..sedikit berbagi ilmu..

ketika ilmu begitu bermanfaat

Dari Mana Datangnya Minyak Bumi (part-3)

Dari Mana Datangnya Minyak Bumi (part-3)

..

Untuk apa directional drilling dilakukan?

Secara konvensional sumur dibor berbentuk lurus mendekati arah vertikal. Directional drilling (pemboran berarah) adalah pemboran sumur dimana lubang sumur tidak lurus vertikal, melainkan terarah untuk mencapai target yang diinginkan.

Tujuannya dapat bermacam-macam:

  1. Sidetracking: jika ada rintangan di depan lubang sumur yang akan dibor, maka lubang sumur dapat dielakan atau dibelokan untuk menghindari rintangan tersebut.
  2. Jikalau reservoir yang diinginkan terletak tepat di bawah suatu daerah yang tidak mungkin dilakukan pemboran, misalnya kota, pemukiman penduduk, suaka alam atau suatu tempat yang lingkungannya sangat sensitif. Sumur dapat mulai digali dari tempat lain dan diarahkan menuju reservoir yang bersangkutan.
  3. Untuk menghindari salt-dome (formasi garam yang secara kontinyu terus bergerak) yang dapat merusak lubang sumur. Sering hidrokarbon ditemui dibawah atau di sekitar salt-dome. Pemboran berarah dilakukan untuk dapat mencapai reservoir tersebut dan menghindari salt-dome.
  4. Untuk menghindari fault (patahan geologis).
  5. Untuk membuat cabang beberapa sumur dari satu lubung sumur saja di permukaan.
  6. Untuk mengakses reservoir yang terletak di bawah laut tetapi rignya terletak didarat sehingga dapat lebih murah
  7. Umumnya di offshore, beberapa sumur dapat dibor dari satu platform yang sama sehingga lebih mudah, cepat dan lebih murah
  8. Untuk relief well ke sumur yang sedang tak terkontrol (blow-out)
  9. Untuk membuat sumur horizontal dengan tujuan menaikkan produksi hidrokarbon.
  10. Extended reach: sumur yg mempunyai bagian horizontal yang panjangnya lebih dari 5000m
  11. Sumur multilateral: satu lubang sumur di permukaan tetapi mempunyai beberapa cabang secara lateral di bawah, untuk dapat mengakses beberapa formasi hidrokarbon yang terpisah

Pemboran berarah dapat dikerjakan dengan peralatan membor konvensional, dimana pipa bor diputar dari permukaan untuk memutar mata bor di bawah. Kelemahannya, sudut yang dapat dibentuk sangat terbatas. Pemboran berarah sekarang lebih umum dilakukan dengan memakai motor berpenggerak lumpur (mud motor) yang akan memutar mata bor dan dipasang di ujung pipa pemboran. Seluruh pipa pemboran dari permukaan tidak perlu diputar, pipa pemboran lebih dapat “dilengkungkan” sehingga lubang sumur dapat lebih fleksibel untuk diarahkan.

Apakah perforating?

  • Perforasi (perforating) adalah proses pelubangan dinding sumur (casing dan lapisan semen) sehingga sumur dapat berkomunikasi dengan formasi. Minyak atau gas bumi dapat mengalir ke dalam sumur melalui lubang perforasi ini.
  • Perforating gun yang berisi beberapa shaped-charges diturunkan ke dalam sumur sampai ke kedalaman formasi yang dituju. Shaped-charges ini kemudian diledakan dan menghasilkan semacam semburan jet campuran fluida cair dan gas dari bahan metal bertekanan tinggi (jutaan psi) dan kecepatan tinggi (7000m/s) yang mampu menembus casing baja dan lapisan semen. Semua proses ini terjadi dalam waktu yang sangat singkat.

  • Perforasi dapat dilakukan secara elektrikal dengan menggunakan peralatan logging atau juga secara mekanikal lewat tubing (TCP-Tubing Conveyed Perforations).

Apa artinya Well Testing?

Well testing adalah metode untuk mendapatkan berbagai properti dari reservoir secara dinamis dan hasilnya lebih akurat dalam jangka panjang. Tujuannya:

  1. Untuk memastikan apakah sumur akan mengalir dan berproduksi.
  2. Untuk mengetahui berapa banyak kandungan hidrokarbon di dalam reservoir dan kualitasnya.
  3. Untuk memperkirakan berapa lama reservoirnya akan berproduksi dan berapa lama akan menghasilkan keuntungan secara ekonomi.

Teknik ini dilakukan dengan mengkondisikan reservoir ke keadaan dinamis dengan cara memberi gangguan sehingga tekanan reservoirnya akan berubah. Jika reservoirnya sudah/sedang berproduksi, tes dilakukan dengan cara menutup sumur untuk mematikan aliran fluidanya. Teknik ini disebut buildup test. Jika reservoirnya sudah lama idle, maka sumur dialirkan kembali. Teknik ini disebut drawdown test.

Apakah tujuan stimulasi?

  • Stimulasi (stimulation) adalah proses mekanikal dan/atau chemical yang ditujukan untuk menaikan laju produksi dari suatu sumur. Metode stimulasi dapat dikategorikan tiga macam yang semuanya memakai fluida khusus yang dipompakan ke dalam sumur.

  • Pertama, wellbore cleanup. Fluida treatment dipompakan hanya ke dalam sumur, tidak sampai ke formasi. Tujuan utamanya untuk membersihkan lubang sumur dari berbagai macam kotoran, misalnya deposit asphaltene, paraffin, penyumbatan pasir, dsb. Fluida yang digunakan umumnya campuran asam (acid) karena sifatnya yang korosif.

  • Yang kedua adalah yang disebut stimulasi matriks. Fluida diinjeksikan ke dalam formasi hidrokarbon tanpa memecahkannya. Fluida yang dipakai juga umumnya campuran asam. Fluida ini akan “memakan” kotoran di sekitar lubang sumur dan membersihkannya sehingga fluida hidrokarbon akan mudah mengalir masuk ke dalam lubang sumur.

  • Teknik ketiga dinamakan fracturing; fluida diinjeksikan ke dalam formasi dengan laju dan tekanan tertentu sehingga formasi akan pecah atau merekah. Pada propped fracturing, material proppant (mirip pasir) digunakan untuk menahan rekahan formasi agar tetap terbuka. Sementara pada acid fracturing, fluida campuran asam digunakan untuk melarutkan material formasi di sekitar rekahan sehingga rekahan tersebut menganga terbuka. Rekahan ini akan menjadi semacam jalan tol berkonduktivitas tinggi dimana fluida hidrokarbon dapat mengalir dengan lebih optimum masuk ke dalam sumur.

Apakah yang dimaksud dengan artificial lift?

  • Artificial lift adalah metode untuk mengangkat hidrokarbon, umumnya minyak bumi, dari dalam sumur ke atas permukaan. Ini biasanya dikarenakan tekanan reservoirnya tidak cukup tinggi untuk mendorong minyak sampai ke atas ataupun tidak ekonomis jika mengalir secara alamiah.

  • Artificial lift umumnya terdiri dari lima macam yang digolongkan menurut jenis peralatannya.
  1. Pertama adalah yang disebut subsurface electrical pumping, menggunakan pompa sentrifugal bertingkat yang digerakan oleh motor listrik dan dipasang jauh di dalam sumur.
  2. Yang kedua adalah sistem gas lifting, menginjeksikan gas (umumnya gas alam) ke dalam kolom minyak di dalam sumur sehingga berat minyak menjadi lebih ringan dan lebih mampu mengalir sampai ke permukaan.
  3. Teknik ketiga dengan menggunakan pompa elektrikal-mekanikal yang dipasang di permukaan yang umum disebut sucker rod pumping atau juga beam pump. Menggunakan prinsip katup searah (check valve), pompa ini akan mengangkat fluida formasi ke permukaan. Karena pergerakannya naik turun seperti mengangguk, pompa ini terkenal juga dengan julukan pompa angguk
  4. Metode keempat disebut sistem jet pump. Fluida dipompakan ke dalam sumur bertekanan tinggi lalu disemprotkan lewat nosel ke dalam kolom minyak. Melewati lubang nosel, fluida ini akan bertambah kecepatan dan energi kinetiknya sehingga mampu mendorong minyak sampai ke permukaan
  5. Kelima, sistem yang memakai progressive cavity pump (sejenis dengan mud motor). Pompa dipasang di dalam sumur tetapi motor dipasang di permukaan. Keduanya dihubungkan dengan batang baja yang disebut sucker rod

Apa yang dimaksud dengan Enhanced Oil Recovery?

EOR merupakan teknik lanjutan untuk mengangkat minyak jika berbagai teknik dasar sudah dilakukan tetapi hasilnya tidak seperti yang diharapkan atau tidak ekonomis. Ada tiga macam teknik EOR yang umum:

  • Teknik termal: menginjeksikan fluida bertemperatur tinggi ke dalam formasi untuk menurunkan viskositas minyak sehingga mudah mengalir. Dengan menginjeksikan fluida tersebut, juga diharapkan tekanan reservoir akan naik dan minyak akan terdorong ke arah sumur produksi. Merupakan teknik EOR yang paling popular. Seringnya menggunakan air panas (water injection) atau uap air (steam injection).
  • Teknik chemical: menginjeksikan bahan kimia berupa surfactant atau bahan polimer untuk mengubah properti fisika dari minyak ataupun fluida yang dipindahkan. Hasilnya, minyak dapat lebih mudah mengalir.
  • Proses miscible: menginjeksikan fluida pendorong yang akan bercampur dengan minyak untuk lalu diproduksi. Fluida yang digunakan misalnya larutan hidrokarbon, gas hidrokarbon, CO2 ataupun gas nitrogen.

Selain bahan bakar, apa saja yang dapat dibuat dari minyak dan gas?

Ban mobil, disket komputer, kantung plastik, sandal, tali nilon, boneka, bandage, colokan listrik, crayon warna, atap rumah, skrin teras rumah, kamera, lem, foto, kapsul untuk obat, aspirin, pupuk, tuts piano, lipstik, jam digital, gantole, kacamata, kartu kredit, balon, shampo, bola golf, cat rumah, lensa kontak, antiseptik, piring, cangkir, tenda, deodorant, pasta gigi, obat serangga, CD, gorden bak mandi, pengering rambut, parfum, bola sepak, pakaian, krim pencukur jenggot, tinta, koper, pelampung, pewarna buatan, kacamata keselamatan, pakaian dalam, lilin, payung, mobil-mobilan, keyboard komputer, pengawet makanan, pulpen …. dan lain-lain tak terhitung lagi banyaknya.

v

v

Sumber : Schlumberger..

Advertisements

January 26, 2009 Posted by | oil and gas | , , , , , , , , | 9 Comments

Dari Mana Datangnya Minyak Bumi (part-2)

Dari Mana Datangnya Minyak Bumi (part-2)

.

Ada berapa macam jenis sumur?

Di dunia perminyakan umumnya dikenal tiga macam jenis sumur:

  • Pertama, sumur eksplorasi (sering disebut juga wildcat) yaitu sumur yang dibor untuk mentukan apakah terdapat minyak atau gas di suatu tempat yang sama sekali baru.
  • Jika sumur eksplorasi menemukan minyak atau gas, maka beberapa sumur konfirmasi (confirmation well) akan dibor di beberapa tempat yang berbeda di sekitarnya untuk memastikan apakah kandungan hidrokarbonnya cukup untuk dikembangkan.
  • Ketiga, sumur pengembangan (development well) adalah sumur yang dibor di suatu lapangan minyak yang telah eksis. Tujuannya untuk mengambil hidrokarbon semaksimal mungkin dari lapangan tersebut.

Istilah persumuran lainnya:

  • Sumur produksi: sumur yang menghasilkan hidrokarbon, baik minyak, gas ataupun keduanya. Aliran fluida dari bawah ke atas.

  • Sumur injeksi: sumur untuk menginjeksikan fluida tertentu ke dalam formasi (lihat Enhanced Oil Recovery di bagian akhir). Aliran fluida dari atas ke bawah.

  • Sumur vertikal: sumur yang bentuknya lurus dan vertikal.

  • Sumur berarah (deviated well, directional well): sumur yang bentuk geometrinya tidak lurus vertikal, bisa berbentuk huruf S, J atau L.

  • Sumur horisontal: sumur dimana ada bagiannya yang berbentuk horisontal. Merupakan bagian dari sumur berarah.

Mengapa digunakan lumpur untuk pemboran?

  • Lumpur umumnya campuran dari tanah liat (clay), biasanya bentonite, dan air yang digunakan untuk membawa cutting ke atas permukaan. Lumpur berfungsi sebagai lubrikasi dan medium pendingin untuk pipa pemboran dan mata bor. Lumpur merupakan komponen penting dalam pengendalian sumur (well-control), karena tekanan hidrostatisnya dipakai untuk mencegah fluida formasi masuk ke dalam sumur. Lumpur juga digunakan untuk membentuk lapisan solid sepanjang dinding sumur (filter-cake) yang berguna untuk mengontrol fluida yang hilang ke dalam formasi (fluid-loss).

Bagaimana pengerjaan pemboran sumur dilakukan?

  • Pemboran sumur dilakukan dengan mengkombinasikan putaran dan tekanan pada mata bor. Pada pemboran konvensional, seluruh pipa bor diputar dari atas permukaan oleh alat yang disebut turntable. Turntable ini diputar oleh mesin diesel, baik secara elektrik ataupun transmisi mekanikal. Dengan berputar, roda gerigi di mata bor akan menggali bebatuan. Daya dorong mata bor diperoleh dari berat pipa bor. Semakin dalam sumur dibor, semakin banyak pipa bor yang dipakai dan disambung satu persatu. Selama pemboran lumpur dipompakan dari pompa lumpur masuk melalui dalam pipa bor ke bawah menuju mata bor. Nosel di mata bor akan menginjeksikan lumpur tadi keluar dengan kecepatan tinggi yang akan membantu menggali bebatuan. Kemudian lumpur naik kembali ke permukaan lewat annulus, yaitu celah antara lubang sumur dan pipa bor, membawa cutting hasil pemboran.

Mengapa pengerjaan logging dilakukan?

  • Logging adalah teknik untuk mengambil data-data dari formasi dan lubang sumur dengan menggunakan instrumen khusus. Pekerjaan yang dapat dilakukan meliputi pengukuran data-data properti elektrikal (resistivitas dan konduktivitas pada berbagai frekuensi), data nuklir secara aktif dan pasif, ukuran lubang sumur, pengambilan sampel fluida formasi, pengukuran tekanan formasi, pengambilan material formasi (coring) dari dinding sumur, dsb.

  • Logging tool (peralatan utama logging, berbentuk pipa pejal berisi alat pengirim dan sensor penerima sinyal) diturunkan ke dalam sumur melalui tali baja berisi kabel listrik ke kedalaman yang diinginkan. Biasanya pengukuran dilakukan pada saat logging tool ini ditarik ke atas. Logging tool akan mengirim sesuatu “sinyal” (gelombang suara, arus listrik, tegangan listrik, medan magnet, partikel nuklir, dsb.) ke dalam formasi lewat dinding sumur. Sinyal tersebut akan dipantulkan oleh berbagai macam material di dalam formasi dan juga material dinding sumur. Pantulan sinyal kemudian ditangkap oleh sensor penerima di dalam logging tool lalu dikonversi menjadi data digital dan ditransmisikan lewat kabel logging ke unit di permukaan. Sinyal digital tersebut lalu diolah oleh seperangkat komputer menjadi berbagai macam grafik dan tabulasi data yang diprint pada continuos paper yang dinamakan log. Kemudian log tersebut akan diintepretasikan dan dievaluasi oleh geologis dan ahli geofisika. Hasilnya sangat penting untuk pengambilan keputusan baik pada saat pemboran ataupun untuk tahap produksi nanti.

  • Logging-While-Drilling (LWD) adalah pengerjaan logging yang dilakukan bersamaan pada saat membor. Alatnya dipasang di dekat mata bor. Data dikirimkan melalui pulsa tekanan lewat lumpur pemboran ke sensor di permukaan. Setelah diolah lewat serangkaian komputer, hasilnya juga berupa grafik log di atas kertas. LWD berguna untuk memberi informasi formasi (resistivitas, porositas, sonic dan gamma-ray) sedini mungkin pada saat pemboran.

  • Mud logging adalah pekerjaan mengumpulkan, menganalisis dan merekam semua informasi dari partikel solid, cairan dan gas yang terbawa ke permukaan oleh lumpur pada saat pemboran. Tujuan utamanya adalah untuk mengetahui berbagai parameter pemboran dan formasi sumur yang sedang dibor.

Mengapa sumur harus disemen?

Penyemenan sumur digolongkan menjadi dua bagian:

  • Pertama, primary cementing, yaitu penyemenan pada saat sumur sedang dibuat. Sebelum penyemenan ini dilakukan, casing dipasang dulu sepanjang lubang sumur. Campuran semen (semen+air+aditif) dipompakan ke dalam annulus (ruang/celah antara dua tubular yang berbeda ukuran, bisa casing dengan lubang sumur, bisa casing dengan casing). Fungsi utamanya untuk pengisolasian berbagai macam lapisan formasi sepanjang sumur agar tidak saling berkomunikasi. Fungsi lainnya menahan beban aksial casing dengan casing berikutnya, menyokong casing dan menyokong lubang sumur (borehole).

  • Kedua, remedial cementing, yaitu penyemenan pada saat sumurnya sudah jadi. Tujuannya bermacam-macam, bisa untuk mereparasi primary cementing yang kurang sempurna, bisa untuk menutup berbagai macam lubang di dinding sumur yang tidak dikehendaki (misalnya lubang perforasi yang akan disumbat, kebocoran di casing, dsb.), dapat juga untuk menyumbat lubang sumur seluruhnya.

Semen yang digunakan adalah semen jenis Portland biasa. Dengan mencampurkannya dengan air, jadilah bubur semen (cement slurry). Ditambah dengan berbagai macam aditif, properti semen dapat divariasikan dan dikontrol sesuai yang dikehendaki.

Semen, air dan bahan aditif dicampur di permukaan dengan memakai peralatan khusus. Sesudah menjadi bubur semen, lalu dipompakan ke dalam sumur melewati casing. Kemudian bubur semen ini didorong dengan cara memompakan fluida lainnya, seringnya lumpur atau air, terus sampai ke dasar sumur, keluar dari ujung casing masuk lewat annulus untuk naik kembali ke permukaan. Diharapkan seluruh atau sebagian dari annulus ini akan terisi oleh bubur semen. Setelah beberapa waktu dan semen sudah mengeras, pemboran bagian sumur yang lebih dalam dapat dilanjutkan.

..

Sumber : Schlumberger..

January 26, 2009 Posted by | oil and gas | , , , , | 5 Comments

Apa itu Rig?

Apa itu Rig?

Apakah rig? Apa saja jenis-jenisnya?

Rig adalah serangkaian peralatan khusus yang digunakan untuk membor sumur atau mengakses sumur. Ciri utama rig adalah adanya menara yang terbuat dari baja yang digunakan untuk menaik-turunkan pipa-pipa tubular sumur.

Umumnya, rig dikategorikan menjadi dua macam menurut tempat beroperasinya:

  • Rig darat (land-rig): beroperasi di darat.
  • Rig laut (offshore-rig): beroperasi di atas permukaan air (laut, sungai, rawa-rawa, danau atau delta sungai).

Ada bermacam-macam offshore-rig yang digolongkan berdasarkan kedalaman air:

  • Swamp barge: kedalaman air maksimal 7m saja. Sangat umum dipakai di daerah rawa-rawa atau delta sungai.
  • Tender barge: mirip swamp barge tetapi di pakai di perairan yang lebih dalam.
  • Jackup rig: platform yang dapat mengapung dan mempunyai tiga atau empat “kaki” yang dapat dinaik-turunkan. Untuk dapat dioperasikan, semua kakinya harus diturunkan sampai menginjak dasar laut. Terus badan rig akan diangkat sampai di atas permukaan air sehingga bentuknya menjadi semacam platform tetap. Untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lain, semua kakinya haruslah dinaikan terlebih dahulu sehingga badan rig mengapung di atas permukaan air. Lalu rig ini ditarik menggunakan beberapa kapal tarik ke lokasi yang dituju. Kedalaman operasi rig jackup adalah dari 5m sampai 200m.
  • Drilling jacket: platform struktur baja, umumnya berukuran kecil dan cocok dipakai di laut tenang dan dangkal. Sering dikombinasikan dengan rig jackup atau tender barge.

  • Semi-submersible rig: sering hanya disebut “semis” merupakan rig jenis mengapung. Rig ini “diikat” ke dasar laut menggunakan tali mooring dan jangkar agar posisinya tetap di permukaan. Dengan menggunakan thruster, yaitu semacam baling-baling di sekelilingnya, rig semis mampu mengatur posisinya secara dinamis. Rig semis sering digunakan jika lautnya terlalu dalam untuk rig jackup. Karena karakternya yang sangat stabil, rig ini juga popular dipakai di daerah laut berombak besar dan bercuaca buruk.

  • Drill ship: prinsipnya menaruh rig di atas sebuah kapal laut. Sangat cocok dipakai di daerah laut dalam. Posisi kapal dikontrol oleh sistem thrusterberpengendali komputer. Dapat bergerak sendiri dan daya muatnya yang paling banyak membuatnya sering dipakai di daerah terpencil atau jauh dari darat.

Dari fungsinya, rig dapat digolongkan menjadi dua macam:

  • Drilling rig: rig yang dipakai untuk membor sumur, baik sumur baru, cabang sumur baru maupun memperdalam sumur lama.
  • Workover rig: fungsinya untuk melakukan sesuatu terhadap sumur yang telah ada, misalnya untuk perawatan, perbaikan, penutupan, dsb.


Apa saja komponen rig ?

Komponen rig dapat digolongkan menjadi lima bagian besar:

  • Hoisting system: fungsi utamanya menurunkan dan menaikkan tubular (pipa pemboran, peralatan completion atau pipa produksi) masuk-keluar lubang sumur. Menara rig (mast atau derrick) termasuk dalam sistem ini.
  • Rotary system: berfungsi untuk memutarkan pipa-pipa tersebut di dalam sumur. Pada pemboran konvensional, pipa pemboran (drill strings) memutar mata-bor (drill bit) untuk menggali sumur.

  • Circulation system: untuk mensirkulasikan fluida pemboran keluar masuk sumur dan menjaga agar properti lumpur seperti yang diinginkan. Sistem ini meliputi (1) pompa tekanan tinggi untuk memompakan lumpur keluar masuk-sumur dan pompa tekanan rendah untuk mensirkulasikannya di permukaan, (2) peralatan untuk mengkondisikan lumpur: shale shaker berfungsi untuk memisahkan solid hasil pemboran (cutting) dari lumpur; desander untuk memisahkan pasir; degasser untuk mengeluarkan gas, desilter untuk memisahkan partikel solid berukuran kecil, dsb.
  • Blowout prevention system: peralatan untuk mencegah blowout (meledaknya sumur di permukaan akibat tekanan tinggi dari dalam sumur). Yang utama adalah BOP (Blow Out Preventer) yang tersusun atas berbagai katup (valve) dan dipasang di kepala sumur (wellhead).
  • Power system: yaitu sumber tenaga untuk menggerakan semua sistem di atas dan juga untuk suplai listrik. Sebagai sumber tenaga, biasanya digunakan mesin diesel berkapasitas besar.

..

Sumber : Schlumberger..

January 26, 2009 Posted by | oil and gas | , , , , , , | 6 Comments

Dari Mana Datangnya Minyak Bumi (part-1)

Dari Mana Datangnya Minyak Bumi (part-1)

..

Bagaimana terjadinya minyak dan gas bumi?

Ada tiga faktor utama dalam pembentukan minyak dan/atau gas bumi, yaitu:

  • Pertama, ada “bebatuan asal” (source rock) yang secara geologis memungkinkan terjadinya pembentukan minyak dan gas bumi.
  • Kedua, adanya perpindahan (migrasi) hidrokarbon dari bebatuan asal menuju ke “bebatuan reservoir” (reservoir rock), umumnya sandstone atau limestone yang berpori-pori (porous) dan ukurannya cukup untuk menampung hidrokarbon tersebut.
  • Ketiga, adanya jebakan (entrapment) geologis. Struktur geologis kulit bumi yang tidak teratur bentuknya, akibat pergerakan dari bumi sendiri (misalnya gempa bumi dan erupsi gunung api) dan erosi oleh air dan angin secara terus menerus, dapat menciptakan suatu “ruangan” bawah tanah yang menjadi jebakan hidrokarbon. Kalau jebakan ini dilingkupi oleh lapisan yang impermeable, maka hidrokarbon tadi akan diam di tempat dan tidak bisa bergerak kemana-mana lagi. Temperatur bawah tanah, yang semakin dalam semakin tinggi, merupakan faktor penting lainnya dalam pembentukan hidrokarbon. Hidrokarbon jarang terbentuk pada temperatur kurang dari 65oC dan umumnya terurai pada suhu di atas 260oC. Hidrokarbon kebanyakan ditemukan pada suhu moderat, dari 107 ke 177oC.

Apa saja komponen-komponen pembentuk minyak bumi?

  • Minyak bumi merupakan campuran rumit dari ratusan rantai hidrokarbon, yang umumnya tersusun atas 85% karbon (C) dan 15% hidrogen (H). Selain itu, juga terdapat bahan organik dalam jumlah kecil dan mengandung oksigen (O), sulfur (S) atau nitrogen (N).

Apakah ada perbedaan dari jenis-jenis minyak bumi?

  • Ya, ada 4 macam yang digolongkan menurut umur dan letak kedalamannya, yaitu: young-shallow, old-shallow, young-deep dan old-deep. Minyak bumi young-shallow biasanya bersifat masam (sour), mengandung banyak bahan aromatik, sangat kental dan kandungan sulfurnya tinggi. Minyak old-shallow biasanya kurang kental, titik didih yang lebih rendah, dan rantai paraffin yang lebih pendek. Old-deep membutuhkan waktu yang paling lama untuk pemrosesan, titik didihnya paling rendah dan juga viskositasnya paling encer. Sulfur yang terkandung dapat teruraikan menjadi H2S yang dapat lepas, sehingga old-deep adalah minyak mentah yang dikatakan paling “sweet”. Minyak semacam inilah yang paling diinginkan karena dapat menghasilkan bensin (gasoline) yang paling banyak.

Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk membentuk minyak bumi?

  • Sekitar 30-juta tahun di pertengahan jaman Cretaceous, pada akhir jaman dinosaurus, lebih dari 50% dari cadangan minyak dunia yang sudah diketahui terbentuk. Cadangan lainnya bahkan diperkirakan lebih tua lagi. Dari sebuah fosil yang diketemukan bersamaan dengan minyak bumi dari jaman Cambrian, diperkirakan umurnya sekitar 544 sampai 505-juta tahun yang lalu.

  • Para geologis umumnya sependapat bahwa minyak bumi terbentuk selama jutaan tahun dari organisme, tumbuhan dan hewan, berukuran sangat kecil yang hidup di lautan purba. Begitu organisme laut ini mati, badannya terkubur di dasar lautan lalu tertimbun pasir dan lumpur, membentuk lapisan yang kaya zat organik yang akhirnya akan menjadi batuan endapan (sedimentary rock). Proses ini berulang terus, satu lapisan menutup lapisan sebelumnya. Lalu selama jutaan tahun berikutnya, lautan di bumi ada yang menyusut atau berpindah tempat.

  • Deposit yang membentuk batuan endapan umumnya tidak cukup mengandung oksigen untuk mendekomposisi material organik tadi secara komplit. Bakteri mengurai zat ini, molekul demi molekul, menjadi material yang kaya hidrogen dan karbon. Tekanan dan temperatur yang semakin tinggi dari lapisan bebatuan di atasnya kemudian mendistilasi sisa-sisa bahan organik, lalu pelan-pelan mengubahnya menjadi minyak bumi dan gas alam. Bebatuan yang mengandung minyak bumi tertua diketahui berumur lebih dari 600-juta tahun. Yang paling muda berumur sekitar 1-juta tahun. Secara umum bebatuan dimana diketemukan minyak berumur antara 10-juta dan 270-juta tahun.

Bagaimana caranya menemukan minyak bumi?

  • Ada berbagai macam cara: observasi geologi, survei gravitasi, survei magnetik, survei seismik, membor sumur uji, atau dengan educated guess dan faktor keberuntungan.

  • Survei gravitasi: metode ini mengukur variasi medan gravitasi bumi yang disebabkan perbedaan densitas material di struktur geologi kulit bumi.

  • Survei magnetik: metode ini mengukur variasi medan magnetik bumi yang disebabkan perbedaan properti magnetik dari bebatuan di bawah permukaan.

  • Kedua survei ini biasanya dilakukan di wilayah yang luas seperti misalnya suatu cekungan (basin). Dari hasil pemetaan ini, baru metode seismik umumnya dilakukan.

  • Survei seismik menggunakan gelombang kejut (shock-wave) buatan yang diarahkan untuk melalui bebatuan menuju target reservoir dan daerah sekitarnya. Oleh berbagai lapisan material di bawah tanah, gelombang kejut ini akan dipantulkan ke permukaan dan ditangkap oleh alat receivers sebagai pulsa tekanan (oleh hydrophone di daerah perairan) atau sebagai percepatan (oleh geophone di darat). Sinyal pantulan ini lalu diproses secara digital menjadi sebuah peta akustik bawah permukaan untuk kemudian dapat diinterpretasikan.

Aplikasi metode seismik:

  • Tahap eksplorasi: untuk menentukan struktur dan stratigrafi endapan dimana sumur nanti akan digali.
  • Tahap penilaian dan pengembangan: untuk mengestimasi volume cadangan hidrokarbon dan untuk menyusun rencana pengembangan yang paling baik.
  • Pada fase produksi: untuk memonitor kondisi reservoir, seperti menganalisis kontak antar fluida reservoir (gas-minyak-air), distribusi fluida dan perubahan tekanan reservoir.

Setelah kita yakin telah menemukan minyak, apa selanjutnya?

  • Setelah mengevaluasi reservoir, selanjutnya tahap mengembangkan reservoir. Yang pertama dilakukan adalah membangun sumur (well-construction) meliputi pemboran (drilling), memasang tubular sumur (casing) dan penyemenan (cementing). Lalu proses completion untuk membuat sumur siap digunakan. Proses ini meliputi perforasi yaitu pelubangan dinding sumur; pemasangan seluruh pipa-pipa dan katup produksi beserta asesorinya untuk mengalirkan minyak dan gas ke permukaan; pemasangan kepala sumur (wellhead atau chrismast tree) di permukaan; pemasangan berbagai peralatan keselamatan, pemasangan pompa kalau diperlukan, dsb. Jika dibutuhkan, metode stimulasi juga dilakukan dalam fase ini. Selanjutnya well-evaluation untuk mengevaluasi kondisi sumur dan formasi di dalam sumur. Teknik yang paling umum dinamakan logging yang dapat dilakukan pada saat sumur masih dibor ataupun sumurnya sudah jadi.

..

Sumber : Schlumberger..

January 26, 2009 Posted by | oil and gas | , | 6 Comments

Careers in Oil and Gas

Careers in Oil and Gas

Some of the most common career opportunities at oil and gas company and in the exploration and production industry include:

Engineering

Reservoir Engineer

You will be responsible for the Reservoir/Petroleum Engineering management of a number of oil and/or gas fields in the Cooper Basin. The role will involve developing and implementing Field Depletion Plans for your fields to maximise value. In addition, you will develop annual production forecasts, recommend reserves updates and prepare documentation and presentations for project approval and develop joint venture budgets.

Completions Engineer

You will optimise the planning and implementation of cased hole sub surface work programs for Santos’ onshore oil and gas wells. You will evaluate new work processes and the application of technology to improve the productivity and value of the work outcome. The role will involve strict adherence to environment, health and safety requirements as well as successful management of project cycle times, productivity and cost of work activities.

Drilling Engineer

You will provide engineering, design, planning and operational support for conventional oil and gas or coal seam gas drilling projects onshore. The role is responsible for the continuous improvement of the drilling operation, including environment, health and safety performance and the time and cost to drill wells. You have a continuous improvement work ethic and will be constantly researching and implementing means to improve the productivity of the drilling operation.

Fracture Stimulation Engineer

You will design, plan and execute fracture stimulation projects to maximise deliverability and reserve development of our hydrocarbon resources. Key responsibilities include enhancing the Fracture team’s productivity and providing pre- and post-project fracture stimulation support to Exploration and Exploitation teams.

Machinery Reliability Engineer

You will provide technical support with a focus on machinery performance across Santos’ operational sites. This will involve evaluations and recommendations for all mechanical rotating equipment and contributing to all stages of equipment life cycle. In addition, you will support cross-functional Site Reliability Teams to enable sustainable reliability performance.

Mechanical Engineer

With a focus on safety and integrity related projects, you will provide mechanical engineering support to operations assets and ensure improvement in asset management through the introduction of new technologies and programs.

Pipeline Engineer

You will support, develop and maintain programs to ensure the ongoing reliability and integrity of field pipelines and associated equipment across our onshore assets. A key focus is integrity management of the Cooper Basin pipelines and development of best practice risk-based programs.

Production Optimisation Engineer

Partially field-based, you will be the senior production optimisation engineer for the Cooper Basin fields managed by the Production Optimisation Team. Your main responsibility will be optimisation of the short-term management of the Cooper Basin fields, acting as key production optimisation support engineer for field-based members of the asset team.

Staff Petroleum Engineer

You will be responsible for the reservoir/petroleum engineering management of a number of oil and/or gas fields in our South Australian operations. The role will involve developing and implementing integrated FDPs for your fields, as well as project managing development/delineation projects and monitoring scheduling activity, including compression projects.

Integrity Engineer

You will be responsible for developing and maintaining best practice, risk based integrity programs that assure the ongoing reliability of pressure equipment across Santos operated assets.

You will also provide technical support to the operations on pressure equipment integrity management and materials selections, and coordinate failure investigations and steward implementation of improvement recommendations.

Reliability Engineer, Power and Control Systems

You will provide technical support with a focus on performance of Power and Control Systems (P&CS) across company’s operational sites.

Working as part of a team you will develop, monitor and continuously improve Reliability Management Plans for all P&CS equipment and major rotating machinery. You will also be accountable for facilitating and stewarding failure investigations and actions and initiating and monitoring Capital Projects to address identified reliability issues.

Plant Support Engineer

You will be responsible for monitoring and optimising plant performance to ensure preservation of plant capacities and product splits.

You will identify and implement improvement opportunities and steward failure investigations to actively reduce process, reliability and process safety risks. You will provide technical support and work closely with plant operations personnel.

Field Support Engineer

You will be responsible for the identification and closure of gaps between facilities capacity and actual performance including energy and machinery efficiency.

Within an operating field you will forecast field capability and using the management of change process, initiate and implement required changes to improve facility performance. You will carry out monthly reconciliation of field performance and use root cause analysis and production tools to develop improvement plans.

Geoscience

Geologist
Responsible for assessing the hydrocarbon potential of sedimentary basins and prospects, including regional basin analysis, hydrocarbon systems analysis, detailed structural and stratigraphic studies incorporating surface and subsurface information, hydrocarbon play analysis and risk assessment. Also responsible for developing depletion plans for producing and yet to be developed fields, including focused reservoir studies building computer based 3D geological reservoir models.

Geophysicist
Responsible for seismic data analysis, including structural and stratigraphic interpretation, geophysical modelling, velocity analysis and depth conversion, and seismic attribute analysis.

Petrophysicist
Responsible for integrating well data and well logs to arrive at evaluations of the oil and gas content and productivity of wells and accumulations.

Palynologist
Responsible for the provision of subsurface age determination, inferred stratigraphic correlation, depositional environments, hydrocarbon source rock potential and maturity data by analysing the organic matter contained in the sediments.

January 19, 2009 Posted by | News | , , , | 2 Comments

Analisa Dinamis Vibrasi Pipa

Analisa Dinamis Vibrasi pada Pipa dengan Bantuan ANSYS 11.0

Fluida yang mengalir di dalam pipa bisa menyebabkan pipa mengalami kegagalan. Hal ini terjadi jika tegangan yang dihasilkan oleh fluida yang diterima dinding pipa melebihi tegangan ijin dari material pipa tersebut. Apalagi jika pipa tersebut mempunyai sambungan SBC (small bore connection) maka yang menjadi batasan maksimal adalah berapa tegangan yang diijinkan terjadi pada daerah sambungan SBC. Dimana nilainya tergantung pada jenis dan tipe sambungan SBC yang mana mempunyai grafik S-N (fatigue/kelelahan) yang berbeda-beda.

Menganalisa fenomena ini bisa digunakan bantuan Finite Elemen Method (FEM) dengan bantuan piranti komputer. Ada beberapa software yang bisa digunakan untuk menyelesaikan masalah ini dan yang saya rekomendasikan adalah software ANSYS. ANSYS adalah software multi guna yang bisa digunakan untuk memodelkan dan menyelesaikan berbagai macam masalah dalam dunia industri. Untuk masalah pipa sebenarnya ada beberapa software yang bisa membantu seperti CAESAR dan AutoPipe. Namun untuk analisa dinamis akibat vibrasi karena fluida yang mengalir di dalam pipa sejauh yang saya pahami kedua software tersebut tidak mampu untuk melakukannya. CAESAR dan AutoPipa lebih pada analisa statis biasa dan analisa dinamis lebih pada analisa untuk masalah water hammer dan fluid transient.

Untuk analisa dengan bantuan ANSYS yang perlu dipersiapkan adalah 3 jenis software ANSYS yaitu ANSYS ICEM, ANSYS CFX dan ANSYS Multiphysic, semuanya tersedia dalam package ANSYS version 11.0

ANSYS ICEM

Digunakan untuk memodelkan fluida dimana model fluida sama dengan model pipa itu sendiri karena seperti yang kita ketahui bentuk fluida tergantung pada wadahnya. Jadi intinya di ANSYS ini semua geometri yang digunakan adalah geometri pipa, yaitu diameter dalam dan panjang pipa. Kita tidak memasukkan ketebalan pipa. Setelah model jadi, kemudian kita lakukan meshing. Meshing adalah bagian terpenting dalam ANSYS. Usahakan membuat ukuran meshing sekecil mungkin sehingga output hasil analisa akan semakin valid.

Untuk memudahkan pemodelan dalam ANSYS ICEM, bagi yang terbiasa menggunakan software AutoCAD kita bisa menggukannya. Modelkan di AutoCAD lalu filenya dipanggil di ANSYS ICEM. Jadi setelah memanggil file kita tinggal melakukan meshing.

ANSYS CFX

Digunakan untuk menganalisa fluida yang sudah dimodelkan dalam ANSYS ICEM. Di sini kita memanggil file model yang sudah dimeshing oleh ANSYS ICEM. ANSYS CFX bisa mengeluarkan output mulai dari pressure fluida ke segalah arah maupun resultannya, force, temperatur, sebaran kecepatan fluida, dan lain-lain. Seperti ANSYS pada umumnya ANSYS CFX terdiri dari 3 bagian pengerjaan yaitu Pre, Solver dan Post. CFX-Pre mendefinisikan fluida yang akan dianalisa, mulai dari menentukan kecepatan fluida di inlet dan outlet, tekanan dan temperature fluida dan boundary condition yang diperlukan. Kemudian CFX-Solver akan menganalisa (running) semua yang telah ditetapkan di CFX-Pre dan hasilnya dapat dilihat pada CFX-Post berupa tabel, grafik maupun kontur berupa gambar lengkap dengan sebaran warnanya.

ANSYS Multiphysics

ANSYS jenis ini adalah ANSYS yang biasa digunakan untuk mengalisa model teknik. Di ANSYS ini yang dimodelkan bukan lagi fluidanya melainkan struktur pipanya. Ada 2 macam pekerjaan yang dilakukan, yaitu global analysis untuk mencari frekuensi natural pipa dan local analysis untuk menganalisa kekuatan pipa akibat beban dinamis vibrasi pipa.

Untuk mencari frekuensi natural (natural frequency), pipa dimodelkan sempurna sesuai dengan geometrinya di lapangan. Setelah model selesai, tentukanlan peletakan support dengan mendefinisikan displacement arah Y sama dengan 0 (nol), dan pada bagian kedua ujung pipa diasumsikan dijepit sehingga gaya ke segala arah adalah 0 (nol), lalu dilakukan modal analysis sehingga diperoleh output berupa mode shape dan frekuensinya.

Setalah itu dilakukan analisa dinamis vibrasi pipa. Pada dasarnya ANSYS melakukan local analysis bukan global analysis sehingga untuk analisa ini kita tidak memodelkan pipa keseluruhan tetapi hanya pada bagian kritis saja. Bagaimana pemilihan bagian yang akan dimodelkan adalah tergantung hasil output dari ANSYS CFX. Pada ANSYS CFX kita bisa melihat pada bagian mana terdapat sebaran tegangan terbesar. Bagian itulah yang kemudian kita modelkan dalam ANSYS Multiphysiscs. Setelah model selesai, seperti biasa kita lakukan meshing. Meshing sempurna dan tidak ada error, dilanjutkan dengan melakukan harmonic analysis. Pada analisa ini kita memasukkan inputan berupa nilai sebaran gaya (force) yang dihasilkan dari ANSYS CFX pada model di ANSYS Multiphysiscs. Penempatan tegangan harus sesuai lokasinya seperti output dari ANSYS CFX. Kemudian kita masukkan nilai frekuensi yang telah diperoleh sebelumnya, time step serta nilai koefisien damping. Setelah itu running!

Hasil output berupa sebaran tegangan yang biasa disebut sebagai tegangan Von Misses. Hasil tegangan ini sangat tergantung nilai frekuensi yang dimasukkan dan nilainya bisa jauh sekali jika dibandingkan dengan hasil dari ANSYS CFX. Sebagai contoh, untuk input force dari ANSYS CFX sebesar 25N (F=P*A, dari tegangan P = 15.625 Pa dengan luas sebaran A = 0,0016m2) dengan frekuensi 10Hz diperoleh hasil tegangan Von Misses pada ANSYS Multiphysics sebesar 12,5.106Pa atau 12,5 MPa.

-www.vladvamphire.wordpress.com-

January 19, 2009 Posted by | Piping/Pipeline | , , , , , | 23 Comments

Doesnt’ Really Matter what The eyes is seeing

Dear Diary,

Hai Di , udah lama vella ngga nulisin kamu yah, banyak banget yang vella mau ceritain ke kamu Di. Tadi pagi vella sama temen2 ngomongin cowok masing-masing. Di masih inget sama evan kan ? cowoknya vella ? Vella malu banget deh sama dia . Dia soalnya ngga kayak cowok2 temen vella yang lain Di. Sebel deh sama evan, Bayangin deh Di semua minusnya evan nih yah :

– Minus 10 karena dia ngga punya handphone !!! padahal cowok2 temen vella yang lain punya handphone.

– Minus 10 karena dia ngga dibolehin nyetir mobil sama ortunya karena belum 17, padahal cowok2 temen vella yang lain biar sama2 smp udah boleh bawa sendiri !!!!!

– Minus 10 karena dia itu rambutnya cuma cepak biasa, padahal cowok2 temen vella yang lain itu rambutnya

– Minus 10 buat dia karena dia itu ngga suka ke tempat2 dugem Di !! padahal vella suka banget ke sana , malu banget ngga sih punya cowok kayak gitu

– Minus 10 buat dia lagi Di ! karena dia punya satu pun jacket xsml padahal cowok2 temen vella yang lain sering banget belanja disana, kalau dia sih paling pake bajunya bangsa bangsa jacket yang merek FILA

– Minus 10 banget ( dan yang ini banget banget banget !!!! ) karena dia masih suka bawa makanan dari rumah buat makang siang ke sekolah !gila yah DI malu2in banget ngga sih !!!!!!!!

Sumpah yah Di , vella malu banget sama dia , kayaknya mau putus aja deh Di

***********
Dear Diary.
hari Ini valentine, pas Evan ke kelas vella mau kasih kado, vella cuma diem aja . Seharian itu Di, vella ngindarin dia abis-abisan, dia bingung gitu kayaknya Di, kenapa vella ngindar terus. Sampe rumah dia nelepon vella, Vella males tapi ngomong sama dia Di, vella suruh pembantu bilang ke evan kalau vella belum pulang. Dia nelepon 4 kali hari itu tapi vella males nerima.

Kira-kira 3 harian deh kayak gitu, tiap di sekolah vella ngindarin evan pake cara ke wc cewek lah atau ngumpet2 lah, dan di rumah vella selalu ngga mau nerima telepon dari dia, kayaknya vella bener-bener udah ilfeel dan malu pacaran sama dia Di ! Akhirnya waktu itu hari Senin, Seperti biasa pas di sekolah, Vella ngindarin dia. Pas pulang sekolah vella ngumpul di kantin sama temen2 vella. Mereka pada nanya kok vella ngindarin evan terus Vella diem aja, tapi setelah didesak akhirnya Vella ngaku juga Vella ngomong, ” Ah bete banget gue sama tuh cowok, udah ngga ada modal mendingan gaul, dan mukanya setelah gue pikir2 biasa banget, ya ampun kok gue dulu mau yah jadi sama dia ? dipelet kali yah gue !!”, tiba tiba semua pada diem dan ngeliat ke arah punggung vella, Vella bingung dan nengok di, ya Tuhan Di ! ternyata ada evan di belakang Vella dan kayaknya dia denger yang vella baru ucapin barusan . Vella cuma bisa diem tapi vella sempet ngeliat Evan sebentar. Dia diem, mukanya nunduk ke bawah terus dia pelen2 pergi dari situ. Vella diem aja, ada beberapa yang ngomong “hayo loo vel , dia denger lho !!” Tapi ada juga yg ngomong , ” Udahlah vel , baguslah, denger, ngga ada untungnya tetep sama dia , ntar elo juga bisa dapet yg lebih bagus.” Bener juga yah Di. Ya udah vella cuek aja, syukur deh kalau dia denger !!! Dia mau minta putus juga ayo , mau banget malah vella.

Dua hari pun berlalu Di, dan sejak saat Evan udah ngga berusaha nyamperin vella di sekolah atau nelepon vella. Tiap ketemu di sekolah dia cuma diem dan ngelewatin vella aja..

Seminggu berlalu, 2 minggu berlalu sejak hari itu, vella mulai ngerasa ada sesuatu yang ilang Di , ngga tau kenapa Vella mulai ngerasa kehilangan sesuatu , kadang2 vella suka bengong bingung sendiri , cuma vella berusaha ilangin perasaan itu. Vella ngga tau kenapa jadi males kemana mana, pengennya sendiri aja, males ngapa-in .Semua orang jadi bingung kenapa Vella berubah jadi kayak gini. Vella sendiri juga ngga tau kenapa Di.

***********
Dear Diary,
Minggu malem nih Di, Ujan deres banget, Vella diem dan ngerenung di dalam kamar. Tiba tiba di channel V ada lagunya Janet JaCkson Di ! Tau kan liriknya ?

Doesn’t really matter what the eyes is seeing , Cause i’m in love with the Inner being

Saat itu tiba-tiba Vella nangis Di, Vella baru sadar…. Betapa baiknya evan….. Vella nangis – senangisnya Di , karena vella baru sadar betapa begonya vella…

– Minus 10 karena evan ngga punya Hp Di , tapi plus 100 karena dia tiap malem rela jalan jauh ke wartel buat Nelpon Vella ngucapin selamat tidur setiap hari…….

– Minus 10 karena dia ngga dibolehin nyetir mobil sama ortunya karena belum 17 Di, Tapi plus 100 karena tiap malem minggu dia rela naik sepeda jauh dari kemang ke bona indah khusus ngapelin vella biar ujan sekalipun,…..

– Minus 10 karena dia rambutnya cuma botak biasa dan ngga suka di spike, tapi plus 100 karena dalam keadaan rambut vella apapun baik bagus maupun lagi jelek, maupun salah potong atau salah blow atau salah model dia selalu bilang vella cantik banget….

– Minus 10 karena dia ngga suka ke tempat dugem Di, tapi plus 100 karena dia rela nemenin vella ke tempat2 kayak gitu, meski dia ngga suka dan rela dimarahin ortunya karena pulang pagi nemenin vella… dengan naik taksi ke rumahnya…..

– Minus 10 karena eVan ngga punya jacket xsml dan hanya punya jacket fila biasa, tapi plus 100 karena kalau ujan di sekolah dia selalu minjemin vella jacketnya meski dia sendiri kedinginan……

– Minus 10 karena dia bawa makan siang ke sekolah, tapi plus 100 karena ternyata nabung uang jajan makang siangnya buat beli kado valentine buat vella……

Dari 60 minus yg evan punya Di , dia punya 600 Plus di hati Vella ….

Dari 1000 kekurangan evan , dia punya semilyar kebaikan……

ya tuhan Di , betapa begonya vella yah…..vella yang berutung sebenernya punya cowok evan, dan vella juga yang nyakitin evan , padahal ngga pernah sekalipun dia nyakitin vella. Malemnya vella nangis lama banget Di.

***********
Dear Diary,
Vella ketemu sama evan di sekolah.
Vella kejar dia dan bilang vella mau ngomong,
Evan diem aja , tapi pulang sekolah dia nanya vella mau ngomong apa.
Vella kasih dia kartu buatan vella , vella cium pipi dia dan vella bilang minta maaf karena vella udah nyakitin dia.
Dia cuma diem aja terus pulang…. Vella cuma bisa diem karena sadar, vella yang berbuat, vella juga yang kehilangan… Sakit banget rasanya Di, Vella pulang sekolah nangis tapi juga sadar itu semua Vella yang bikin dan vella pula yang nanggung resiko-nya…

Malem itu tiba tiba mama ngetok pintu kamar vella, katanya ada telepon. Ternyata bener Di itu evan , dia udah maafin vella , dia udah lupain semuanya…..aduh Di , girang banget hati vella , hihihihihi senengnya

Nanti malem Evan mau kesini Di , dan vella mau dandan secantik-cantiknya buat evan , jadi Vella udahan dulu yah Di……thx banget udah denger curhat-nya vella , Vella belajar satu hal Di , Hargailah apa yang kamu miliki sekarang, karena tanpa kamu sadari, kamu begitu beruntung telah memiliki-nya

Selamat malem diary,ku…..
NB: Minus 10 Di , karena mukanya tidak tampan, tapi plus 100 karena hatinya luar biasa tampan……

Vella-Nya Evan

*************************************************

Doesnt’ Really Matter what The eyes is seeing
cause I’m in love with the Inner being

*************************************************

January 4, 2009 Posted by | Lesson Learn | , | Leave a comment

Daftar PJIT di Indonesia

Berikut ini adalah daftar perusahaan di Indonesia yang bergerak di bidang PJIT (Perusahaan Jasa Inspeksi Teknis) yang telah mendapat persetujuan direktur jenderal Migas, untuk kategori pipa penyalur:

PT. INDOSPEC ASIA

PT. MARINDOTECH

PT. GL. NUSANTARA Co.

PT. TITIS SAMPURNA

PT. RADIANT UTAMA INTERINSCO

PT. DEPRIWANGGA

PT. MAFHINDO UTAMA

PT. WIDE & PIN

PT. TRIAS JAYAGUNA

PT. BIRO KLASIFIKASI INDONESIA

PT. PARAMUDA JAYA

PT. SUCOFINDO

PT. SURVINDO DWI PUTRA

PT. SERTIFIKASI RAHARJA INDONESIA

Sumber: Dept. Migas Indonesia

January 4, 2009 Posted by | News | , , | 10 Comments