..sedikit berbagi ilmu..

ketika ilmu begitu bermanfaat

OFFPIPE (lagi) dan Floating Stinger

Halloooo… selamat datang kembali di blog ini..
Setelah kurang lebih hampir setahun nih ga pernah nulis lagi, sekarang mencoba menulis dan merangkai kata demi kata untuk berbagi bersama dan sekedar sharing pengalaman.

Seperti judulnya, postingan kali ini masih seputar si offpipe dengan sahabatnya si stinger. Pada proyek yang saya kerjakan kebetulan jenis stingernya berupa floating stinger sehingga pemodelan dalam offpipe juga harus dimodelkan sebagai floating stinger dimana perlakuannya amat berbeda dengan fixed stinger. Pada saat kita memakai fixed stinger, asumsi offpipe menganggap bahwa si stinger menjadi satu bagian dengan bargenya, menjadi satu kesatuan, satu rigid body dan jika bergerak juga secara bersama-sama. Sedangkan jika kita menggunakan jenis floating stinger maka offpipe akan beasumsi pada model kita terdapat 2 rigid body (barge dan stinger) yang terkoneksi menjadi satu dan mempunyai perilaku pergerakan yang tidak sama, atau lebih gampangnya mereka bergerak sendiri-sendiri dan tidak seirama hehe…

Akibatnya? Tentu saja waktu yang diperlukan untuk optimasi tinggi roller akan semakin lama. Jika biasanya dengan menggunakan fixed stinger kita akan mendapatkan bagian yang paling kritikal adalah di last roller on stinger karena secara logika di daerah itu pipa akan terbentur-bentur ke roller akibat bargenya goyang-goyang kena gelombang maka di floating stinger kita akan menemukan 2 tempat yang paling kritis, yaitu tetap di last roller on the stinger dan yang satunya lagi di last roller on the barge. Hal ini diakibatkan karena barge dan stinger bergerak sendiri-sendiri dan tidak seirama.

Jika kita menggunakan floating stinger, maka ada beberapa inputan tambahan dalam offpipe seperti:
* weight and displacement dari stinger
* ballast capacity dari stinger

Kedua inputan tersebut di input berdasarkan jumlah pembagian segmen pada stinger kita. Contoh jika kita memakai stinger 36m dan kita bagi menjadi 5 segmen (8m, 8m, 8m, 8m, 4m) maka nilai inputan tersebut bedasarkan fungsi panjang segmennya, pada 8m pertama berapa weight/displacement dan ballast capacity dan seterusnya. Selain itu pada pemodelan floating stinger di offpipe, inputan derajat kemiringan stinger bukan merupakan hal yang mutlak, karena stinger akan atomatis meng-adjust kemiringannya sendiri berdasarkan nilai weight/displacement dan ballast capacity yang kita masukan tadi. Inputan derajat kemiringan stinger jika kita masukkan hanya dipakai sebagai preliminary iterasi saja dan bukan berarti stingernya akan miring sebesar derajat yang kita inputkan tadi. Dan selanjutkan pemodelannya hampir sama dengan fixed stinger, dimana kita perlu untuk meng-adjust tinggi roller sampai diperoleh yang paling optimum. Dan jangan lupa untuk selalu memberi gap (jarak) antara last roller on the singer dan last roller on the barge dengan pipa. Sebisa mungkin jangan sampai pipanya nyentuh di kedua bagian ini. Kalo stress pada pipa di kedua daerah ini cukup besar, coba turunkan tinggi rollernya, perbesar gapnya dengan tetap mempertimbangkan pengaruhnya ke roller lainnya. Kuncinya lagi adalah tetap sabar hehehe… semua itu indah kalo kita menikmatinya…

Salam OFFPIPE!

March 5, 2010 - Posted by | Piping/Pipeline | , , , , , , , ,

9 Comments »

  1. Salam,
    saya dari malaysia. baru saja berkenal-kenalan sama Offpipe. Alhamdulillah, banyak informasi dari website ini yang sangat membantu. Bagaimana jika articulated stinger? yang punya 2 segment. adakah ini bermaksud kritikal point pada stinger menjadi 3? iaitu pada last roller on barge, last roller on stinger dan the first roller after hinged connection (2nd segemnt) dan tentu saja optimization of the roller height must comply all stages of pipe laying right? saya jadi bingung..minta jasa baik anda..terima kasih..

    Comment by nik | June 22, 2010 | Reply

    • Hallo… sudah dapat pencerahan?

      Comment by vladvamphire | August 5, 2010 | Reply

      • belum.. mohon pencerahan nya..🙂

        Comment by nik | August 9, 2010

    • hi, Why first roller after hinged. I think it should be last roller of the first section. Am I right?

      Comment by archer | April 19, 2011 | Reply

      • You can try to run dynamic case and you will see the result.. but make sure you model you stinger as floating stinger..
        Thanks.

        Comment by vladvamphire | November 8, 2011

  2. wah.. tulisan yang sangat menarik Vlad.. terutama buat saya yang baru nyoba belajar Instalasi. Perlu dibuat step2 nya nih sepertinya, ada edisi for Dummy nya nggak? he.. he..

    Sukses jg di tempat barunya.. eh.. klo blog nya saya link ke blog saya gpp kan?
    mampir jg ke blog saya (iklan heheh) http://pipelinemaster.wordpress.com
    Semoga kita bisa memberikan kontribusi yang kecil untuk kemajuan yang besar bagi Perkembangan ilmu Pipeline di indonesia..

    Comment by Yusuf Sopyan | July 29, 2010 | Reply

  3. gan mantap bangat..klo boleh cara kita hitung displacement/weigth,n ballast capacitynya tuk masing” segment stingernya.pake formula apa pak??terimakasih

    Comment by Ibrando H. Silalahi | August 16, 2010 | Reply

  4. i need a reseller offpipe. di bantu dong.. ada info gaaa

    Comment by asya | June 24, 2011 | Reply

    • Mau beli OFFPIPE gitu?

      Comment by vladvamphire | November 8, 2011 | Reply


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: