..sedikit berbagi ilmu..

ketika ilmu begitu bermanfaat

Pipeline Installation Engineering

OFFPIPE and Pipeline Installation


Hufff… setelah lama gak nulis.. saatnya menulis kembali.. demi bangsa dan Negara hehehe… Merdeka! Dan sebelumnya saya minta maaf jika tulisan ini kurang memuaskan (mohon koreksi) karena saya hanya mencoba menjelaskan apa yang saya ketahui (maklum masih hijau dan belum banyak pengalaman hehe…)

Seperti telah diceritakan sebelumnya, saat ini saya bekerja sebagai Pipeline Engineer di Nigeria. Untuk posisi tersebut, saya bertanggung jawab pada salah satu project yang sedang kita kerjakan, MIPs (MPN Integrity Projects). MIPs adalah project intalasi pipeline yang terdiri dari 3 macam diameter pipe (16’’, 20’’ dan 24’’) di 6 lokasi (3 lokasi di offshore dan 3 near shores). Ruang lingkup kerjaannya lebih pada analisa pipeline saat instalasi dengan menggunakan software OFFPIPE tentunya, dan beberapa perhitungan manual yang tidak bisa dicover oleh OFFPIPE. Intinya, menghitung pipe stress hehe sampe stress.. Oia saya gundul lho sekarang (bukan saking stress lho hehe..).

Pipeline installation adalah proses pemasangan pipeline di laut. Hal yang harus diperhatikan adalah besarnya stress yang terjadi pada pipe pada saat proses tersebut. Mulai dari saat pipa masih diatas barge, di stinger, dan saat pipa menyentuh seabed. Ada 2 kategori area yang harus dicek, yaitu Overbend dan sagbend. Overbend area dimulai dari pipe masih di atas barge sampe stinger (kecuali roller terakhir pada stinger). Sedangkan sagbend mulai dari roller terakhir pada stinger sampai seabed. Accetance criteria untuk area ini pun berbeda. Menurut DnV OS F101 ‘Submarine Pipeline System’ Section 13, part H300 ‘Simplified Laying Criteria’, disebutkan bahwa utk overbend area menggunakan strain based criteria, sedangkan sagbend menggunakan stress based criteria. Dimana untuk calculated strain maksimal uyang diijinkan adalah 0,205% (Material X52, Static Condition) dan stress maksimal yang diijinkan adalah 87% dari SMYS (Static Condition). Untuk kondisi dynamic analysis maka batasan maksimalnya akan berubah.

Sebenarnya apa perbedaan analysa statis dan analisa dinamis pada instalasi pipeline dengan OFFPIPE? Simpel saja, pada analisa statis asumsinya tidak ada pergerakan dari bargenya (barge dianggap diam/statis) sedangkan pada analisa dinamis kita memasukkan fungsi pergerakan barge. Jadi bargenya kita anggap bergerak karena adanya pengaruh gelombang laut. Oleh karena itu, untuk analisa dinamis kita memerlukan data tambahan berupa data RAO (Response Amplitude Operator) dari barge atau yang biasa dikenal sebagai motion study of the barge dan data lingkungan (gelombang dan arus laut). Data RAO dapat diperoleh salah satunya dari simulasi dengan menggunakan software MOSES.

Ok, kembali ke kerjaan…

Untuk project instalasi pipeline ini ada beberapa case yang bias disimulasikan dengan menggunakan OFFPIPE, antara lain:

  • Start-Up Analysis

Analisa pada saat pertama kali pipa akan diluncurkan. Pipa dilas di atas barge lalu ditarik sampai di ujung stinger. Karena pipa tidak bisa bergerak sendiri maka kita perlu menariknya dengan AHT atau winch machine. Setelah pipa berada di ujung stinger, kita kaitkan kabel yang sebelumnya telah diikatkan di DMA (Dead Man Anchor) di dasar laut ke ujung pipa (pipe head). Lalu barge bergerak maju dan proses penyambungan pipa tetap dilakukan sehingga dengan sendirinya pipa tersebut akan turun dan meluncur ke laut dengan dipegangin kabel didepannya. Proses start-up selesai setelah pipe head dan beberapa meter bagian pipa telah berada di dasar laut. Kita bisa membuat simulasi pipa yang ujungnya diikatkan cable yang terhubung di DMA yang ada di dasar laut. Pada beberapa kondisi, kita bisa mengganti DMA dengan kaki jacket. Jadi kabelnya kita kaitkan pada kaki jacket jika kita tidak menggunakan DMA. Simulasi di OFFPIPE dilakukan dengan merubah-rubah panjang pipa dari pendek misal 70meter kemudian dtambah per case 10 meteran sehingga kita akan mendapatkan variasi case panjang pipa pada simulasi OFFPIPE, danakan diperoleh kesan bahwa pipe bergerak dari barge menuju dasar laut. Dalam setiap perubahan itu kita cek strain dan stress yang terjadi dan kita analisa.

  • Normal Laying Analysis

Analisa normal, yaitu asumsinya kondisi saat pipa sudah menyentuh seabed jadi kita tidak lagi menggunakan cable. Yang ada hanya pipa aja. Seperti biasa kita cek strain dan stress yang terjadi dan kita analisa.

  • Abandon Analysis

Abandon adalah keadaan dimana tidak memungkin dilanjutkannya pekerjaan instalasi pipeline karena mungkin cuaca buruk. Untuk itu pekerjaan harus dihentikan dan bagian terakhir pipa yang ada di atas barge harus diturunkan ke dasar laut. Hal ini biasa disebut abandon analysis. Prinsipnya hamper sama sepeti Start-Up analysis, kita menggunakan cable. Tapi untuk case ini kabel posisinya berada di belakang pipa. Jadi simulasi yang dilakukan dengan merubah0rubah panjang pipa mulai pendek sampai panjang. Sehingga diperoleh kesan pipa meluncur ke dasar laur dengan dipegangin cable di belakangnya.

  • Recovery Analysis
  • Laydown Analysis

————————- bersambung ——————————-

PS: Kita lanjutkan nanti yah… Saya mau kerja lagi hehe…

April 28, 2009 Posted by | Piping/Pipeline | , , , , , , , , | 40 Comments

Update: Port Hacourt, Nigeria

Ups..  maaf kalo postingan ini gak ada hubungannya sm pipeline hehe.. tp banyak yg minta update ttg Nigeria.. berikut saya berikan garis besarnya saja yah.. Perusahaan saya bekerja lokasinya di Nigeria tepatnya di kota Port Hacourt (PH), sekitar 1 jam perjalanan dengan pesawat dari ibu kota lama, Lagos. Keadaan PH hampir sama seperti kota-kota lainnya di Nigeria, dan mungkin sama seperti di Papua hehe panas bro..

PH adalah daerah di selatan Nigeria yang penduduknya mayoritas kristen, sehingga mencari sebuah masjid disini sangat susah sekali. Hal yang berbeda dengan Nigeria bagian utara, yang katanya lebih di dominasi oleh penduduk muslim. Keadaan keamanan di PH mungkin hampir sama dengan di Aceh, dimana disini bertebaran militan-militan yang sangat meresahkan. Militan ini awalnya terbentuk sebagai bentuk protes terhadap pemerintah Nigeria karena ketidakadilan distribusi bagi hasil pembangunan akan sumber daya minyak dan gas bumi. Maklum, PH adalah pusatnya minyak dan gas di Nigeria, tapi keadaannya jauh memprihatinkan.

PHSuasana Pagi Hari di Perempatan PH

….

Tapi semakin lama, tindakan militan ini semakin tidak terarah, bahkan sangat sulit sekali membedakan mana yang militan dan mana yang penjahat. Mereka bahkan tidak segan-segan membunuh untuk mendapatkan keinginannya. Seperti kasus yang saya dan teman-teman expat lainnya alami disini sekitar seminggu yang lalu.

Minggu lalu, tepatnya hari minggu malam jam 7.30 malam (belum terlalu larut), ketika saya selasai sholat isya’ dan mau rebahan, tiba-tiba terdengar suara tembakan dari luar hotel. Awalnya saya pikir suara tembakan di tivi karena kebetulan saya lagi nonton film action. Dan saya pikir lagi mungkin pak polisi sedang mengejar penjahat atau apalah.. Tapi suara itu kayaknya bukan dari lokasi yang jauh, tapi di lokasi hotel..!

Wow, baru kalo ini saya mendengar suara tembakan AK45 beneran hehe.. maklum gak pernah ikut perang wakakakakak.. terus saya turun ke arah lobi (kebetulan kamar saya di lantai 2). Waktu saya mengintip ke lobi perasaan saya gak enak, dan saya melihat ada 2 pegawai hotel dari arah belakang membawa pisau koki yang segede gaban (emang bisa lawan peluru?) hehe dan mereka menyarankan saya untuk masuk kamar dana saya langsung ke kamar teman saya (expat dari UK). Dan kami pun diam di dalam kamar. Listrik hotel kemudian mati.

Sekitar 45 menit, keadaan kembali hening. Lalu saya dan teman saya menuju lobi untuk menanyakan apa yang terjadi. Hehe pihak hotel bilangnya, no problem.. Emang kita anak kecil apa? Tapi karena gak ingin berdebat, kita balik ke kamar masing-masing dan tidur nyenyak.

Paginya, pas breakfast baru deh ketahuan apa yang sebenarnya terjadi. Ternyata oh ternyata, semalam hotel kami diserang oleh sekelompok militan yang kemudian menewaskan 1 orang sekuriti dan menculik salah seorang teman kami (expat dari Scotland).. wuihhh… kebetulan saat itu dia lagi di bar hotel, minum dan liat pertandingan bola kalo gak salah MU atau Chelsea deh yang main.. Untung aja kita yang lainnya gak ikutan hehe..

kaca depanGambar Bekas Tembakan di Kaca Depan Sebuah Mobil

..

kaca sampingGambar Bekas Tembakan di Kaca Samping Sebuah Mobil

..

Dan mulai hari itu, kita semua pindah ke hotel lain.. dan alhamdulillah dpt hotel yang lebih Ok.. hehe thanks to the militans wakakakaka.. Dan setalah 1 minggu kita mendapat kabar bahwa militan (baca:penculik) meminta tebusan sebesar 100 juta Naira (150 naira=1 usd), lalu turun menjadi 50 juta dan terakhir ‘hanya’ minta 1 juta Naira. Dan sampai sekarang belum ada kabarnya lagi.

Dan beberapa hari lalu juga, tersiar kabar bahawa militan (benar apa ga saya tidak tau persis), menyerang beberapa boat milik oil company di sini (please cek di BBC news).. Meskipun menurut sebagian orang disini sangat berbahaya tapi saya pikir biasa aja hehe nasib kita udah ada yang atur bung, santai aja.. Pasrah ke Allah aja hehe.. Dan untuk orang asia sperti kita ‘relatif’ lebih aman, karena targetnya biasa orang-orang Eropa.. So, kalo kerja disini jangan deket-deket sama orang bule hehehe.. Jaga jarak!

Mungkin itu dulu sekilas oleh-oleh dari negeri antah berantah ini. Maaf lama banget gak ngasih update soale baru dapat akses internet dan lelet lagi wakakakakak..

Makasih atas supportnya selama ini.

Semangat!

 

April 18, 2009 Posted by | News | , | 13 Comments