..sedikit berbagi ilmu..

ketika ilmu begitu bermanfaat

Tahapan Pekerjaan Offshore Pipelaying

….

Video di atas menjelaskan secara singkat bagaimana proses pekerjaan offshore pipelaying. Mari coba kita simak bersama dan kita bahas hehe…

  • Time : 00 00
    • Proses transfer pipa dari transportation barge ke pipelay barge. Coba perhatikan dengan seksama, pipa ini merupakan jenis anode joint, ada anode ditengah-tengah pipa.
  • Time : 00 35
    • Ini merupakan lineup station (beadstall) dimana proses persiapan pipeline dimulai. Aktivitas yang ada disini antara lain bevelling, buffing, pre-heat, dan lain-lain. Dalam video ini akan terlihat mesin kotak berwarna merah (Tine 00.43), itu biasa disebut sebagai Pipe Face Machine.Terlihat juga riggers melakukan pengecatan nomer field joint.
  • Time : 01 30
    • Pipe Fit up. Peralatan berwarna merah disebut internal line up clamp. Perhatikan pergerakan tangan dari para welder. Mereka memberikan signal ke beadstall operator untuk mengatur pergerakan linepipe agar pas untuk proses fiiting.
  • Time : 01 40
    • Welding operation. Di bagian ini terlihat peoses pengelasan yang dilakukan secara otomatis. Sepeti kita ketahui, lay-barge biasanya mempunyai beberapa station, antara lain:
      • Station 1 : Welding Root and Hot Pass
      • Station 2 : Welding Fill
      • Station 3 : Welding Fill
      • Station 4 : Capping, Visual Inspection and Touch Up Weld
      • Station 5 : Touch-up Weld, Repair and Radiographic Inspection
      • Station 6 : Repair and Radiographic Inspection
      • Station 7 : Field Joint Cleaning & Tape Wrap application. For Cold wrap normaly we use Serviwrap & for Heat Shrink Sleeve we use Raychem
      • Station 8 : Mastic Applications
  • Time : 02 40
    • Visual inspection. Dilakukan untuk memastikan hasil pengelasan bersih dan tidak ada percikan material pengelasan (weld splatter) dan siap untuk dilakukan NDT.
  • Time : 02 49
    • None Distruction Test. Dilakukan untuk mengecek kualitas pengelasan dan meastikan tidak ada cacat (defect).
  • Time : 03 20
    • Station 6 dimana persiapan permukaan pipeline untuk pelaksanaan field joint coating.
  • Time : 03 35
    • Riggers menyeleseikan proses wrapping HSS (Heat Shrink Sleeve) dan memanaskan HSS untuk memastikannya menempel dengan sempurna dengan permukaan field joint.
  • Time : 04 00
    • Riggers memasang sea sleave sebagai wadah foam. Foam injection kemudian dilakukan.
  • Time : 04 36
    • Field joint yang baru dikerjakan meninggalkan barge melalui stinger. Semua proses kemudian kembali lagi seperti awal dan terus menerus seperti tahapan tersebut sampai proses pipelaying selesai.

Demikian sedikit penjelasan mengenai video tahapan pekerjaan offshore pipelaying, semoga bisa berguna bagi kita semua.

March 5, 2010 - Posted by | Offshore, oil and gas, Piping/Pipeline | , , , , , , , , , ,

13 Comments »

  1. Hello, thanks for visit my blog. Hemmm baru kali ini ketemu blognya orang migas. Aku langganan E-booknya offshore magazine juga, tapi jarang kubaca… Ga ngerti soalnya. Bukan bidangq. Wkwkwk

    Comment by Devid Haryalesmana | March 7, 2010 | Reply

  2. excellent, what you explained make me understand and wanna learn all about oil & gas science.

    thanks & cheers,

    Comment by deky | March 18, 2010 | Reply

  3. ko video-nya ga keliat yach? apa komptrku bermasalah?

    Comment by kroco mumet | March 31, 2010 | Reply

  4. bos, videonya ga keliatan. belom di upload ya?

    Comment by darjo | April 28, 2010 | Reply

    • sudah di upload kok… mungkin kompinya…

      Comment by vladvamphire | May 19, 2010 | Reply

  5. Salam knal Bos,

    Mantap kali ilmu2nya tentang pipeline, kalau boleh nanya,..punya info tentang cathodic protection ga?

    thanks

    Comment by Ade rianto | May 20, 2010 | Reply

  6. Salam kenal.
    Senang membaca blog yg sangat bagus ini dan banyak wawasan.
    Ada pertanyaan yg mungkin mas bisa bantu saya.apa mas pernah ikut proses laying dgn metode reel-lay.Metode yang digunakan ialah pipa di weld di onshore di fab.yard lalu digulung dalam bentuk rool diatas barge.Mungkin mas bisa memberikan pengalamannya ttg dimensi atau spec rool yg digunakan untuk menggulung pipe tersebut.tks ya

    Comment by Palka Adripta | August 9, 2010 | Reply

    • Hallo.. salam kenal juga..
      Kebetulan saya belum ada pengalaman di bidang reel-lay.. Mohon maaf.
      Salam.

      Comment by vladvamphire | August 9, 2010 | Reply

  7. Hallo,mas .ada beberapa hal yang ingin saya tanyakan mengenai simplified criterai overbend. Salahsatunya tertulis 0.27%.Apakah nilai tersebut murni nilai strain atau ada makna lain.saya sedikit rancu ada notasi %.

    kemudian saya coba analisis shallow waterd kedalaman 150 m,dgn barge dimensi L=140m, w=40 m.hasilnya %yield dis stinger sagat tinggi melebihi 100%. Apa ada masukan?jika over stress terjadi selainmengontrol pipe tension,radius stinger dan barge serta trim barge.saya sudah lakukan namun msih tinggi nilainya.minta masukkannya.tks.

    Comment by Palka Adripta | August 19, 2010 | Reply

    • Hallo..
      Yup bener banget itu kan strain criteria 0.27%, hasil offpipe juga akan menunjukan serupa jadi tanda % bukan sebuah kerancuan.

      Itu stress di stinger dbagian mana yah? Stinger yang masih daerah overbend harusnya mengacu pada strain based criteria, sedangkan pada stinger tip smpe sagbend mengacu stress based (SMYS). Overstress/overstress bisa di atur dengan optimasi tension, stinger angle, roller box configuration (barge/stinger), trim, mungkin kalo terlalu berat pipenya bisa dtambahkan bouyancy tank.

      Kalo sudah mentok ga bisa diapa2in yah cara terakhir…. ganti barge nya hehe..

      Salam.
      Semoga sukses!

      Comment by vladvamphire | August 19, 2010 | Reply

  8. Menyambung :
    itu stinger dekat stern dan 1 lagi ditip nya. saya memasang 4 roller hasilnya memberikan:
    stgr1:102%
    stgr2:74%
    stgr3:82%
    stgr4:245%

    kalau utk gnti barge tidak mungkin saya pertimbangkan biaya jg kebetulan diproposal jd anggaran harus dipertimbangkan.Kebetulan bukan saya yg incharge utk ini saya ngecek saja apa bargenya layak.kalau ada masukan silahkan mslah teknis tentunya.tks

    Comment by Palka Adripta | August 19, 2010 | Reply

  9. Apa kabarnya Mas Vlad.Semoga sehat selalu.Kalau mas vlad ada waktu saya mau diskusi mengenai pipe laying terutama mengenai data untuk barge screen(offpipe).Untuk bagian support data di barge screen apakah jumlah support yang dipasang(no.station) harus sesuai jumlah station di laybarge.Saya agak rancu di beberapa report pipelaying analysis di spec barge tertulis no.station barge misal: 9 station namun saat input no.station di barge screen tak sama misalnya:6.

    mohon masukannya mas.tks

    Comment by Palka Adripta | September 23, 2010 | Reply

  10. Mas Vlad video diatas adalah DB.kuroshio II.apa anda pernah install menggunakan barge tersebut?saya ada perlu data mengenai data barge tersebut shop drawingnya.kalo specnya kebetulan saya ada.

    Sejauh pengalaman mas vlad saat instalasi dan perbandingan dgn offpipe.ketika input barge screen dibutuhkan pipe radius. Apa yg dapat di adjust saat aktual diatas barge untuk memainkan radius pipe ini.tks banyak

    Comment by Palka Adripta | September 23, 2010 | Reply


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: