    Beban yang muncul terus menerus dan berkesinambungan selama masa operasi dari sistem perpipaan. Contoh: gaya berat dari struktur pipa sendiri, pressure fluida yang mengalir di dalamnya.

    • Occasional Loads

    Beban yang muncul tidak berkesinambungan, atau munculnya tiba-tiba selama masa operasi dari sistem perpipaan. Contoh: gaya angin, gaya gempa bumi.

  • Expansion Loads

    • Beban yang muncul karena adanya perubahan displacement dari system perpipaan yang bisa diakibatkan oleh thermal expansion dan perubahan letak tumpuan.

Sedangkan dalam ASME B31.3 limitasi dari masing-masing besaran pembebanan adalah sbb:

  • Stress karena Sustained Load, limitasinya adalah:

SL < Sh

dimana, SL = (PD/4t) + Sb

Ketebalan dari pipa yang digunakan untuk menghitung SL haruslah merupakan tebal nominal setelah dikurangi tebal lapisan korosi dan erosi yang diijinkan.

Sh = Tegangan yang diijinkan pada suhu maksimum dari suatu material

  • Stresses karena Occasional Loads

Jumlah beban longitudinal karena pressure, weight dan sustain loads lainnya kemudian ditambah oleh tegangan yang diakibatkan occasional load seperti gempa bumi dan gaya angin, nilainya tidak boleh melebihi 1.33Sh.

  • Stresses karena Expansion Loads, limitasinya adalah:

SE < SA

dimana, SE = (Sb2 + 4St2)1/2

SA = Allowable displacement stress range = f [(1.25(Sc + Sh) – SL]

Sb = resultant bending stress,psi = [(IiMi)2 + (IoMo)2] / Z

Mi = in-plane bending moment, in.lb

Mo = out-plane bending moment, in.lb

Ii = in-plane stress intensification factor (appendix B31.3)

Io = out-plane stress intensification factor (appendix B31.3)

St = Torsional stress ,psi = Mt / (2Z)

Mt = Torsional moment, in.lb

SC = Basic allowable stress at minimum metal temperature

Sh = Basic allowable stress at maximum metal temperature

f = stress range reduction factor (table 302.2.5 of B31.3)

Dynamic Stress Analysis

Dynamic stress (tegangan dinamis) adalah tegangan (stress) yang ditimbulkan oleh pergerakan berulang dari pembebanan atau vibrasi (getaran). Pembebanan seperti ini bisa ditimbulkan oleh beberapa eksitasi seperti:

  • Flow Induced Turbulence

  • High Frequency Acoustic Excitation

  • Mechanical Excitation

  • Pulsation

Analisa Vibrasi dapat didefinisikan sebagai studi dari pergerakan osilasi, dengan tujuan mengetahui efek dari vibrasi dalam hubungannya dengan performance dan keamanan sebuah sistem dan bagaimana mengontrolnya. Vibrasi secara sederhana dapat dilihat dari gambar 3. Seperti terlihat pada gambar 3, ketika massa kita tarik ke bawah lalu dilepaskan, maka pegas akan meregang dan selanjutnya akan timbul gerakan osilasi sampai periode waktu tertentu. Hasil frekuensi dari gerakan osilasi ini bisa disebut sebagai natural frekuency dari sistem tersebut dan merupakan fungsi dari massa dan kekakuan.

rumus-frekuensi1

dengan, EI = kekakuan pipa (stiffness), lbs-ft2

L = panjang bentangan bebas pipa, ft

M = kombinasi massa pipa dan massa tambah disekitar pipa persatuan panjang, slug/ft

C = konstanta yang tergantung dari kondisi ujung bentangan bebas pipa.

Sebagai contoh, jika kedua ujung bentangan bebas pipa diasumsikan berbentuk tumpuan sederhana maka C adalah p/2 atau 1.57. Jika kedua ujung pipa diasumsikan diklem, C adalah 3.5. Dalam praktek, cukup sulit untuk menentukan modeling terbaik kondisi ujung bentangan bebas untuk mensimulasikan kondisi ujung yang diasumsikan.

deskripsi-vibrasi-sederhana1Gambar 3. Deskripsi vibrasi sederhana

Dibutuhkan sedikit energi untuk menimbulkan frekuensi natural dari sebuah system, seperti halnya sebuah struktur yang ingin merespon frekuensi tertentu. Jika ada damping force maka ini akan menghilangkan energi dinamis dan mengurangi respon vibrasi.

Hasil dari vibrasi dapat berupa:

  • Displacement
  • Velocity
  • Acceleration

Amplitudo dari ketiga hal di atas tergantung dari frekuensinya dan lebih jelasnya dapat dilihat pada grafik di bawah ini.

perbandingan-amplitudo1Gambar 4. Perbandingan Amplitudo dan Frekuensi

Displacement tergantung dari frekuensi yang mana displacement akan mempunyai nilai yang besar apada frekuensi yang kecil dan sebaliknya jika frekuensi besar, displacement cenderung kecil pada satuan energi yang sama. Sebaliknya acceleration dipengaruhi pada keadaan amplitude tertinggi yang terjadi pada frekuensi tertinggi pula. Velocity memberikan pengaruh sejenis yang lebih dari yang dibutuhkan, biasanya terkait hasil tegangan dinamis dan oleh karenanya biasa digunakan alat ukur untuk menghitung vibrasi. Ini yang menjadi alasan kenapa observasi secara visual untuk vibrasi pipa tidak diijinkan sebagai metode untuk mengatasi beberapa masalah vibrasi.

Setiap sistem struktur, contohnya pipa, akan mengalami bermacam-macam frekuensi natural tergantung distribusi massa dan kekakuan dari system tersebut. Distribusi massa dan kekauan dipengaruhi oleh diameter pipa, material properties, tebal pipa, lokasi valve dan support, dan juga massa jenis fluida. Sebagai catatan, support pipa didesain pada kondisi statis yang pastinya akan berperilaku beda pada keadan dinamis.

Setiap frekuensi natural akan mempunyai bentuk defleksi yang unik yang sesuai dengan frekuensinya masing-masing, biasa disebut mode shape. Respon pipa terhadap eksitasi yang terjadi tergantung pada hubungan antara frekuensi eksitasi dengan frekuensi natural sistem tersebut, dan lokasi dari terjadinya eksitasi tadi berhubungan dengan mode shape.

Salah satu penyebab vibrasi pada pipa adalah flow dari fluida di dalam pipa itu sendiri. Fenomena ini biasa dikenal dengan istilah Flow Induced Vibration (FIV). FIV bisa disebabkan karena peningkatan flowrate (debit) fluida yang menyebabkan kecepatan fluida di dalam pipa bertambah sehingga jenis aliran berubah dari laminar menjadi turbulen. Aliran turbulen ini yang menyebabkan pipa bergetar (vibrasi).


December 27, 2008 Posted by | Piping/Pipeline | , , , , | 48 Comments

Pertanyaan Seputar Piping

Pertanyaan Seputar Piping

(from:Milist Migas Indonesia)

Pertanyaan : Tri Lestyo

BlankDear rekan-rekan migas,

Mohon pencerahan mengenai piping, dalam drawing piping yang dinamakan dg isometric drawing , informasi apakah yang seharusnya tercantum didalamnya ? karena, pernah kami menerima dari drawing dari client tapi tidak tercantum dimana adanya site welding , hanya shop welding dan instrument2xnya yang tercantum. Apa ini bisa dikatakan isometric drawing ?

Kemudian dari isometric drawing, akan dibagi menjadi beberapa spool drawing, atas dasar apa membaginya ?

Mohon maap kalau pertanyaannya terlalu mendasar.

Tanggapan 1 : Ferry Triyana

Isometric drawing adalah salah satu cara untuk menggambarkan bentuk 3 dimensi dalam 2 dimensi saja, di mana sudut2 antar sumbu proyeksi (x,y,z) adalah sama, 120 deg. Dalam hal piping isometric drawing, yang digambarkan mengikuti kaidah2 isometric tadi “biasanya” hanya sumbu pipanya saja, dengan disertai informasi mengenai line no, spool no., item no. yang berhubungan dengan material list (MTO), weld no., dimensi (panjang) pipe spool, elevasi, posisi dan identifikasi pipe support dan beberapa hal yang mungkin ingin ditambahkan oleh designer, seperti flow direction, field weld dan golden weld. Penentuan field weld (site welding) berdasarkan pertimbangan2 mendasar yang harus dilakukan oleh designer, seperti koneksi dengan equipment, tie-in dgn existing line, dsb. Dalam satu gambar piping isometric tidak harus selalu ada field weld. Biasanya drafter yg menentukan jumlah spool dalam satu gambar isometric, dengan pertimbangan kejelasan penggambaran pipe routing dan identifikasinya.

Tanggapan 2 : Dirman Artib

Pak Ferry,

Terima kasih atas pencerahannya. Tetapi alangkah lebih bagus jika anda menyertai keterangan dengan referensi engineering codes, norms atau standards, karena kalau hanya bersandard kepada “biasanya” dan yg biasa and lihat dan alami, bisa saja itu kurang tepat.

Demikian, mohon ma’af.

Tanggapan 3 : mokhamada@technip.com

Ya, kalau mas Dirman atau siapa saja yang tahu referensi engineering code, tolong ditambahkan biar lebih simple.

Ngomong2 masalah Piping, sekarang kan ada beberapa perusahaan di Indonesia yang pakai PDS atau PDMS. Nah dari modelling itu bisa didapatkan banyak macam out-put, a.l. Bill of Material, isometric, Pipe support, dan juga akan kelihatan kalau ada inteference dg equipment lain atau piping lainnya, dll. Dan siapa tahu u/ yang akan datang u/ hal2 lain spt piping stress-nya juga bisa di deteksi. Jadi begitu kita punya Plan Arrangement atau equipment lay-out dan kita masukkan program macam kayak PDMS atau apa namanya,bias langsung keluar Draft Requisition for Enquiry u/ piping material, valve, gasket, bolt & nuts, pipe support, dll. Nah mungkin suatu hal yang manarik buat adik2 mahasiswa (dan siapa tahu KMI atau lembaga lain bisa ikut membantu) yang mau bikin tugas akhir tertarik u/ membuat suatu software u/ Plan modelling c/w stress analysisnya, dll yang bisa diaplikasikan u/ suatu project (minimal di Indon), sehingga didapatkan out-put yang udah matang, jadi tidak perlu caesar II atau autopipe lainnya. Saya yakin bisa kalau ada yang mau memulainya, dan akan berkembang u/ pembuatan software lainnya,Jadi begitu kita punya Equipment layout atau Plan Arrangement atau malah begitu kita dapat data dari sumur, bisa langsung dimasukkan ke sofware tsb u/ SIZING, NGITUNG SLAG, bikin Equipment Layout, dll dan keluar dalam bentuk draft Requisition for Enquiry-nya u/ semua equipment, piping, dll. Biar Engineer2 spt mechanical, piping, electrical, instrument, proses, dll bisa berkurang bebannya.

Wong2 yang kecil2 aja sering jadi juara olimpiade fisika koq. masak sih kita nggak bisa? Dan biar nggak diomongin terus sebagai bangsa yg ketinggalan terus.

Tanggapan 4 : Ferry Triyana

Terima kasih pak Dirman atas tanggapannya.

Terus terang, untuk masalah piping isometric drawing, selama ini saya hanya mengacu ke engineering practice, berdasarkan QA procedures manual tempat saya bekerja, dan BS EN ISO 6412-2 Technical Drawing – Simplified representation of pipelines – Isometric projection.

Ada dua “biasanya” yang saya sebutkan di penjelasan saya, yang pertama mengenai penggambaran isometric drawing menggunakan sumbu pipanya saja. Saat ini bisa dikatakan semua perusahaan EPC besar telah menggunakan perangkat lunak yg bisa menggambar 3D dalam merancang produknya. Ada kalanya diperlukan penggambaran pipe routing secara 3D, kemudian memproyeksikannya dalam pandangan isometric untuk memeriksa apakah ada “clash” dalam sistem perpipaannya. Saya pikir ini bisa disebut piping isometric drawing juga, walaupun gambar ini tidak perlu turun sampai ke pipe fitter.

Yang kedua adalah penentuan jumlah spool dalam satu gambar isometric, saya katakan “biasanya” ditentukan oleh drafter. Ini pun saya tidak memiliki dasar yang kuat dalam penjelasan saya. Tanpa bermaksud mengecilkan peran drafter (karena saya sendiri pernah menjadi seorang drafter), penentuan jumlah spool ini adalah hal yang cukup sederhana sehingga tidak dibutuhkan seorang designer berpengalaman untuk mengerjakannya.

Itu saja dari saya.

Mohon koreksinya.

Tanggapan 5 : Dirman Artib

Pak Triyana,

Kebetulan saya pernah berpengalaman dalam memfabrikasi spool pipes.

Gambar spool pipe yg terkadang dari isometric yg diberi tanda fieldweld (titik) atau shopweld (titik dalam lingakarand) digunakan sebagai shop drawing, yg bertujuan sebagai informasi bagi pipe fitter di pipeshop . Yg memutuskan apakah weld dilakukan di shop atau di field bisa saja dilakukan seorang site piping engineer, karena menyangkut constructability sebuah desain. Bayangkan jika lokasi field weld tsb. pada lokasi di mana welder tidak mampu mengelas, misalnya tidak ada ruang atau akses atau berbahaya bagi keselamatan dirinya atau asset of plant. Field dan shop weld juga mempertimbangkan biaya persiapan welding yg mungkin mahal karena harus mempersiapkan alat bantu kases, contoh : scaffolding. Teorinya adalah shopweld harus sebanyak mungkin dilakukan karena murah, mudah dan lebih produktif, tentunya dibanding fieldweld.

Tanggapan 6 : Ferry Triyana

Pak Dirman,

saya setuju sekali dengan Bapak, field weld jelas lebih rumit dalam pengerjaannya dengan mempertimbangkan aspek safety, accessibility, cost (termasuk juga NDT-nya) dan lebih besar kemungkinannya terjadi weld defect dibanding shop weld. Saya hanya mencoba menjelaskan pertanyaan mas Tri, yang bertanya:

“Kemudian dari isometric drawing, akan dibagi menjadi beberapa spool drawing, atas dasar apa membaginya?”

Beliau menyebut “spool drawing”, jadi saya hanya mencoba menerangkan penggambaran piping isometric drawing dalam satu lembar kertas (misal ukuran standar A3), akan ada berapa spool drawing dalam ukuran kertas tersebut? Nah, ini yg saya maksud cukup ditentukan oleh drafter, misalnya hanya satu atau dua spool saja dalam satu lembar. Ini menyangkut kejelasan penggambaran dan pembacaannya.

Apabila yang dimaksud adalah bagaimana memotong suatu piping system menjadi spool2 terpisah, termasuk menentukan letak field weld atau shop weld, hal ini jelas harus diserahkan pada designer yang sudah berpengalaman.

Tanggapan 7 : Suharyo Haryono

Mas Tri,

Saya mau coba bantu sedikit, semoga berguna. Sepanjang pengetahuan saya, isometric dibuat untuk memudahkan pipe fitter dalam memfabrikasi spool dengan menunjukkan dimensi-dimensi kunci yang dibutuhkan, orientasi dan material2 yang dibutuhkan sehingga spool tersebut bias difabrikasi sesuai dengan keinginan pihak client.

Line pipa dari end to end dengan beberapa pertimbangan (seperti: kemudahan dalam fit-up, transportasi dan instalasi di site (jika ada concern space)) dan kemudahan untuk maintenance (valve, pipa itu sendiri dan equipment) dibuat menjadi beberapa bagian menjadi spool2. Dengan pertimbangan tertentu ujung2 suatu spool bisa berupa flange-flange, flange-weld joint atau weld joint – weld joint.

Dalam isometric biasanya terdapat informasi-informasi:

1. Jarak fitting center-center atau jarak-jarak yg dianggap perlu untuk memudahkan fabrikasi, jenis fitting yang dipakai dan lokasinya

2. coordinate (dari leg terdekat atau patokan lain yang menjadi referensi tergantung lokasi) (biasanya memerlukan piping key plan untuk kemudahan perletakan)

3. Orientasi spool (elbow 90, elbow 45, dll) tergantung kebutuhan

4. Field weld joint location

5. Venting point dan drain point

6. Line no and spool no

7. Instrument-instrument yg akan dipasang

8. pipe support number (dan sketch lokasi nya)

9. Valves (jenis, ukuran, rating dan jenisnya (DBB?)

10. elevasi spool

11. Bill of material (BOM)

12. Flow direction

13. Data-data line( missal: code, spec, design pressure, design

temp, paint spec, insulation, NDT, Hydrotest pressure), PWHT)

14. Untuk shop drawing, biasanya disertakan ukuran-ukuran pipe

nipple yg diperlukan.

December 27, 2008 Posted by | Piping/Pipeline | , , | 3 Comments

KP di Migas yuuuk!

Eits… Sapa Bilang Kerja Praktek di

Perusahaan Migas Itu Susah??

Kerja Praktek atau yang biasa kita sebut sebagai Praktek Kerja Lapangan (PKL) merupakan salah satu mata kuliah yang wajib kita ambil sebagai persyaratan kelengkapan kurikulum. Kerja Praktek dimaksudkan untuk menjembatani ilmu pengetahuan di kampus dengan keadaan sebenarnya di lapangan. Idealnya, sebagai mahasiswa kita pasti memilih tempat untuk KP berupa perusahaan-perusahaan terkenal bahkan yang berskala internasional dan yang pastinya lagi sebagai mahasiswa kita pasti mencari perusahaan yang bisa memfasilitasi semua akomodasi yang diperlukan selama kita melaksanakan KP tentunya. Yah namanya juga mahasiswa, kantong pasti cekak dong, apalagi anak kost hehe..

Beberapa tahun terakhir ini, yang masuk daftar the most wanted company sebagai tempat tujuan KP adalah perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang minyak dan gas (migas). Disamping karena prestige tersendiri, perusahaan migas biasanya lebih royal untuk memberikan akomodasi dibandingkan perusahaan lain. Dan yang pasti lagi kita bisa menjalin hubungan dengan pihak perusahaan sehingga diharapkan peluang kita nantinya bekerja di perusahaan tersebut semakin besar.. hopefully sih…

Beberapa perusahaan tersebut adalah perusahaan KPS seperti Total E&P Indonesie, Chevron, Pertamina, Santos, Vico, British Petroleum, Premier Oil, CNOOC serta perusahaan konstruksi migas, inspeksi dan galangan seperti McDermott, Saipem, Germanischer Lloyd, Gunanusa, PAN United, BJ Tubular, dan lain-lain. Yang paling banyak diburu adalah perusahaan KPS karena fasilitas yang ditawarkan lebih menggiurkan untuk kita sebagai mahasiswa. Untuk Total E&P misalnya, perusahaan akan menyediakan tiket pulang-pergi dari tempat asal ke tempat tujuan misalnya Surabaya-Balikpapan atau Jakarta-Balikpapan, belum lagi di Balikpapan kita akan diberi akomodasi sementara (sebelum dapat kost) selama 5 hari di Hotel Berbintang lengkap dengan makan dan laundry serta transportasi antar jemput dari hotel ke kantor, dan adanya uang saku tentunya setiap bulannya yang ditransfer langsung masuk ke rekening kita (jumlahnya cukuplah buat biaya hidup sederhana selama sebulan di Balikpapan). Tapi kalo kita ditempatkan di lapangan/field (bukan di kota Balikpapan) maka kita akan mendapatkan fasilitas mess lengkap dengan semua akomodasi makan dan laundry serta transportasi sehingga bisa dipastikan uang saku kta akan utuh hehehe..

Bagaimana? Menggiurkan bukan..?? Tapi apakan semudah itu untuk dapat diterima KP di perusahaan migas? Ehm… tidak juga. Tapi bukan berarti gampang, cukup rumit juga deh hehehe bingung kan?

Pertama yang harus disiapkan adalah nilai di kampus. Pastikan minimal IPK sementara sewaktu mendaftar adalah 3, jika kurang dari 3 seperti susah untuk bersaing. Setelah itu atur jadwal kapan mau mulai KP. Proposal pengajuan KP minimal sudah harus masuk 3 bulan sebelum hari H pelaksanaan KP. Jauh-jauh hari semakin lebih baik, karena yang mengajukan KP tidak hanya kita. Banyak mahasiswa dari seluruh Indonesia yang mengajukan KP di perusahaan migas, sebut saja teman-teman dari ITS, ITB, UI, UGM dan lain-lain.

Pastikan proposal benar-benar telah diterima oleh pihak perusahaan dalam hal ini bagian HRD dan pastikan pula di department mana yang mau kamu masuki untuk KP. Jadi pihak HRD tidak bingung lagi mau nempatin kamu di departemen mana pada perusahaan tersebut. Dengan kata lain, kita sedikit membantu pekerjaan HRD. Jika kita tidak menjelaskan departemen mana yang mau kita masukin, maka HRD akan menawarkan proposal kita kepada semua department di perusahaannya secara satu persatu, dan pasti bakal lebih lama bukan?

Dan yang paling penting, selalu pantau perkembangan proses pengajuan proposal kamu. Jangan bosan untuk sering bertanya kepada HRD sudah sampai mana proses seleksinya baik via email maupun telpon. Ingat, mereka tidak hanya mengurusi mahasiswa yang mau KP saja, masih banyak program training maupun recruitment pegawai yang mereka (HRD) kerjakan. Jadi intinya, pantau terus alur proses proposal setelah diterima perusahaan. Eitss.. satu lagi yang paling penting. Jangan lupa kekuatan doa dan minta restu dari orang tua.

Gimana? Sudah optimis kah untuk bisa diterima Kerja Praktek di perusahaan migas? Pesan saya, meskipun kita gagal bukan berarti itu akhir dari segalanya. Cobalah peruntungan di perusahaan lain. Saran-saran diatas bukan hal yang mutlak. Semua tetap kembali pada keputusan Yang Di Atas. Intinya jangan pernah menyerah dan terus mencoba meskipun kita gagal. Never give up until we die hehehe…


Sukses untuk kita semua!

December 27, 2008 Posted by | Dongeng Kerja Praktek | , , , | 16 Comments

Yuhuuu.. 2009 Bebas Fiskal..

Tahun 2009, masyarakat Indonesia yang belum memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) akan dikenakan kenaikan biaya fiskal ke luar negeri. Untuk mendorong respon warga terhadap pentingnya NPWP, pemerintah melalui Dirjen Pajak menetapkan bebas fiskal bagi para pemilik NPWP.

Direktur Jenderal Pajak Darmin Nasution menegaskan para Wajib Pajak (WP) yang ingin ke luar negeri dengan bebas fiskal, harus mengurus Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) jauh-jauh hari, atau paling lambat satu bulan sebelum berangkat.

“Jangan besok mau ke luar negeri baru urus NPWP, ribet nanti di lapangan terbang. Sehingga kita atur sebulan sebelumnyalah,” kata Darmin di Jakarta.

Wajib pajak harus memiliki NPWP setidaknya satu bulan sebelum berangkat ke luar negeri. Misalnya, kata Darmin, jika wajib pajak hendak ke luar negeri tanggal 1 Januari 2009 dengan bebas fiskal, berarti NPWP-nya harus sudah diurus pada tanggal 1 Desember 2008.

Peraturan pembebasan fiskal tersebut akan dicantumkan di dalam sebuah Peraturan Pemerintah (PP) yang saat ini tengah dibahas pemerintah. Namun, Darmin mengaku, hingga saat ini pihaknya belum mengetahui kapan keputusan PP tersebut akan dikeluarkan. “PP-nya kan belum diteken,” ujarnya.

Sebelumnya, pemerintah juga berencana akan menaikkan tarif fiskal ke luar negeri bagi warga berusia 21 tahun yang tidak memiliki nomor pokok wajib pajak (NPWP) mulai Januari 2009. Rencananya, tahun 2010 mendatang kebijakan tersebut akan diberlakukan untuk seluruh lapisan masyarakat, tidak terkecuali bagi mereka yang belum terdaftar sebagai wajib pajak.

Darmin mengakui adanya besaran kenaikan tarif fiskal tersebut. Namun, sayangnya dia enggan untuk mengatakannya secara pasti. “Tidak, saya belum mau jawab. Nanti kalau di saat terakhir dia berubah, susah saya,” tutur Darmin.

Sumber: KOMPAS

December 27, 2008 Posted by | News | , , , | Leave a comment

Pengalaman Pertama Kerja Praktek

Tahun 2006 merupakan pengalaman pertama buat saya dalam melaksanakan Kerja Praktek. Dan di tahun ini pula saya diterima KP di 2 perusahaan berskala internasional di Indonesia. Disini, saya akan berbagi sedikit pengalaman dalam menyelesaikan KP saya di tahun 2006 yaitu pertama pada bulan Juli-Agustus 2006 di perusahaan minyak milik Prancis, Total E&P Indonesie dan bulan Agustus-September 2006 di perusahaan biro klasisfikasi milik Jerman, Germanischer Lloyd Nusantara (saya akan menceritakan di episode selanjutnya).

Begitu mendapat kabar telah diterima KP di Total, segera saya persiapkan semua perlengkapan perang. Berupa pakaian, buku tentunya dan uang secukupnya. Waktu itu saya mendapat jadwal berangkat dari Jakarta sedangkan posisi saya di Surabaya, sebagai informasi saya kuliah di salah satu perguruan terbaik di Indonesia yaitu Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya pada Jurusan Teknik Kelautan atau bahasa kerennya adalah Offshore Engineering. Jurusan saya berhubungan dengan bagaimana mendesain, membangun dan menginstalasi struktur bangunan laut seperti bangunan pengeboran minyak lepas pantai (offshore platform) baik yang terpancang (fix structure) atau yang terapung (floating structure), struktur perpipaan untuk mengalirkan hasil pengeboran di laut sampai ke darat (pipeline) dan untuk memprosessnya (process piping), serta ilmu-ilmu lain yang berkaitan dengan struktur pengeboran lepas pantai. Dan harus diperhatikan dan dicatat, Jurusan kita adalah yang terbaik di bidangnya di Indonesia.

From Surabaya to Balikpapan with love. My private headline untuk memotivasi diri sendiri. Kadang sifat narsis sangat diperlukan untuk membangun spirit dan semangat perjuangan. Perjalanan pertama saya tempuh dari Surabaya ke Jakarta menggunalan sepur. Sampai di Jakarta langsung ke Plaza Kuningan menghadap ke kantor Total untuk briefing dan ambil tiket pesawat ke Jakarta. Ups.. ternyata bukan hanya saya lho tapi ada sekitar 9 orang (kalo ga 10 org) yang diterima oleh Total, rata-rata dari ITS, ITB, UI dan UGM yang telah disaring dari lebih 90 orang (katanya sih).

Besoknya langsung saya meluncur dari Jakarta ke Balikpapan dengan menggunakan jasa pesawat terbang Garuda Indonesia (bukan promosi lho ini). Sesampainya di Balikpapan, jangan khawatir buat kamu yang belum pernah ke sana sebelumnya, Total sudah meminta pihak Hotel untuk menjemput di Bandara Sepinggan Balikpapan. Waktu itu jam sudah menunjukkan pukul 9 malam, saya dari bandara saya langsung menuju ke hotel yang telah disediakan. Hotel Pacific, adalah hotel yang telah bekerja sama dengan Total untuk menampung mahasiswa KP, magang ataupun yang masuk dalam proses rekrukmen perusahaan.

Sebagai informasi, kita mendapat jatah hotel lengkap dengan akomodasi, laundry dan transportasi hanya selama 5 hari sebelum kita mendapatkan tempat tinggal (kost) selanjutnya. Untuk akomodasi makan, kita mendapatkan jatah makan di hotel sebesar Rp.150.000 per hari. Jika lebih dari itu, maka kelebihan harus kita bayar sendiri hehe.. Dan untuk saya, jatah efektif tinggal 4 hari karena hari pertma sudah saya ambil meskipun saya check in jam 9 malam. Jadi, kalau bisa datang pagi saja ke Balikpapan jadi bisa jalan-jalan sebentar sambil menunggu waktu check in jam 12 siang.

Keesokan harinya, saya menuju ke kantor Total yang terletak di daerah kekuasaan Pertmina tepatnya di Jalan Minyak. Setalah bertemu dengan pihak HR, saya langsung diantarkan ke departemen di mana saya akan melakukan KP, yaitu DKE/CST/OPS/OFF atau sekarang berubah menjadi ENG/CST/OFF. Disitu saya bertemu dengan mentor (pembimbing) yang ditunjuk oleh perusahaan selama saya KP. Beliau yang akan bertanggung jawab dan memberi program KP kepada saya selama disana. Namanya masih tetap saya ingat, Bapak Agus Supriyanto, kebetulan beliau juga alumni dari ITS entah berapa tahun yang lalu. Praktis hari pertama hanya ada perkenalan dan basa-basi sampai basi hehe..

Besoknya lagi (hari ketiga di Hotel) saya langsung check out dari hotel. Lho bukannya masih ada jatah hotel 2 hari lagi. Yup, betul. Dari Perusahaan ternyata menempatkan saya langsung ke lapangan jadi hari itu juga saya harus meluncur ke lapangan. Terus bagaimana dengan sisa jatah hotel selama 2 hari itu? Tenang saja, jatah 2 hari itu tetap saya dapat dan akan saya ambil lagi pada hari terakhir saya KP. Karena nantinya juga saya akan kembali ke kota Balikpapan dan mengerjakan serta ujian KP disini, sehingga saya pasti membutuhkan tempat tinggal lagi. Daripada kost cm 2 hari kan mending men-switch jatah hotel kita kan hehehe..

Tujuan pertama saya adalah daerah Handil, Itu adalah nama salah satu lapangan milik Total. Perjalanan dari Balikpapan ke Handil ditempuh selama 2 jam dengan menggunakan bus milik Total. Tapi kalau kita sudah jadi pegawai disana kita bisa memilih naik Copper (sejenis helicopter), hanya membutuhkan waktu 15 menit saja. Handil Base terletak di pinggiran delta sungai mahakan. Sebagai informasi, sebagian besar lapangan produksi minyak milik Total ada di daerah delta sungai mahakam. Jangan terkecoh dengan sebutan sungai. Meskipun sungai tapi kedalaman airnya lumayan dan alur lalu lintasnya ramai seperti jalan raya.Hanya saja bukan mobil yang lewat melainkan kapal-kapal seperti, speedboat, perahu nelayan sampai LCT, tongkang, tugboat dan berbagai macam kapal lainnya.

Sesampainya di Handil Base ternyata perjalanan belum selesai. Saya tidak ditempatkan di mess Handil tetapi di CPU. CPU terletak di dalam delta sungai mahakan. Jadi saya harus melanjutkan perjalanan dengan menggunakan speedboat milik perusahaan yang bisa ditempuh sekitar 2 jam perjalanan. Uhh bisa dibayangkan kan betapa letihnya badan ini. Sepanjang perjalan tidak ada yang lebih indah selain tidur saja. Mau lihat pemandangan? Ya paling-paling hanya melihat kapal-kapal berkeliaran, sungai mahakan yang kotor dan cokelat pekat dan jika beruntung kita bisa melihat buaya hehe.. Ada tempelan di speedboat yang membuat saya geli, “Jangan turun ke air, Buaya menunggu anda” hehe.. itu saking banyaknya buaya di delta sungai Mahakan ini.

Sampai di CPU jangan pernah khawatir dengan fasilitas disini. Meskipun berada di tengah delta sungai, tapi kita akan mendapatkan fasilitas kamar tidur dengan kamar mandi dalam (kalau masih ada), jatah makan dengan system prasmanan pagi, siang dan malam, coffe break dan fasilitas lain seperti masjid, fitmess centre dan lapangan olahraga. Mau tau gak enaknya? Kita tidak bisa kemana-mana dan tidak ada toko atau warung disini hehe..

Tinggal di CPU hanya beberapa hari, sekedar mereview data pekerjaan dan bertanya-tanya. Selainnya program utama saya adalah melihat langsung pekerjaan di lapangan. Untuk itu saya tidak bisa berlama-lama di mess. Sekarang saya harus benar-benar ke lapangan.

Live at Crane Barge

Selanjutnya saya dikirim ke Crane Barge.Crane Barge adalah sebuah barge/tongkang lengkap dengan fasilitas akomodasinya yang dilengkapai dengan sebuah crane untuk melaksanakan pekerjaan di lapangan. Meskipin bentuknya seperti kapal (ya memang kapal hehe) semua fasilitas lengkap. Layaknya seperti hotel deh. Sebagian besar pelaksanaan KP saya adalah di atas Crane Barge. Banyak pekerjaan yang saya pelajari mulai dari dredging, lifting, protection pile removal, dan installation pin connector. Jika rasa jenuh dating, biasanya jika ada awak kapal yang melakukan perjalanan ke darat, maka kita diajak ikut serta. Ke darat maksudnya ke Handil Base. Nah kalo ke Handil kita bisa menemukan perkampungan dan toko serta warung buat nongkrong tepatnya di luar camp Total hehe..

cb

Gambar Crane Barge Sederhana

(bersambung….)


December 27, 2008 Posted by | Dongeng Kerja Praktek | , , , , , , , | 38 Comments

Tips dan Rahasia Mendapatkan Anak Unggulan

Tips dan Rahasia Mendapatkan Anak Unggulan

Orang tua berkeinginan mempunyai anak unggulan atau memiliki kecerdasan tinggi. Tentunya keunggulan hakiki yang dapat membawa kebahagiaan dunia dan akhirat. Keunggulan atau kecerdasan dipahami melalui kemampuan seseorang menggunakan akal pikirannnya melebihi orang lain. Daya pikirnya menjangkau ke depan hingga sanggup menangkap semua persoalan dan diselesaikan dengan analisis yang tajam. Parameter ini disebut: IQ (Intelligence Quation).

Parameter lainnya adalah: EQ (Emotional Quation) dan SQ (Spiritual Quation). Ketiga parameter tersebut dianggap merupakan keunggulan hakiki atau kecerdasan yang menyelamatkan.

Lantas, bagaimana menciptakan generasi masa depan yang memiliki keunggulan hakiki dan merencanakannya sejak dalam kandungan?

Diperlukan beberapa langkah untuk memiliki anak unggulan, yaitu:

PERTAMA: MASA PERSIAPAN PERSETUBUHAN

  1. Ruangan kamar. Tempat tidur (seprei, selimut dan pakaian harus bersih dari najis). Sediakan parfum untuk menyegarkan suasana.
  2. Lampu Kamar. Penerangan sedapat mungkin berasal dari cahaya luar rumah atau cahaya rembulan.
  3. Makanan. Hindari makanan yang di haramkan dan hindari persetubuhan dalam keadaan lapar atau terlalu kenyang.
  4. Fisik. Fisik harus sehat, suasana hati tenang dan bahagia. Tidak dalam suasana marah atau sedih. Gunakan selimut untuk menutupi sebagian tubuh.
  5. Doa Bersetubuh. Awali persetubuhan dengan membaca doa.
  6. Apabila ingin melakukan persetubuhan kedua, hendaknya membersihkan terlebih dahulu atau berwudhu.
  7. Waktu. Pilihlah waktu-waktu yang baik menurut kebutuhan. Tetapi sebaiknya jangan bersetubuh pada waktu sepertiga malam. Karena saat itu untuk melakukan shalat tahajjud.
  8. Apabila menginginkan anak perempuan, maka miring ke kiri. Sedangkan jika menginginkan anak lelaki, miring ke kanan.

KEDUA: SAAT MENGANDUNG HINGGA BAYI LAHIR

  1. Apabila Allah SWT merahmatinya dengan terjadinya pembuahan, maka mulailah secara rutin membaca Al Qur’an, Surat Yusuf setiap hari. Pada hakekatnya, membaca Surat Yusuf ini bertujuan mendapatkan pahala, disamping menanamkan sugesti yang kuat agar kelak anak menjadi seperti Nabi Yusuf As. Seorang Nabi yang diberkahi wajah rupawan, berbakti kepada orangtua dan saudaranya dan memiliki kecerdasan yang tinggi.(Namun jauh lebih baik membiasakan khataman Qur’an).
  2. Sugesti semacam ini sangat penting, karena ikut menentukan seperti apa kelak anak yang diinginkan. Adakalanya orangtua tersugesti idola di televisi, seperti penyanyi atau bintang film, lalu menginginkan anaknya seperti idolanya itu.
  3. Namun demikian, mensugestikan diri dengan figur agama jauh lebih baik, seperti para Nabiyullah atau tokoh Khulafaur Rasyidin, Umar bin Abdul Aziz, Salahuddin Al Ayyubi, Siti Aisyah ra, Rabiah Al Adawiyyah, dll. Untuk mengenal tokoh tersebut harus rajin membaca buku agama.
  4. Bisa juga sugesti melalui tokoh terkini, seperti : Abdullah Gymnastiar, Quraish Shihab, Nurcholish Majid, Sutrisno Bachir, Rano Karno, Dede Yusuf, Din Syamsudddin, Amien Rais, Syahrul Gunawan, dll. Atau figur wanita seperti: Megawati, Marissa Haque, Ratih Sanggarwati, Neno Warisman, Astri Ivo, Inneke Kusherawati, Marshanda, dll.

KETIGA: SAAT BAYI LAHIR, HINGGA MAMPU MANDI SENDIRI (USIA 4-5 TAHUN)

  1. Saat bayi lahir, suarakan azdan di telinga kanan dan iqomat ditelinga kiri. Hal ini dimaksudkan agar suara yang pertama didengar bayi di dunia adalah kalimat mengagungkan kebesaran Tuhan, ketauhidan dan syahadat.
  2. Selanjutnya secara rutin membaca Al Qur’an, Surat Yasin setiap hari.
  3. Usai membaca, lalu berdoa memohon barokah dan karomah Surat Yasin tersebut. Kemudian tiupkan ke dalam botol berisi air (berukuran sekitar 1 liter).
  4. Pada saat bayi dimandikan, tuangkan sebagian air (kira-kira ½ liter) yang sudah diberi barokah Surat Yasin tersebut ke dalam ember berisi air biasa. Sisa air dalam botol digunakan untuk mandi berikutnya.
  5. Dalam sehari bayi mandi dengan diberi tambahan air dalam botol tersebut.
  6. Lakukan setiap hari secara rutin hingga anak berusia 4-5 tahun, atau saat anak mulai dapat melakukan mandi sendiri.

KEEMPAT: SAAT BAYI LAHIR HINGGA MENJELANG MASUK SEKOLAH DASAR (USIA 6-7 TAHUN)

Dilakukan mulai bayi lahir. Tujuannya agar anak senantiasa didoakan tamu. Langkahnya sbb:

  1. Apabila kedatangan tamu, maka biasakanlah memperkenalkan anak kepada tamu di ruang tamu. Caranya dengan membawa anak ke ruang tamu hingga tamu dapat melihat dan mengenalnya.
  2. Pada umumnya, tamu akan tersenyum melihat tingkah lucu anak. Pada saat itu, tamu akan berkata, misalnya, ”Aduh cakepnya anak ini, moga-moga jadi anak yang pintar dan soleh,” atau kalimat, “Aduhai cantiknya, mudah-mudahan jadi wanita shalihah,” dll.
  3. Perkataan semacam itu pada hakikatnya bermakna doa. Apabila orangtua mendengarnya, maka ucapkanlah dalam hati, “Amin, Ya Robbal Alamin”.
  4. Apabila sudah terbiasa memperkenalkan anak-anak kepada tamu, maka tentu anak akan semakin banyak yang mendoakannya. Dapat di bayangkan pula beragam doa yang akan didapat anak. Boleh jadi, tamu akan berkata, ”Mudah-mudahan menjadi manusia yang berguna bagi agama dan bangsa.” Atau kata-kata seperti ini, “Semoga kelak jadi pemimpin yang adil dan bijaksana,” dan sejumlah kemungkinan doa-doa yang baik yang bakal diterimanya. Tetapi harus diingat, doa orangtua yang utama.
  5. Meski begitu, adakalanya perilaku anak sering merepotkan orangtua, seperti memecahkan gelas atau mengotori taplak meja. Apabila hal itu terjadi, jangan singkirkan anak dari ruang tamu. Orangtua harus bersikap sabar menunggu hingga tamu berkata yang bermakna doa. Setelah tamu berucap doa, baru anak dipindahkan ke ruang lain atau bermain dengan rekan sebayanya.
  6. Apabila tamu dipersilahkan makan, sebaiknya anak ikut pula makan bersama orangtua dan tamunya.

Harus dipahami, sejalan bertambahnya usia anak, banyak faktor lain yang harus diperhatikan orangtua, seperti pendidikan dan lingkungan. Langkah di atas merupakan perhatian khusus orangtua, sebelum anak memasuki pergaulan luas di sekolah dan lingkungannya.

Langkah tersebut, Insya Allah dapat mencapai keberhasilan memiliki anak unggulan yang hakiki, yaitu mendapat kebahagiaan di dunia dan akhirat.

Catatan: Kisah pada point ketiga Misteri dapatkan dari seorang teman. Dia menceritakan rekannya yang memiliki anak cerdas hingga mendapat beasiswa di Australia. Sekarang anak cerdas itu tinggal di Jepang dan beristeri wanita sana.

Kisah pada point keempat, Misteri dapatkan dari ceramah tarawih di Yogyakarta. Penceramah yang juga dokter senior itu bercerita tentang rekannya yang berprofesi sebagai guru sekolah dan memiliki beberapa anak. Tetapi alhamdulillah, semua anaknya berhasil menjadi sarjana.

Sedangkan point kesatu dan kedua, sebagian sudah umum dilakukan di masyarakat.

sumber: AGUS SISWANTO

December 27, 2008 Posted by | Tips buat Hepi | Leave a comment

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 127 other followers