..sedikit berbagi ilmu..

ketika ilmu begitu bermanfaat

Subsea Pipeline Installation, OFFPIPE

Subsea Pipeline Installation, OFFPIPE

Based on milist Petrolifere en Mer (Java to Indonesian) by David Makisang

..

Offpipe adalah software berbasis FEM (Fine element method) yang mampu mencover semua bentuk problem instalasi pipeline, kemampuan software ini antara lain:

  1. Static dan dynamic analisi pada pipelay baik dengan metode S-Lay ataupu J-Lay tak terbatas pula pada kasus dengan atau tanpa stinger.
  2. Davit Lifting
  3. Pipe abandon, startup maupun laydown
  4. Analsia stress pada pipa akibat kontur laut yang tidak rata

Ada beberapa analisa yang perlu kita perhatikan pada proses instalsi pipeline:

  1. Analisa Start-up
  2. Normal Laying
  3. Laydow Analysis

Analisa 1,3 merupakan proses awal dan akhir, mungkin kita bahas di waktu lain. Sekarang kita mulai dulu dari Normal Laying.

Apa saja data yang kita butuhkan untuk proses pipelaying..??

  1. Section Pipa dan Jenis Material Propertise, berisi informasi seputar ukuran pipa lengkap dengan coating, tidak peduli pakai corrotion coating, field joint coating atau concrete coating. Ditambah dengan berat pipa di dalam air dan di udara bebas.
  2. Propertis Tanah, berisi jenis tanahnya itu apa, untuk menentukan coefisent friction, atau juga untuk menentukan stabilitas pipa di atas tabag. Bahasa jawanya ‘Pipone mancep opo glamber-glamber’.
  3. Barge properties, menentukan kordinate kapal, tensioner dan roller
  4. Stinger properties (kalo dipakai), ini juga berisi koordinatnya roller di stinger skalian bouyancy capacity kalo pakai floating stinger.
  5. Kondisine lingkungan
  6. RAO untuk analisa dinamis .

Berikut ini adalah tampilan awalnya. Dalam offpipe kita bisa desain baru dari awal atau memodifikasi data yang sudah ada dengan memilih menu “Edit Existing Input Data File’. Saran saya sih modif aja data yang sudah ada biar mempersingkat waktu pengerjaan.

offpipe awal

…m sss

Pada saat telah masuk menu ‘edit existing input data file’ akan keluar tampilan seperti gambar di bawah ini dengan adanya tulisan ’40ADYN58′ di pojok kanan atas. Lalu kita diminta untuk mengisikan data seperti pada tampilan.

2

Berikut ini penjelasannya,

  • Problem Title or Heading, untuk nama pekerjaan,
  • Job Number, untuk memperjelas seperti Sub Bab,
  • User Name, nama yang punya pekerjaan,
  • Problem Input, memperjelas unit satuan yang akan digunakan, ketik angka 1 untuk satuan Britsh dan angka 2 untuk SI.

offpipe-3

Tampilan selanjutnya adalah penentuan analisa yang akan kita lakukan. Menu ‘pipe strain’ adalah untuk menentuka regangan, ‘stresses’ untuk tegangan dan seterusnya. Kalo kita ingin Offpipe mengeluarkan hasilnya maka ketik angka 1, tapi jika kita tidak menginginkannya maka dibiarkan kosong saja.

offpipe-4

Pada tampilan di atas, kolom yang akan diisi berfungsi untuk memberikan identitas untuk result mengenai grafik yang ingin kita lihat. Selain itu juga bisa menunjukkan bentuk side view dari profile elevationnya kerjaan kita. Kada-kadang suka banyak dan tergantung hasil yang ingin dikeluarkan oleh masing-masing user yang berkepentingan.

Selanjutnya kita masuk ke bagian terpenting dari OFFPIE, namanya kolom untuk propertis pipa..

offpipe-5

Isi kolom dengan data yang tersedia saja. Yang paling penting adalah kolom yang di bold putih. Sedangkan lainnya bisa diisikan kalo memang datanya tersedia, tapi jika tidak bisa di-dafault saja.

Kemudian selanjutnya kita akan melihat tampilan kolom tensioner di Barge seperti gambar di bawah ini.

offpipe-6

Menu ‘static pipe tension’ adalah besarnya tension yang kita berikat pada saat laying, minimal atau maksimal, atau bisa juga dikosongkan. Angka 683 sebagai contoh artinya 683 KN. Ingat kan kita pakai satuan SI dalam panduan ini seperti telah kita tentuka sebelumnya.

Selanjutnya kita akan membahas masalah BARGE DATA, hal yang sangat kritikal dan butuh perhatian lebih. Tapi.. tunggu di episode selanjutnya yah..

..

OK, sementara sekian dulu..

Kapan-kapan dilanjutkan lagi. Jadi kalo masih penasaran jangan lupa untuk mampir kembali ke blog ini. Terima kasih.

..

..

-compiled and brought to you by vladimir medio-

March 5, 2009 - Posted by | Lesson Learn, Piping/Pipeline, Tips buat Hepi | , , ,

30 Comments »

  1. salam kenal…ada soft kopi lap.akhir bhs inggris kerja praktek di total?

    Comment by winata | March 10, 2009 | Reply

    • Waduh ni yah kebiasaan mahasiswa..
      Copy and paste.. capek deh..
      Iya tar coba sy carikan.. seingat saya msh ada cm besar bgt filenya jadi gmn??

      Comment by vladvamphire | March 12, 2009 | Reply

  2. Pak, input an apa saja di dalam OFFPIPE untuk davit lfting untuk mid tie in? mis. ada 6 davit di barge dgn posisi tie in di tengah2 barge. thx

    Comment by Jajan Pasar | March 12, 2009 | Reply

  3. Halo Vlad,
    Wah, hebat kamu bikin blog yang sangat berguna ini…bisa sharing ilmu lewat blog-mu ini.

    Salam,
    Lucky – ex SAIPEM

    Comment by Martinus Luckyanto | March 16, 2009 | Reply

  4. O iya, mo nanya nih, David Makisang tuh siapa ya ? Sori…🙂

    Comment by Martinus Luckyanto | March 16, 2009 | Reply

    • Cak Lucky,

      David Makisang itu adik kelas sampean L’03 sekarang kerja di Falconer Bryan Indonesia.

      Comment by Jajan Pasar | June 4, 2009 | Reply

      • Buat Jajan Pasar ada pesan dari Mas Lucky:

        ‘Iki opo sampeyan sing nang Geocean ? Lek iyo, salam kanggo Benoit yo…’

        Comment by vladvamphire | June 5, 2009

  5. Buat Pak Jajan Pasar, berikut ada secercah penjelasan dari Mas Lucky:

    Untuk davit lifting (sebutan lainnya AWTI – Above Water Tie In) yang perlu diperhatikan adalah :
    1. Jarak antar davit lift
    2. Kapasitas davit lift (wire length & tension)
    3. Maximum draft kapal
    4. Tinggi davit terhadap permukaan air
    5. Max WD at HAT

    Untuk inputan-nya, mirip seperti normal laying tetapi yang diaktifkan screen davit-nya. Stinger dan Laybarge ramp non aktif.

    Analisa davit lift ini terbagi menjadi 2 case, LEFT SIDE dan RIGHT SIDE. Misal davit terbagi menjadi DAVIT (1-2-3-4-5-6), dari bow to stern. Salah satu case (misal LEFT SIDE) kita selesaikan dulu dengan meng-adjust davit no 1-2-3. Ke-3 davit ini kita atur dimana davit-3 berada di tengah Barge. Davit-1 berada di bow dan Davit-2 berada diantara davit-1 dan davit-3.

    Di inputan davit screen, davit-1 dan davit-2 kamu set-up proposed TENSION-nya, sedangkan davit-3 kamu set-up proposed wire length-nya. Nah, nanti yang kamu adjust si davit-3 saja…panjang/pendek wire-nya. Itu dulu saja ya…nanti dilanjut…OK.

    Comment by vladvamphire | March 17, 2009 | Reply

    • Terima kasih banyak atas penjelasan nya mas…sangat berguna sekali….. Matur Nuwun!

      Comment by Jajan Pasar | June 4, 2009 | Reply

  6. thanks for sharing ilmunya.
    gut lak for nigerianya🙂
    klo ktemu pak budi eks tripatra n technip, titip salam ya, tks

    salam,

    adv

    Comment by adv | April 2, 2009 | Reply

  7. dimana boleh saya download software ini?

    Comment by lexmate | May 18, 2009 | Reply

    • Free download? hmmm googling dunk hehehe..

      Comment by vladvamphire | June 5, 2009 | Reply

  8. Good work, Mas …

    O ya, untuk laying ini, selain data barge, pipa, data-data dari survey apa saja yang diperlukan ?

    Comment by Abu Tahir | May 20, 2009 | Reply

    • Hmm data apa lagi ya? Yang jelas data pipa, barge (beserta stingernya, RAO barge), data lingkungan (gelombang, arus, kedalaman laut), lalu teori spektra gelombang yg dipakai (Jonswap, ITTC, dll), trus kalo pake strain based harus nentukan dulu koefisien osgood-rambergnya, dan utk start-up butuh data cablenya, terus apa lagi yah..?

      Hmm itu dulu aja, nanti kalo ada yang lain bisa ditambahkan oleh teman2 yang lain..

      Salam.
      Vlad.

      Comment by vladvamphire | June 5, 2009 | Reply

  9. salam kenal, dimana link untuk bisa download software offpipe tersebut, thx?

    Comment by alif augusta | June 3, 2009 | Reply

  10. Cak Vlad, numpang diskusi lagi kali ini tentang abandonment.

    based on example 4 offpipe (A&R) dibagi menjadi 2 fase operation.
    1. pipeline abandoned by moving the laybarge foward while maintaining pipe/cable tension on the barge.

    2. change from constant tension mode to fixed span length mode, so pipeline can be lowered to the seabed by continuing to increase cable length while laybarge is maintained in a fixed position.

    untuk fase pertama saya bisa melakukan nya di OFFPIPE,
    Permasalahan pada fase ke-2 saya sdh memahami angka yg harus dimasukan pada inputan. namun di contoh tsb di sebutkan command “XBOT” dan “FIX”. command tersebut tdk dpt ter define pada OFFPIPE 2.05. [manual OFFPIPE page (7-81)] sehingga saya tdk bisa melakukan perhitungan pada fase 2

    Mohon pencerahan….. Nuhun

    VIVAT FTK

    Comment by Jajan Pasar | June 4, 2009 | Reply

    • Ok Gpp, karena saya belum begitu berpengalaman hehe ini di jawab oleh Mas Lucky:

      Coba njawab kanggo sampeyan cak, masalah A&R:
      1. Ok, ini memang proses abandoned seperti biasanya….jadi si laybarge bergerak maju dan pipeline-nya seolah-olah tertarik mundur…

      2. Metode ini adalah salah satu metode abandoned dimana si laybarge diam dan increase cable length (dalam analisa-nya). Jadi analisa ini bisa dilakukan ketika sisa pipe string sudah berada di Sagbend….at least setelah lepas dari stinger. Hasilnya adalah….si pipa akan meluncur cepat ke seabed.

      So, kira2 cak Jajan Pasar tahu gak dimana ditemui proses seperti ini pada metode ke-2?

      O iya, untuk Command-nya, see below:

      XBOT = Global X Coordinate of the end of the pipe/cable string at the point of fixity at the lower end of the sagbend; Required in Fixed Span Length pipelay analysis only.

      FIX = Option number use to specify whether the length of the pipe/cable span in the sagbend is to be calculated on the basis of given pipe tension or entered explicitly by the user; —- [0-Pipe/Cable span length will be calculated for the given pipe tension (default)]; —- [1-Pipe/Cable span length is entered explicitly in the XBOT or SPAN and BOTT fields].

      Salam,
      Lucky (ex-SAIPEM)

      Comment by vladvamphire | June 5, 2009 | Reply

  11. Thanks, vlad

    Ada pertanyaan lagi tentang Pipeline Installation, mungkin vlad atau temen-2 yang lain bisa bantu

    1. Untuk shallow water, Wall thicknes calculation yang cocok pakai code apa ya? (API 1111/Dnv 1981/Dnv OS F101)

    2. Apakah Wall thickness calc. dengan DNV OS F101 bisa langsung digunakan untuk laying ? (Bila diverify dengan OFFPIPE, WT tsb acceptable ?)

    2. Base on your experience, design criteria yang cocok untuk pipelaying di shallow water (max 25m, indonesia) apa? Dnv 1981? atau Dnv OS F101?

    Thanks

    Comment by Abu Tahir | June 5, 2009 | Reply

    • Pak Tahir,

      Kalo sepanjangan pengetahuan saya itu tergantung requirement dari klien, bahkan ada klien yg punya spek sendiri (CMIIW).
      Tapi masih banyak kok teman2 yang pakai DnV 1981 meskipun DnV F101 latest edition udah keluar (CMIIW).

      Salam.
      Vlad.

      Comment by vladvamphire | June 5, 2009 | Reply

      • Oia Pak tambahan lagi, kalo utk pipelaying saya lebih prefer pake DnV F101 dari pada DnV 1981. Karena DnV F101 kita bisa lebih dapat acceptance criteria yang lumayan longgar karena utk overbend pakai strain based dan sagbend pakei stress based. Sedangkan DnV 1981 kedua area itu pakai stress based.

        Contohnya kalo utk overbend di DnV 1981 kalo persen stess SMYSnya 98% sudah dikatakan overstress tapi kalo kita cek dengan strain dari 98% stress SMYS masih dibawah max strain criteria.

        Salam,
        Vlad.

        Comment by vladvamphire | June 5, 2009

    • Dear Mas Lucky & Cak Vlad,

      Makasih atas penjelasanya.

      Sejauh pengalaman saya yg ala kadarnya ini, pipa ketika di abandonment sequence nya melalui 2 tahapan tsb. metode yg ke-2 dilakukan pada saat pipa sudah lepas dari stinger tip sampai dengan koordinat tertentu dimana barge dpt hold on her position. barge akan tetap pd posisi, sementara wire rope akan di release pelan2 sampai pipa menyentuh seabad

      OFFPIPE dapat menghitung di node (koordinat) / pada panjang wire ke berapa barge dapat berhenti untuk selanjutnya dilakukan tahapan ke-2

      Yang saya ketahui, dari analisa OFFPIPE tsb (CMIIW) sbb:

      untuk tahapan ke-2 di OFFPIPE, kita memasukkan pipe properties (*PIPE) dan Geometri sagbed (GEOM) kembali dengan :
      *PIPE — LENG= panjang sisa pipa dari ujung pulling head ke node paling akhir pd analisa terakhir yg kita lakukan untuk tahap 1 (displacement)
      dapat dilihat pada:
      case #5
      Example 4:
      LENG= Pipe length node 65 – pipe length node 44
      = 1720.31 – 900.10 = 820.21

      *GEOM —
      XBOT=koordinat sumbu X terakhir pd analisa sblmnya
      case #5
      Example 4:
      XBOT= X coord pd node 65 —- (-1371.43)
      FIX=menunjukkan bahwa diasumsikan pipa berhenti pd fix span tertentu.

      Permasalahan yg saya hadapi di input OFFPIPE pada *GEOM tidak ada inputan yang mewakili command XBOT dan FIX. Jadi untuk analysis tahap ke-2 tidak bisa dilakukan menggunakan OFFPIPE😦. jadi klo di lapangan engineering judgment alias feeling dan nekat.. hehehehe

      dan ketika saya input manual dari txt. file. OFFPIPE pun membaca error input command untuk 2 command tersebut.

      kindly need advice. CMIIW

      @Cak Lucky: hehehehehe…iyo Mas, aku sering denger jeneng sampean cuman ora donk yen ternyata sampean wingi sing meeting bareng kulo.:). siaaap Mas, nanti sy sampaikan Bung Ben.

      Nuhun
      Angky A.K.A Jajan Pasar

      Comment by Jajan Pasar | June 9, 2009 | Reply

      • Dear Jajan Pasar…

        Sampeyan pake software offpipe versi berapa ? Perasaan pake versi 2.07DN bisa tuh…🙂

        Begini saja, apa perlu dilakukan analisa dg kasus seperti Example itu ? Saya kira gak perlu dan lebih worst hsilnya. Bahkan sangat tidak di-rekomendasikan untuk melakukan abandonment dg metode “fast release” seperti contoh kasus itu. Kecuali analisa itu diminta untuk meng-cover kejadian emergency seperti Abandon Cable putus (ketika abandon process)…atau terjadi mechanical breakdown pada Abandon winch….atau memang gak ada space lagi buat si kapal maju…(mungkin nabrak karang atau gunung…hehe).

        So, untuk mengakali hal ini, sampeyan bisa bermain dengan set-up tensioner (yg merupakan dummy abandon winch) ketika abandon process….betul kan ? Ketika pipa sudah lepas dari stinger, kurangi nilai tensioner-nya secara signifikan. Misal dari awal (laying) sampeyan pake tensioner 50T, maka ketika pipa lepas dari stinger….set ke 20T….dan selanjutnya 10T. Pokoknya set secara signifikan-lah…

        Salam.
        Ykcul.

        Comment by vladvamphire | June 15, 2009

  12. ternate,3 agustus 09

    Mas, saya lulusan ITS yang sekarang ngajar di UNKHAIR TERNATE. Sebagai daerah yang sebagian besar lautan, ilmu tentang pipeline sangat saya perlukan.
    1. saya ingin membeli buku yang dikarang mas, di mana?
    2. software OFFPIPE nya bisa dapat copy annya?
    sekian dulu dan saya sangat ingin balasannya.

    Witono hardi,ST,MT
    witonohardistmt@yahoo.co.id

    Comment by WITONO | August 3, 2009 | Reply

    • Kebetulan bukunya udah sold out pak..
      nanti mau saya revisi sedikit, kalo sudah terbit akan saya kabari lagi..
      Terima kasih sdh mam[ir di blog saya..

      Salam.
      Vivat!!!

      Comment by vladvamphire | August 5, 2009 | Reply

  13. blog yang langka untuk masalah pipeline installation,
    Sebagai bahan perbandingan, Ada paper yang menarik tentang pipeline installation, bisa didownload di link di bawah ini

    Tentang konsep pipelay installation, bisa diunduh di link dibawah ini

    http://rapidshare.com/files/349620599/AOE-PipelayAnalysesConcept-Rev02.pdf.html

    Salam sukses

    Comment by gsuus | February 12, 2010 | Reply

    • terima kasih.. meluncur ke lokasi🙂
      sukses selalu yah…

      Comment by vladvamphire | February 13, 2010 | Reply

  14. mas, boleh minta tutotial utk offpipe gak? trima kasih

    Comment by nina apriliana | April 10, 2011 | Reply

  15. boss,saya sekarang kerja di process,saya lagi mempelajari tentang ilmu piping,saya tertarik sekali dengan off pipe ni,darimana bisa dapat softwarenya ya n manual guide nya ,thanks

    Comment by yadi | March 17, 2012 | Reply

  16. Bos….apa bedanya ketika kita USE DNV STRESSES dengan tidak pakai USE DNV STRESSES??ada kebingungan karena ketika kita pakai USE DNV STRESSES akan tidak inline ketika menggunakan strain criteria…please advice…mohon diterangkan bedanya pakdhe…

    Comment by solokarto makmur | July 12, 2012 | Reply

    • Mas Bro, kalo pakai USE DNV STRESS artinya kita harus mengacu pada code DNV lama (sori lupa), pokoknya DNV yang lama.. Kalo kita tidak pakai USE DNV STRESS (Von Misses) paka kita refer ke code yang terbaru DNV 2010. Hasil hitungannya agak beda, pakai USE DNV STRESS hasilnya relatif lebih kecil daripada tidak pakai USE DNV STRESS, mungkin lebih kecil 10% (jadi dengan kata lain hasil stress nya lebih bagus). Tapi tidak direkomdasikan lagi.

      Comment by vladvamphire | July 12, 2012 | Reply


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: