..sedikit berbagi ilmu..

ketika ilmu begitu bermanfaat

Cathodic Protection

Cathodic Protection..

….

Cathodic Protection adalah metode untuk mencegah terjadinya korosi pada material pipa. Ada dua konsep utama dari aplikasi metode cathodic protection yaitu dengan galvanic anodes dan dengan impressed current system. Untuk pipa bawah laut, kita menggunakan jenis galvanic anode system.

Korosi adalah sebuah reaksi elektokimia yang menyebabkan material menjadi terkikis. Pada kenyataannya material baja dari pipa bawah laut terbagi atas area katoda dan anoda yang tersebar secara acak, dan air laut bersifat elektrolit yang mengandung molekul galvanis. Hal ini kemudian menyebabkan elekron bergerak dari satu ke tempat lain yang menyebabkan korosi. Dengan menghubungkan material berpotensial listrik yang tinggi ke baja pipa bawah laut, akan memungkinkan terjadinya reaksi elektrokimia di material yang berpotensial listrik rendah dan berubah menjadi katode dan akhirnya terlindungi.

External Coating merupakan perlindungan pertama pada pipa bawah laut dari serangan korosi. Tetapi seiring dengan proses transportasi dan instalasi pipeline akan menyebabkan beberapa kerusakan pada coating dari pipeline tersebut. Cathodic protection akan menggunakan logam lain yang akan mengalirkan elektron ke material pipeline. Logam yang akan berfungsi sebagai anoda bisa menggunakan material zinc atau aluminum. Dengan menempelkan aboda ini pada permukaan pipa maka pipa tersebut akan terlindungi dari korosi meskipun pada bagian yang coatingnya rusak sekalipun.

….

-bersambung-

NB:

Untuk info lain bisa coba klik di sini.. JUST CLICK HERE

February 28, 2009 Posted by | Offshore, Piping/Pipeline | , , , , , | 12 Comments

Buku Pengantar Pipa Bawah Laut (SOLD OUT) – mohon maaf…. (Dec 7, 2011)

!…SOLD OUT….!

.

cover-bppbl

….

…SOLD OUT…

Buku ‘Pengantar Pipa Bawah Laut’ edisi Bahasa Indonesia karya Vladimir Medio, ST., khusus bagi bangsa Indonesia sebagai jawaban atas keterbatasan literatur yang menggunakan bahasa Indonesia dan untuk menunjang pengetahuan tentang Offshore Pipeline (pipa bawah laut).

Buku ini cocok untuk mahasiswa yang sedang mengambil mata kuliah perancangan pipa bawah laut, atau siapa saja yang ingin mengembangkan pengetahuannya tentang offshore pipeline.

Jangan kuatir, isinya tetap Ok dan hampir setara dengan karya Boyun Guo, Yong Bai atau Andrew Palmer sekalipun hehe..

Harga cuma Rp.75.000 + Ongkir (tergantung wilayah pemesan).

Berisikan materi-materi sebagai berikut:

  • Sejarah pipa bawah laut
  • Perhitungan diameter & ketebalan pipa
  • Gaya hidrodinamis di sekitar pipa bawah laut
  • Analisa Stabilitas pada pipa bawah laut
  • Analisa Buckling
  • Perhitungan panjang span kritis
  • Scouring pada pipa bawah laut
  • Perlindungan pipa bawah laut dari external corrosion
  • Metode instalasi pipa bawah laut
  • dan lainnya

Bagi yang berminat untuk memesan, silahkan tuliskan nama di comment dan menghubungi via email di bawah ini:

vladimir.medio@yahoo.com

Semoga buku ini nantinya bisa bermanfaat untuk kita semua.

Trims.
PS: Untuk saat ini stok masih SOLD OUT.

February 26, 2009 Posted by | News, Offshore, oil and gas, Piping/Pipeline | , , , , , , , , | 86 Comments

Perhitungan Span pada Pipeline

Analisa Freespan Dinamis

Pipa bawah laut yang terkena beban hidrodinamis suatu ketika akan mengalami kelelahan, karena akibatkan beban tersebut yang bersifat siklis. Kelelahan pada struktur akan memicu terjadinya kegagalan. Tujuan dari analisa freespan dinamis adalah untuk menentukan panjang span maksimum yang diijinkan agar pipa terhindar dari respon-respon alami yang bisa menyebabkan kelelahan.

….

Vortex Induced Vibration (VIV)

Vortex adalah suatu aliran dimana fluida tersebut partikelnya berotasi pada aliran rotasinya terhadap titik pusatnya. Pelepasan vortexnya disebut dengan vortex shedding, yang mempunyai kecepatan transversal dan tangensialnya konstan dan bervariasi terhadap radiusnya (Indiyono, 1994). Akibat adanya vortex shedding ini, pipa yang dilalui aliran fluida terkena distribusi tekanan lokal. Dan akibat adanya tekanan tersebut, maka pipa akan bergetar atau berosilasi dengan frekuensi tertentu. Osilasi ini akan menyebabkan kelelahan dan dapat mengakibatkan kegagalan.

….

Osilasi pada pipa biasanya bergerak sejajar (in line) dengan arah aliran, tetapi juga bisa bergerak tegak lurus terhadap arah aliran, tergantung pada kecepatan arus dan panjang span (Boyun Guo, 2005). Berikut ini adalah pengklasifikasian jenis osilasi (Naess,1985) :

….

a. Osilasi In-Line Flow

Suatu bentangan pipa akan berosilasi searah aliran fluida apabila nilai parameter kestabilan Ks­ ­< 1,2 , serta reduced velocity (UR) berada pada rentang 1.2 dan 3.5  ( 1.2 < UR < 3.5 ). Selain itu, osilasi jenis ini tidak akan terjadi bila memenuhi syarat sebagai berikut :
G/OD >= 0.25 OD


Dimana: G adalah gap (jarak antara pipa bagian bawah dengan seabed). Angka Ks dan UR akan dijelaskan pada subbab berikutnya.
….

b. Osilasi Cross Flow

Suatu bentangan pipa akan berosilasi searah aliran fluida apabila nilai parameter kestabilan Ks­ ­< 16 , serta reduced velocity (UR) berada pada rentang 3.5 dan 10    ( 3.5 < UR < 10 ). Angka Ks dan UR akan dijelaskan pada subbab berikutnya.

…..

Frekuensi Vortex Shedding

Seperti kita ketahui sebelumnya, bahwasannya apabila aliran melewati pipa, maka aliran yang terbentuk setelah melewati pipa tidak stabil, sehingga menyebabkan pipa berosilasi. Ketika aliran melewati pipa maka akan terjadi flow separation dan terbentuk vorteks di belakang pipa. Vorteks tersebut akan menyebabkan perubahan tekanan hidrodinamis pada pipa. Frekuensi Vorteks bergantung pada kecepatan aliran dan diameter pipa. Jika frekuensi vorteks mendekati sama dengan frekuensi freespan pipa, maka akan terjadi resonansi. Hal ini dapat menimbulkan kegagalan akibat kelelahan pada pipa. Kegagalan pada struktur pipa dapat dicegah dengan menjauhkan nilai frekuensi vortx-shedding dengan frekuensi alami pipa, sehinga osilasi yang terjadi dapat diminimalkan (Benfika, 2007)

..d……..

Massa Efektif Pipa

Massa effektif pipa adalah jumlah  dari massa seluruh struktur pipa ditambah dengan massa dari kandungan/fluida yang dialirkan, serta massa tambah. Dalam Yong Bai (1981), persamaan massa efektif pipa adalah :

Me = Mstr + Mc + Ma

…..

Dimana :

Mstr : Massa stuktur pipa (termasuk lapisan), kg/m

Mc : Massa kandungan pipa, kg/m

Ma : Massa tambah

: 0.25 . π D2. ρ. Ca

….

Dimana:

Ca : Koefisien massa tambah

….

Pengaruh signifikan secara fisik dari massa tambah adalah ketika struktur mempercepat dalam melewati aliran fluida. Dibutuhkan energi untuk mempercepat, tidak hanya terhadap berat struktur pipa itu sendiri, tetapi juga terhadap massa sejumlah fluida yang bergerak.

….

Parameter Kestabilan

Dalam Boyun Guo (2005), salah satu bagian penting dalam menganalisa gerak akibat vortex adalah parameter kestabilan. Parameter ini digunakan untuk menentukan respon maksimal akibat beban hidrodinamis (Kaye, et al). Persamaannya adalah sebagai berikut :

pk

dimana :

Ks : Parameter kestabilan

Me  : Massa efektif pipa, kg/m

δs : Logaritmic decrement ( 0,125 )

ρ : density air laut, kg/m3

D : diameter luar pipa, m

….

Reduced Velocity

Dalam Bayun Guo (2005) reduced velocity adalah kecepatan dimana osilasi akibat vortex shedding terjadi. Reduced Velocity digunakan untuk penentuan pada kecepatan berapa terjadi getaran/osilasi akibat vortex shedding.


Panjang Span kritis

Sedangkan dalam Guo (2005), panjang span kritis atau panjang pipa tanpa support dimana terjadi osilasi akibat arus adalah merupakan hubungan antara frekuensi natural span pipa dan reduced velocity.

…..

Panjang Span Kritis untuk gerak cross flow adalah:

11….

Panjang span kritis untuk gerak in-flow adalah :

22….

Dimana :
Ls : panjang span kritis, m

Ce : Konstanta ujung span

Ur : Reduced Velocity, m/s

D : diameter luar pipa, m

Me : Massa efektif pipa, kg/m

February 24, 2009 Posted by | Piping/Pipeline | , , , , , , | 9 Comments

Analisa Dinamis Vibrasi SBC dengan ANSYS

SBC adalah small bore connection, merupakan sambungan pada pipa dengan diameter maksimal sekitar 2 inch. Sehingga pada system sambungan ke pipa utama tidak menggunakan tee melainkan langsung dilakukan pengelasan.

sbc

Gambar 1. Small Bore Connection

….

Ketika pipa utama dialiri aliran fluida yang bersifat turbulen, maka pipa pasti akan mengalami getaran / vibrasi. Dan jika pada pipa mempunyai SBC maka getaran ini akan menyebabkan SBC ikut bergetar. Akibatnya apabila sambungan antara pipa utama dan SBC tidak kuat maka bisa dipastikan akan terjadi kerusakan pada bagian tersebut dikarenakan getaran yang terjadi terus menerus. Untuk mengetahui apakah sambungan SBC relative kuat menahan getaran bisa kita analisa dengan menggunkan bantuan software ANSYS. Konsepnya sederhana, kita menghitung berapa tegangan / stress yang dihasilkan oleh getaran tersebut kemudian dibandingkan dengan allowable stressnya pada bagian sambungan tersebut. Kita asumsikan jenis sambungan SBC menggunakan BS7608 dengan weld class F2 maka kita akan memperoleh hasil dengan membaca kurva S-N bahwa untuk jenis ini maksimal bisa menahan beban dinamis sebesar 35MPa (peak to peak).

2Gambar 2. Kurva S-N

….

Selanjutnya kita hitung berapa beban dinamis yang terjadi dengan beberapa langkah di bawah ini:

1. Analisa Aliran Fluida dalam Pipa dengan ANSYS CFD

Untuk menganalisa pressure akibat fluida yang mengalir pada daerah sekitar SBC dilakukan dengan bantuan software ANSYS CFD, yang terdiri dari ANSYS ICEM untuk pemodelan dan meshing dan ANSYS CFX untuk analisa fluidanya.

3Gambar 3. Tampilan software ANSYS ICEM

…..

Pada analisis fluida yang dimodelkan dan dimeshing adalah fluidanya. Fluida dialirkan melalui pipa yang mepunyai sambungan SBC dan berada dekat pada elbow dengan boundary condition yang digunakan adalah inlet, outlet, dan wall. Gambar di atas adalah tampilan software ANSYS ICEM yang digunkan untuk pemodelan dan meshing model. Tahapan selanjutnya setelah pemodelan dan meshing adalah melakukan analisis dengan menggunakan ANSYS CFX. Jika terdapat error maka harus dilakukan perubahan pada model. Ada tiga tahapan yang hasrus dilakukan pada analisis menggunakan ANSYS CFX.

Tahapan-tahapan tersebut adalah:

1. Pemberian boundary condition dan memasukkan properti fluida yang telah ditentukan pada ANSYS CFX-Pre.

2. Running pada ANSYS CFX-Solver.

3. Pembacaan hasil output pada ANSYS CFX-Post.

Berikut ini adalah gambar tampilan ANSYS CFX-Pre, ANSYS CFX-Solver dan ANSYS CFX-Post.

4Gambar 4. Tampilan ANSYS CFX-Pre

…..

5Gambar 5. Tampilan ANSYS CFX-Solver

….6Gambar 6. Tampilan ANSYS CFX-Post

…..

2. Analisa Kekuatan Pipa secara Dinamis dengan ANSYS Multiphysics

Setelah kita mendapatkan data besaran pressure akibat fluida yang mengalir hasil dari output ANSYS CFD, kemuadian kita menganalisa kekuatan struktur terhadap beban pressure tersebut dengan menggunakan ANSYS Multiphysics. Jenis analisa yang dipilih adalah analisa dimanis harmonis karena beban pressure fluida tersebut mengenai pipa secara terus menerus. Oleh karena itu, perlu dicari terlebih dulu besaran frekuansi natural pipa tersebut. Setelah data didapatkan, tahap selanjutnya adalah memodelkan pipa dengan sambungan SBC pada software ANSYS Multiphysics. ANSYS menyediakan dua macam metode penyelesaian untuk analisa struktural, yaitu h-method dan p-method. H-method diguna-kan untuk semua tipe analisis. Sedangkan p-method hanya dapat digunakan untuk analisa struktural linear statis. Penelitian ini, metode yang digunakan adalah h-method.

7Gambar 7. Tampilan Model Struktur pada ANSYS Multiphysics

….

8Gambar 8. Tampilan Pipa yang telah Dimeshing pada ANSYS Multiphysics

9aGambar 9. Tampilan Output Sebaran Tegangan Von Misses

….

Pipa yang telah selesai dimodelkan kemudian dimeshing dan diberikan constrain serta pembebanan. Pembebanan yang diberikan berupa pressure akibat fluida yang mengalir yang merupakan output dari ANSYS CFX. Langkah selanjutnya adalah melakukan running. Jika running tidak dapat berjalan karena terdapat error maka model yang sudah dibuat hasus dievaluasi lagi. Hasil running dapat dilihat dalam menu general post processor. Hasil dapat diplot dengan output berupa sebaran tegangann von Mises yang terjadi akibat beban dinamis pressure fluida ke pipa. Kemuadian dari hasil running ini dilakukan analisis dan pembahasan yaitu dengan membandingkan apakah nilai tegangan von Mises ini masih dibawah tegangan dinamis yang diijinkan atau tidak.

..

-vlad-

February 9, 2009 Posted by | Piping/Pipeline | , , , , | 16 Comments

Lowongan Terbaru Total E&P Indonesie

TOTAL E&P INDONESIE is a 100% Indonesian Subsidiary of the Paris based TOTAL Group, having its Head Office in Jakarta and operational sites in East Kalimantan . Due to the high-level development activities to meet the increasing hydrocarbon production commitment, TOTAL E&P INDONESIE invites highly qualified professionals to apply for the following positions:

1. Jr. PROCESS ENGINEER

2. SITE PLANNER

3. PLANNING ENGINEER

4. TURBINE & ROTATING EQUIPMENT ENGINEER

5. ELECTRICAL ENGINEER

6. CONTROL SYSTEM ENGINEER

7. PROJECT ENGINEER (WITH OFFSHORE EXPERIENCE)

8. COST ESTIMATION ENGINEER

9. PIPING ENGINEER

10. CIVIL AND STRUCTURAL ENGINEER

11. LEAD DOCUMENT CONTROLLER

12. HSE SUPERVISOR

13. CONTRACT ENGINEER

14. IT INFRASTRUCTURE ENGINEER

15. TELECOMMUNICATION ENGINEER

16. IS BUSINESS ANALYST

17. Sr. GEOLOGIST

18. Sr. RESERVOIR ENGINEER

19. CONSTRUCTION SITE REPRESENTATIVES

20. WELL PERFORMANCE ENGINEER

21. INTERNAL AUDITOR

22. TRAINING COORDINATOR

23. HR GENERALIST

.

General Requirement: willing to be relocated to Balikpapan.

Interested applicants please visit TOTAL’s website.

February 4, 2009 Posted by | News | , , | 1 Comment