..sedikit berbagi ilmu..

ketika ilmu begitu bermanfaat

Free Span Prediction Analysis with OFFPIPE

Free span adalah bentang pipa di antara 2 tumppuan (support). Panjang bentangan ini ada kriterianya yang harus diikutin. Misalnya untuk kondisi installation, maksimal panjang free span adalah 30m, jadi ketika ada free span dengan panjang lebih dari 30m maka free span itu harus direktifikasi. Rektifikasi ini tujuannya untun mengurangi panjang free span, bisa dengan memasang grout bag di tengah free span sehingga panjangnya jadi setengahnya, atau bisa dengan menghancurkan salah satu support nya supaya pipa nya turun. Ada ada banyak cara lainnya. Pokoknya bagaimana itu free span bisa hilang atau berkurang panjangnya.

Di project stage, sebelum pipa mulai dipasang, biasa kita sebagai pipeline engineer diminta untuk memprediksi berapa jumlah free span yang melebihi kriteria. Dan bagaimana saja bentuk free span yang mungkin terjadi (panjang, tinggi dan tipe free span). Semua ini adalah prediksi sehingga kita bisa membuat rencana mau diapain itu free span dan berapa biayanya. Terlepas nanti kejadian bener apa gak saat installasi itu lain perkara, paling gak kita sudah berusaha memprediksinya. Memprediksi free span agak kompleks karena banyak sekali variable yang tidak jelas, seperti jenis tanah, kontur seabed, residual tension yang ada di pipa setelah laying, dan lainnya. Pokok’e Gejeee deh.. Gak jelas hehe…

Jenis tanah mungkin bisa kita dapat, tapi Continue reading

Advertisements

August 1, 2012 Posted by | Offshore, oil and gas, Piping/Pipeline | , , , | 3 Comments

Scripting untuk membantu Dynamic Analysis di OFFPIPE

Dynamic analysis biasa dilakukan untuk mengetahui workability dari vessel kita pada saat pelaksaan instalasi pipeline. Output yang diharapkan adalah berapa maximum sea-state yang bisa di-cover sama vessel kita. Lebih simpelnya berapa ketinggian gelombang maximum yang mampu dihadapi oleh vessel kita untuk masang pipeline. Hasil ini adalah pengkerucutan dari smua kemungkinan tinggi gelombang (wave height) yang akan terjadi, juga kemungkinan periode gelombang (wave period), serta arah datangnya gelombang (wave heading). Ketiga faktor ini sangat berperan untuk menentukan sea-state criteria dari vessel kita.

Di alam ini semua penuh dengan ketidakpastian (jadi ingat kata dosen saya, pak Daniel M Rosyid hehe…).. Dan untuk mengakomodir semua ketidakpastian ini maka analisa kita harus bisa memperhitungakan semua kemungkinan yang terjadi. Kemungkinan berapa tinggi gelombang, berapa periode gelombang, dan dari mana datangnya gelombang yang mungkin akan dihadapi kelak pada saat instalasi.. Jadi, kalo saya kebiasaannya selalu menghitung semua kemungkinan itu. Selain untuk melindungi diri sendiri juga biasa si client memintanya seperti itu. Bagaimana saya melakukan dynamic analysis untuk pipeline installation? Lanjuuttt..

Saya ataupun sapa saja tidak akan pernah tau berapa tinggi gelombang yang akan terjadi, maka saya selalu meng-konsider range tinggi gelombang dalam analisa saya, misalnya dari 1m sampai 3m dengan kenaikan setiap 0.25m (jadi ada 9 variabel tinggi gelombang). Selain itu karena saya juga tidak pernah tau berapa pastinya periode gelombang yang akan terjadi, maka saya selalu meng-konsider range periode gelombang, biasanya sesuai dengan semua yang saya punya pada data RAO vessel, contoh dari 7s sampai 17s dengan kenaikan setiap 2s (jadi ada 6 variabel periode gelombang). Yang paling penting lagi gak ada yang bisa menjamin pastinya arah datangnya gelombang, jadinya saya selalu mengkonsider semua kemungkinan datangnya gelombang, biasanya sih dari 0 derajat sampai 180 derajat dengan kenaikan setiap 45 derajat (jadi ada 6 variabel tinggi gelombang). Dari semua variable itu yang bisa saya turunkan jumlahnya adalah variable tinggi gelombang. Katakanlah target saya adalah untuk bisa mendapatkan workability min 1.5m tinggi gelombang karena mungkin Metocean data menunjukkan sekitar 80% kemungkin tinggi gelombang yang terjadi adalah dibawah 1.5m… Tapi apakah kita hanya menggunakan 1 variabel saja untuk tinggi gelombang yaitu 1.5m? Ya tidak dunk, itu kan target saya, tapi saya mana tau yang akan terjadi nanti. Lah kalo terjadi 2m gimana? Kalo gak dianalisa terus tiba-tiba terjadi beneran gimana? Hehe.. masak harus abandon? Makanya itu saya tetep memakai range tapi dimulai dari 1.5m sampai 2.5 (menurut saya gelombang 2.5m sudah cukup tinggi untuk prosess instalasi, meskipun vesselnya mampu tapi kita kembali lagi ke safety, kecuali emang utk kasus-kasus tertentu yang lautnya ganas), jadinya total variable tinggi gelombangnya turun menjadi 5.

Dan kalo kita buat matriksnya dari semua variable-variabel tersebut maka saya harus menyiapkan input OFFPIPE sekitar 5 x 6 x 6 = 180 hahaha… Are you kidding me? No, I am serious dude! Continue reading

December 17, 2011 Posted by | Offshore, oil and gas, Piping/Pipeline, Tips buat Hepi | , , , , , , , | 16 Comments

Pseudo-Dynamic = men-Dynamic-kan Static Analysis

Kalo kita bicara masalah static analysis maka sudah pastinya this analysis only deals with the pipe and the lay equipment in static condition (tidak memperhatikan environmental load seperti wave atau pun barge motion). Static analysis biasanya mencakup initiation, normal lay, A&R, dan laydown. Semua analisis ini tidak memperhatikan environmental load (eg. Wave) dan juga barge motion, jadi pure static only. Tapi apakah mungkin kita akan mengalami keadaan ideal dimana tidak ada sama sekali wave atau pun barge yang bergoyang? Pastinya tidak mungkin bukan.. Jadinya sebenarnya semua analisa itu harus memperhatikan dynamic load, terutama wave dan barge motion, karena ini yang sangat mempengaruhi stress di pipe kita. Tapi apakah harus kita analisa semuanya seperti kita melakukan analisa dynamic pada umumnya? Jawabannya tentu juga tidak perlu. Tidak perlu sedetail itu. Sebenarnya, Continue reading

December 8, 2011 Posted by | Offshore, oil and gas, Piping/Pipeline, Tips buat Hepi | , , , , , , , , , , | 4 Comments

Houston, December 2011, 3 deg Celcius

Hi guys…

Tahun 2011 gak kerasa akan segera abis yah.. and it had been almost 1 month I am here in Houston, the center of oil and gas industry (many people said like that, isn’t it). Thanks God, that’s only I can say.. It is same just like last time when I went to Paris (beginning January 2011 till April 2011), I am just supporting the engineering team of Subsea 7 under temporary assignment from my company SapuraAcergy. SapuraAcergy is a joint venture between Sapura Crest and Acergy, and Acergy is no longer exist since they have merged with Subsea 7 and they become Subsea 7. So it is pretty common for internal employee transfer like me because we are in the same company group. In the football game we used to call this as loan player transfer hehe… anyway, I am glad to be here..

For almost one month, I am supporting the engineering team here for tendering in Gulf of Mexico (damn good, finally I am working on this zone) but in the shallow water area (surely it’s still OK for me).. Our client is one of Mexican company so the area is in the Mexico side. As per my skill, this is the Continue reading

December 4, 2011 Posted by | Deep of Me, Lesson Learn, Offshore, oil and gas, Piping/Pipeline | , , , , , , , , , | 8 Comments

Spectrum Wave vs Regular Wave di OFFPIPE

Kalau kita bicara tentang wave di OFFPIPE sudah pasti berhubungan dengan analisa dinamis, berhubungan dengan barge yang bergerak-gerak dan pastinya menyangkut  RAO. Kalau udah masalah RAO ini biasa jagonya anak kapal hehe… yuuuukkk….! Yang jelas saya bukan anak kapal jadi mungkin pengetahuan saya tentang RAO tidak sehebat anak2 kapal hehe…

Oke, ketika kita menentukan wave method yang akan kita gunakan dalam analisa dinamis di OFFPIPE maka kita bisa memilih regular wave atau pun spectrum wave (irregular). Sekilas mungkin tidak ada masalah, tapiiiiii…. ada kriteria yang harus dipenuhin yaitu apa jenis RAO kita sesuai dengan wave theory yang kita pakai di OFFPIPE?

Pada umumnya, RAO yang kita punya dikerjakan based on spectrum wave (pengalaman RAO yang selama ini saya punya) dan ada yang dalam rentang kedalaman laut tertentu. Pokoknya intinya RAO nya dikerjakan pakai spectrum wave deh. Sedangkan kalau di OFFPIPE ketika kita memasukkan RAO tersebut maka ada minimum waktu yang dibutuhkan untuk simulasinya yaitu selama 3 jam (10800 detik) menurut DNV. Sehingga terkadang untuk menyingkat waktu simulasi ini akhirnya kita beralih dengan menggunakan regular wave theory untuk analisa di OFFPIPE. Dengan memakai regular wave theory maka Continue reading

March 4, 2011 Posted by | Offshore, oil and gas, Piping/Pipeline | , , , , , , , | 13 Comments

Tahapan Pekerjaan Offshore Pipelaying

….

Video di atas menjelaskan secara singkat bagaimana proses pekerjaan offshore pipelaying. Mari coba kita simak bersama dan kita bahas hehe…

  • Time : 00 00
    • Proses transfer pipa dari transportation barge ke pipelay barge. Coba perhatikan dengan seksama, pipa ini merupakan jenis anode joint, ada anode ditengah-tengah pipa.
  • Time : 00 35
    • Ini merupakan lineup station (beadstall) dimana proses persiapan pipeline dimulai. Aktivitas yang ada disini antara lain bevelling, buffing, pre-heat, dan lain-lain. Dalam video ini akan terlihat mesin kotak berwarna merah (Tine 00.43), itu biasa disebut sebagai Pipe Face Machine.Terlihat juga riggers melakukan pengecatan nomer field joint. Continue reading

March 5, 2010 Posted by | Offshore, oil and gas, Piping/Pipeline | , , , , , , , , , , | 13 Comments

Dinamis Analisis dengan OFFPIPE

Ada beberapa teman yang menanyakan bagaimana melakukan dynamic analysis dengan OFFPIPE. Berikut saya berikan sedikit gambarannya. Seperti telah saya jelaskan bahwa dinamis analisis mempertimbangkan pergerakan dari barge sehingga perlu inputan RAO (response amplitude operator) dari barge, dan juga data lingkungan berupa arus dan gelombang, serta waktu iterasi (perhatikan dibawah ini). Berdasarkan DnV RP-105 Free Spanning Pipeline (2006) Sect. 3.6, minimum waktu yang dibutuhkan untuk melakukan simulasi dinamis adalah selama 3 jam.

Dynamic Screen

Pada gambar di atas, perhatikan kolom yang berwarna ungu, disitu terdapat 3 tanda centang yang merupakan minimum requirements untuk melakukan analisa dinamis di OFFPIPE. Mari kita bahas satu persatu: Continue reading

June 20, 2009 Posted by | Offshore, oil and gas, Piping/Pipeline | , , , , , | 15 Comments

Above Water Tie-In

Salah satu analisa yang bisa dilakukan oleh OFFPIPE adalah davit lifting analysis. Davit lifting adalah proses pengangkatan ujung pipeline oleh davit (cable) yang ditarik dari atas barge. Biasa digunakan 3-5 davit untuk proses tersebut sampai ujung pipeline berada di atas permukaan laut, dimana davit pertama letaknya hampir di ujung pipeline lalu selanjutnya berjarak beberapa meter dari davit yang satu ke davit yang lainnya. Ketika proses pengangkatan ini maka pipeline akan melengkung membentuk kurva dan tentu saja jika tidak diperhitungkan dengan sebaik-baiknya bukan tidak mungkin lengkungan tersebut akan menghasilkan stress yang melebihi batas dan pipeline bisa mengalami kegagalan (patah). OFFPIPE mampu melakukan analisa proses davit lifting ini dan memberikan output berupa stress yang terjadi pada semua daerah pipeline, terutama pada daerah lengkungan yang terbentuk ketika pipeline diangkat ke atas.

1

Gambar 1 Ilustrasi Proses Davit Lifting (OFFPIPE Manual)

Proses davit lifting biasanya dilakukan sebagai proses penyambungan pipeline, dimana sebenarnya bisa saja dilakukan penyambungan (pengelasan) di bawah laut tapi dengan biaya yang jelas lebih mahal. Davit lifting memberikan harga yang relative lebih murah dari pada proses pengelasan bawah laut. Proses penyambungan dengan mengangkat pipeline ke atas permukaan laut bisa dikenal dengan Above Water Tie In. Penyambungan ini bisa antara pipeline dengan pipeline atau juga antara pipeline dengan riser. Tahapannya cukup sederhana, pipeline diangkat ke atas permukaan laut, lalu disambung dan diturunkan lagi ke dalam laut.

Perhatikan foto di bawah ini (Gambar 2). Dalam foto tersebut Continue reading

June 16, 2009 Posted by | Offshore, oil and gas, Piping/Pipeline | , , , , , | 8 Comments

Cathodic Protection

Cathodic Protection..

….

Cathodic Protection adalah metode untuk mencegah terjadinya korosi pada material pipa. Ada dua konsep utama dari aplikasi metode cathodic protection yaitu dengan galvanic anodes dan dengan impressed current system. Untuk pipa bawah laut, kita menggunakan jenis galvanic anode system.

Korosi adalah sebuah reaksi elektokimia yang menyebabkan material menjadi terkikis. Pada kenyataannya material baja dari pipa bawah laut terbagi atas area katoda dan anoda yang tersebar secara acak, dan air laut bersifat elektrolit yang mengandung molekul galvanis. Hal ini kemudian menyebabkan elekron bergerak dari satu ke tempat lain yang menyebabkan korosi. Dengan menghubungkan material berpotensial listrik yang tinggi ke baja pipa bawah laut, akan memungkinkan terjadinya reaksi elektrokimia di material yang berpotensial listrik rendah dan berubah menjadi katode dan akhirnya terlindungi.

External Coating merupakan perlindungan pertama pada pipa bawah laut dari serangan korosi. Tetapi seiring dengan proses transportasi dan instalasi pipeline akan menyebabkan beberapa kerusakan pada coating dari pipeline tersebut. Cathodic protection akan menggunakan logam lain yang akan mengalirkan elektron ke material pipeline. Logam yang akan berfungsi sebagai anoda bisa menggunakan material zinc atau aluminum. Dengan menempelkan aboda ini pada permukaan pipa maka pipa tersebut akan terlindungi dari korosi meskipun pada bagian yang coatingnya rusak sekalipun.

….

-bersambung-

NB:

Untuk info lain bisa coba klik di sini.. JUST CLICK HERE

February 28, 2009 Posted by | Offshore, Piping/Pipeline | , , , , , | 12 Comments

Buku Pengantar Pipa Bawah Laut (SOLD OUT) – mohon maaf…. (Dec 7, 2011)

!…SOLD OUT….!

.

cover-bppbl

….

…SOLD OUT…

Buku ‘Pengantar Pipa Bawah Laut’ edisi Bahasa Indonesia karya Vladimir Medio, ST., khusus bagi bangsa Indonesia sebagai jawaban atas keterbatasan literatur yang menggunakan bahasa Indonesia dan untuk menunjang pengetahuan tentang Offshore Pipeline (pipa bawah laut).

Buku ini cocok untuk mahasiswa yang sedang mengambil mata kuliah perancangan pipa bawah laut, atau siapa saja yang ingin mengembangkan pengetahuannya tentang offshore pipeline.

Jangan kuatir, isinya tetap Ok dan hampir setara dengan karya Boyun Guo, Yong Bai atau Andrew Palmer sekalipun hehe..

Harga cuma Rp.75.000 + Ongkir (tergantung wilayah pemesan).

Berisikan materi-materi sebagai berikut:

  • Sejarah pipa bawah laut
  • Perhitungan diameter & ketebalan pipa
  • Gaya hidrodinamis di sekitar pipa bawah laut
  • Analisa Stabilitas pada pipa bawah laut
  • Analisa Buckling
  • Perhitungan panjang span kritis
  • Scouring pada pipa bawah laut
  • Perlindungan pipa bawah laut dari external corrosion
  • Metode instalasi pipa bawah laut
  • dan lainnya

Bagi yang berminat untuk memesan, silahkan tuliskan nama di comment dan menghubungi via email di bawah ini:

vladimir.medio@yahoo.com

Semoga buku ini nantinya bisa bermanfaat untuk kita semua.

Trims.
PS: Untuk saat ini stok masih SOLD OUT.

February 26, 2009 Posted by | News, Offshore, oil and gas, Piping/Pipeline | , , , , , , , , | 86 Comments