..sedikit berbagi ilmu..

ketika ilmu begitu bermanfaat

Initiation Analysis

Yup… sesuai judulnya kali ini saya ingin sedikit berbagi tentang initiation analysis untuk pipelaying.. Disini saya hanya menulis apa yang saya ketahui dan mohon maaf bila ada salahnya, mohon pentunjuk… maklum masih newbie gan… hehe ^_^

Intiation atau biasa yang disebut start-up adalah salah satu bagian dari static analysis yang harus dikerjakan dalam perhitngan pipeline installation. Initiation adalah tahap awal dalam instalasi pipeline, dimana joint pertama pipe mulai dikerjakan. Proses ini dimulai dari pengelasan initiation head ke pipe joint, lalu dilanjutkan dengan penyambungan joint per joint sampe initiation head berada di ujung (atau sedikit keluar) stinger, kemudian proses welding berhenti sejenak untuk dilakukan penyambungan initiation cable/wire dari DMA atau jacket leg (tergantung metode yang dipakai). Setelah proses tersebut selesai, proses welding dilanjutkan kembali, satu persatu joint mulai bertambah perlahan-lahan sampai initiation head berada di atas seabed. Proses initiation ini biasa diakhiri bila sudah ada 1-2 pipe joints di atas sebaed. Selanjutnya dilanjutkan dengan normal lay biasa.

Untuk pipe initiation biasanya (yang saya tau lho yah) ada 3 macam cara yang dipakai:

  • DMA (Dead Man Anchor) method
  • Holdback method (pakai jacket leg)
  • Bowstring method (belum pernah pengalaman ngerjain yang ini gan…)

Hold Back Cable Philosophy

Pada prinsipnya DMA dan holdback hampir sama yaitu sama2 menggunakan cable yang terikat pada satu tumpuan/penahan kemudian disambungkan ke intiation head. Mungkin kalo DMA memakai seperti concrete blok yang ditaruh di atas sebaed atau bisa juga pile yang ditanam di sebaed, sedangkan kalau holdback biasa memakan jacket leg sebagai penahannya, jadi harus dihitung juga berapa beban maksimal yang bisa ditahan oleh jacket leg tersebut.

Initiation analysis sangat bisa dilakukan dengan bantuan software OFFPIPE tentunya. Prinsipnya disini kita memodelkan pipe, initiation head dan cable. Kemudian model dibuat step by step sesuai dengan penambahan pipe joint. Jadi akan beberapa case yang akan di run dalam satu analysis yang tergantung dari berapa banyak penambahan pipe joint yang akan dimodelkan. Case terakhir adalah kondisi dimana sudah ada 1-2 joint di atas seabed. Initiation head dan cable akan dimodelkan sama dalan setiap case sedangkan pipe dimodelkan berbeda pada setiap case tergantung berapa pipe joint yang di pay-out.

Sebagai contoh, case-1 biasa kita asumsi initiation head sudah berada di ujung stinger, katakanlah 10 pipe joint@12.2m sudah bisa membuat initiation head berada pada posisi tersebut. Panjang initation cable 50m dan intiation head 10m, jadi kita bisa modelkan sebagai berikut:

  • Row=1 adalah pipe dengan L=122m (10 joints)
  • Row=2 adalah initition head dengan L=10m (OD dan WT mengikuti pipe biasa tp dengan weight yang beda)
  • Row=3 adalah cable dengan L=50m

Case-2, jika kita akan membuat model per penambahan 1 joint maka case-2 adalah 11 joints pipe, sehingga modelnya:

  • Row=1 adalah pipe dengan L=134.2m (11 joints)
  • Row=2 adalah initition head dengan L=10m
  • Row=3 adalah cable dengan L=50m

Case-3, ada penambahan 1 joint lagi maka case-3 adalah 12 joints pipe, sehingga modelnya:

  • Row=1 adalah pipe dengan L=146.4m (12 joints)
  • Row=2 adalah initition head dengan L=10m
  • Row=3 adalah cable dengan L=50m

Dan begitulah seterusnya sampai kondisi 1-2 pipe joints berada di atas seabed. Jadi kita hanya bermain dengan penambahan panjang pipe di setiap casenya. Sudah paham kah? Atau semakin bingung? Pegangan ya kalo bingung hehehe…

Sik yah.. minum dulu hehe….

DMA Philosophy

Lanjut gan…!

Setelah paham sama prinsip proses intiation dan prinsip modeling nya lalu kita beralih ke masalah tension yang biasa kita apply di tiap case. Tension yang dipakai idealnya cukup membentuk sebuah curvature pipeline yang smooth sehingga stress/strain pada pipeline masih within the allowable. Setiap pipeliner mempunyai cara sendiri2 untuk menentukan besaran tension ini. Sebagian dari mereka bisa memodelkan besaran tensioan yang berbeda-beda dalam setiap case/step (sebut saja metode-1),  mulai dari tension kecil dan berangsur2 naik (contoh dari 5 ton sampai terakhir 20 ton). Tapi ada beberapa juga yang mendifine hanya memakai 1 besaran tension (metode-2), misalnya 20 ton, maka dari awal sampai akhir proses initiation tensionnya tetap 20 ton. Semuanya bisa dilakukan asalkan stress/strain pipe tetap masih dibawah batas maksimalnya. Sedangkan metode-3, tension adalah sebagai output di OFFPIPE bukan sebagai input, sedangkan yang dimodelkan adalah pergerakan barge nya dengan mempertahankan bentuk catenary dari S-shape pipeline (pakai command FIXITIES).

Selain itu kita juga harus memperhatikan pergerakan barge. Barge movement ini biasanya sebanding dengan pipe pay-out.  Jadi ketika ada penambahan 1 joint (12.2m) maka barge akan bergerak maju kurang lebih hampir sama dengan jumlah itu. Ingat, pergerakan barge (kenyataannya) akan mempengaruhi besaran tension. Ketika barge maju maka seakan-akan barge akan menarik pipa (pipe under tension) sehingga menaikkan tension di pipa. Sehingga, dalam initiation report sangat diharuskan mencantumkan pergerakan barge dan pipe pay-out per case. Untuk metode-1 dan metode-2 biasanya kita tidak memodelkan pergerakan barge di OFFPIPE (barge offset) sehingga pergerakan barge dapat diperoleh dengan mencari selisih antara koordinat touch down point (TDP) case-1 dan case-2, lalu case-2 dan case-3 dan seterusnya.

Dalam moetode-3 kita memodelkan pergerakan barge di OFFPIPE, biasa yang kita modelkan adalah pergerakan barge ke arah x positif. Jadi kita input X-offset nya. Untuk melakukan metode ini perlu kita run 1 case dulu sebagai acuan bentuk catenary pipenya, kita modelkan tanpa pergerakan barge (offset=0) lalu apply tension untuk membentuk caterany tersebut (misalnya 20 ton) lalu RUN. Kemudian kita liat outputnya, lalu ambil 2-3 node setelah TDP untuk kita FIX-kan untuk case selanjutnya. Selanjutnya kita hanya bermain dengan pipe pay-out dan offset barge. Ketika kita masukan offset barge terlalu besar maka kita akan mendapatkan output tension yang besar juga. Dan sebaliknya, jika offset barge yang kita masukkan kecil, maka output tension juga akan kecil. Menurut saya pribadi, metode-3 ini lebih merepresentasikan kenyataan di lapangan dimana pergerakan barge mempengaruhi besaran tension di pipa. Dan juga kita bisa mendapatkan langsung besaran barge movement tanpa mencari selisih dari TDP karena barge movement adalah input dalam pemodelan ini.

Berikut ini adalah contoh inputan OFFPIPE untuk intiation sequence dengan menggunakan metode-2, apply tension yang sama untuk semua case dan method-3.

Method-2 Ilustration

Method-3 Ilustration

Setelah proses analisa selesai kita diwajibkan membuat tabel yang berisi langkah-langkah pengerjaan intiation. Tabel ini akan kita kasih selanjutkan ke orang2 offshore sebagai panduan mereka melakukan initiation. Tabel ini harus mudah dimengerti dan diaplikasikan di offshore. Jangan sampe orang2 offshore bingung membaca tabel yang kita buat hehe…

Berikut ini contoh initiation table.

Initiation Laying Table

-V-

March 3, 2011 - Posted by | oil and gas, Piping/Pipeline | , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

15 Comments »

  1. Manthabbb mas brooo.. lanjutkan mas bro.. nambah ilmu tekan pakar-e pipo iki..

    Comment by Wahyu Ace | March 3, 2011 | Reply

  2. Beguna sekali gan…

    Comment by dhanifayumi | March 3, 2011 | Reply

  3. Untuk Bow string:
    1. Menggunakan satu kabel yg dinamakan bow sring cable.
    2. Kedua2 hujung Bow string cable di attach di salah satu kaki jaket. Satu diatas, satu di bawah sea surface.
    3. Satu kabel dinamakan hold back cable diattach pada pulling head dan juga bow string (menggunakan sheave block).
    4. Dengan penggunaan sheave block, hold back cable dpt bergerak bebas di sepanjang bow string cable

    Comment by Irwan Hamid | March 4, 2011 | Reply

    • Thanks bro tambahannya.. yup bener bgt tuh.. cuma saya belum pernah ngerjain analisanya.. jadi ga bisa berbagi cara analisanya soalnya selalu ga kebagian ngerjain yg itu hehe.. yang sy tau sih agak lebih rumit cara pengerjaannya dan tergantung sm versi OFFPIPE nya juga karena ada sebagaian OFFPIPE yang belum punya fitur automatisasi pergerakan turunnya bow string cable.. tp ada yg sudah bisa.. cuma saya lupa tuh yg versi brp ^_^

      Comment by vladvamphire | March 4, 2011 | Reply

  4. Luar biasa penjelasan nya…
    sangat membantu untuk para pemula di dunia pipeline

    Comment by Angky | March 4, 2011 | Reply

  5. Ikut belajar ah, ijin nyimak gan…:D

    Comment by augene | March 4, 2011 | Reply

    • mantabs gan… unpdate lagi gan… jangan lupa cendol nya gan ^_^

      Comment by vladvamphire | March 4, 2011 | Reply

  6. wah,,, bermanfaat sekali mas, walau bukan bidang ade, tapi tertarik dengan yang berhubungan dengan subsea… lanjutkan mas sharing ilmunya, salam kenal ade L-24.

    Comment by Adewiraariyanti | March 17, 2011 | Reply

  7. salam kenal mas Vlads…
    saya punya sofware offpipe tapi tdk tau cara pakainya… kalau mas punya tutorialnya bisa tidak saya minta… saya ingin sekali belajar… kalau ada tolong kirim ke email saya aremand@rocketmail.com… terima kasih sebelumnya…

    Comment by Armand | April 9, 2011 | Reply

  8. Wah saya baru tahu kalau dalam instalasi terlebih dahulu ada Intiation, nice info

    Comment by EQ | April 26, 2011 | Reply

  9. Mas Vlad, kalau untuk pushpull/shorepull (shore approach) initiation, apakah permodelan nya sama?? jika tidak adakah contoh typical inputan nya. thx

    Comment by Mardanu | May 8, 2011 | Reply

    • Mungkin relatif sama sih, cuma kalo shorepull kan pipenya bergerak ke arah onshore karena cable nya narik ksana nah pemodelannya kan tinggal dbikin sequence aja cable nya tambah pendek terus…

      Comment by vladvamphire | November 8, 2011 | Reply

  10. sangat membantu untuk belajar lebih dalam…
    keren web ini…

    Comment by anton | June 8, 2011 | Reply

  11. Vlad, tanpa fixity juga bisa dengan menambah: *GEOM LENG=12.0, DEPT=150.0, END=1, YEND=150.0

    Comment by desy | July 11, 2012 | Reply

    • Agree🙂

      Comment by vladvamphire | July 12, 2012 | Reply


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: