..sedikit berbagi ilmu..

ketika ilmu begitu bermanfaat

Sign Convention for the Six Laybarge Motion in OFFPIPE

Guys, just quick ones! Di manual OFFPIPE ada sedikit kesalahan saat men-define sign convention untuk six laybarge motion. Gambar yang ditampilkan tidak sesuai dengan paragraf yang menjelaskan, yaitu untuk masalah YAW motion. Di paragrafnya tertulis kalau arah position untuk YAW motion adalah berdasarkan kaedah rotasi tangan kiri (left hand rotation) tetapi di gambarnya menunjukkan itu sebagai kaedah tangan kanan. Jadi buat rekans yang mengkonvert RAO dari software lain untuk dimasukin ke OFFPIPE, please pay attention to this one yah…

Kebetulan saya lagi utak atik orcaflex dan offpipe, ini saya share perbedaan sign convention antara orcaflex dan offpipe. Jadi ketika kita meng-convert RAO dari orcaflex ke offpipe harap perhatikan perbedaan keduanya.. Yuk disedot gan hehe… Semoga bermanfaat.

Salam Merdeka!

August 14, 2012 Posted by | Piping/Pipeline, Tips buat Hepi | , , , , , , , , | Leave a comment

Free Span Prediction Analysis with OFFPIPE

Free span adalah bentang pipa di antara 2 tumppuan (support). Panjang bentangan ini ada kriterianya yang harus diikutin. Misalnya untuk kondisi installation, maksimal panjang free span adalah 30m, jadi ketika ada free span dengan panjang lebih dari 30m maka free span itu harus direktifikasi. Rektifikasi ini tujuannya untun mengurangi panjang free span, bisa dengan memasang grout bag di tengah free span sehingga panjangnya jadi setengahnya, atau bisa dengan menghancurkan salah satu support nya supaya pipa nya turun. Ada ada banyak cara lainnya. Pokoknya bagaimana itu free span bisa hilang atau berkurang panjangnya.

Di project stage, sebelum pipa mulai dipasang, biasa kita sebagai pipeline engineer diminta untuk memprediksi berapa jumlah free span yang melebihi kriteria. Dan bagaimana saja bentuk free span yang mungkin terjadi (panjang, tinggi dan tipe free span). Semua ini adalah prediksi sehingga kita bisa membuat rencana mau diapain itu free span dan berapa biayanya. Terlepas nanti kejadian bener apa gak saat installasi itu lain perkara, paling gak kita sudah berusaha memprediksinya. Memprediksi free span agak kompleks karena banyak sekali variable yang tidak jelas, seperti jenis tanah, kontur seabed, residual tension yang ada di pipa setelah laying, dan lainnya. Pokok’e Gejeee deh.. Gak jelas hehe…

Jenis tanah mungkin bisa kita dapat, tapi Continue reading

August 1, 2012 Posted by | Offshore, oil and gas, Piping/Pipeline | , , , | 3 Comments

Scripting untuk membantu Dynamic Analysis di OFFPIPE

Dynamic analysis biasa dilakukan untuk mengetahui workability dari vessel kita pada saat pelaksaan instalasi pipeline. Output yang diharapkan adalah berapa maximum sea-state yang bisa di-cover sama vessel kita. Lebih simpelnya berapa ketinggian gelombang maximum yang mampu dihadapi oleh vessel kita untuk masang pipeline. Hasil ini adalah pengkerucutan dari smua kemungkinan tinggi gelombang (wave height) yang akan terjadi, juga kemungkinan periode gelombang (wave period), serta arah datangnya gelombang (wave heading). Ketiga faktor ini sangat berperan untuk menentukan sea-state criteria dari vessel kita.

Di alam ini semua penuh dengan ketidakpastian (jadi ingat kata dosen saya, pak Daniel M Rosyid hehe…).. Dan untuk mengakomodir semua ketidakpastian ini maka analisa kita harus bisa memperhitungakan semua kemungkinan yang terjadi. Kemungkinan berapa tinggi gelombang, berapa periode gelombang, dan dari mana datangnya gelombang yang mungkin akan dihadapi kelak pada saat instalasi.. Jadi, kalo saya kebiasaannya selalu menghitung semua kemungkinan itu. Selain untuk melindungi diri sendiri juga biasa si client memintanya seperti itu. Bagaimana saya melakukan dynamic analysis untuk pipeline installation? Lanjuuttt..

Saya ataupun sapa saja tidak akan pernah tau berapa tinggi gelombang yang akan terjadi, maka saya selalu meng-konsider range tinggi gelombang dalam analisa saya, misalnya dari 1m sampai 3m dengan kenaikan setiap 0.25m (jadi ada 9 variabel tinggi gelombang). Selain itu karena saya juga tidak pernah tau berapa pastinya periode gelombang yang akan terjadi, maka saya selalu meng-konsider range periode gelombang, biasanya sesuai dengan semua yang saya punya pada data RAO vessel, contoh dari 7s sampai 17s dengan kenaikan setiap 2s (jadi ada 6 variabel periode gelombang). Yang paling penting lagi gak ada yang bisa menjamin pastinya arah datangnya gelombang, jadinya saya selalu mengkonsider semua kemungkinan datangnya gelombang, biasanya sih dari 0 derajat sampai 180 derajat dengan kenaikan setiap 45 derajat (jadi ada 6 variabel tinggi gelombang). Dari semua variable itu yang bisa saya turunkan jumlahnya adalah variable tinggi gelombang. Katakanlah target saya adalah untuk bisa mendapatkan workability min 1.5m tinggi gelombang karena mungkin Metocean data menunjukkan sekitar 80% kemungkin tinggi gelombang yang terjadi adalah dibawah 1.5m… Tapi apakah kita hanya menggunakan 1 variabel saja untuk tinggi gelombang yaitu 1.5m? Ya tidak dunk, itu kan target saya, tapi saya mana tau yang akan terjadi nanti. Lah kalo terjadi 2m gimana? Kalo gak dianalisa terus tiba-tiba terjadi beneran gimana? Hehe.. masak harus abandon? Makanya itu saya tetep memakai range tapi dimulai dari 1.5m sampai 2.5 (menurut saya gelombang 2.5m sudah cukup tinggi untuk prosess instalasi, meskipun vesselnya mampu tapi kita kembali lagi ke safety, kecuali emang utk kasus-kasus tertentu yang lautnya ganas), jadinya total variable tinggi gelombangnya turun menjadi 5.

Dan kalo kita buat matriksnya dari semua variable-variabel tersebut maka saya harus menyiapkan input OFFPIPE sekitar 5 x 6 x 6 = 180 hahaha… Are you kidding me? No, I am serious dude! Continue reading

December 17, 2011 Posted by | Offshore, oil and gas, Piping/Pipeline, Tips buat Hepi | , , , , , , , | 16 Comments

Pseudo-Dynamic = men-Dynamic-kan Static Analysis

Kalo kita bicara masalah static analysis maka sudah pastinya this analysis only deals with the pipe and the lay equipment in static condition (tidak memperhatikan environmental load seperti wave atau pun barge motion). Static analysis biasanya mencakup initiation, normal lay, A&R, dan laydown. Semua analisis ini tidak memperhatikan environmental load (eg. Wave) dan juga barge motion, jadi pure static only. Tapi apakah mungkin kita akan mengalami keadaan ideal dimana tidak ada sama sekali wave atau pun barge yang bergoyang? Pastinya tidak mungkin bukan.. Jadinya sebenarnya semua analisa itu harus memperhatikan dynamic load, terutama wave dan barge motion, karena ini yang sangat mempengaruhi stress di pipe kita. Tapi apakah harus kita analisa semuanya seperti kita melakukan analisa dynamic pada umumnya? Jawabannya tentu juga tidak perlu. Tidak perlu sedetail itu. Sebenarnya, Continue reading

December 8, 2011 Posted by | Offshore, oil and gas, Piping/Pipeline, Tips buat Hepi | , , , , , , , , , , | 4 Comments

Houston, December 2011, 3 deg Celcius

Hi guys…

Tahun 2011 gak kerasa akan segera abis yah.. and it had been almost 1 month I am here in Houston, the center of oil and gas industry (many people said like that, isn’t it). Thanks God, that’s only I can say.. It is same just like last time when I went to Paris (beginning January 2011 till April 2011), I am just supporting the engineering team of Subsea 7 under temporary assignment from my company SapuraAcergy. SapuraAcergy is a joint venture between Sapura Crest and Acergy, and Acergy is no longer exist since they have merged with Subsea 7 and they become Subsea 7. So it is pretty common for internal employee transfer like me because we are in the same company group. In the football game we used to call this as loan player transfer hehe… anyway, I am glad to be here..

For almost one month, I am supporting the engineering team here for tendering in Gulf of Mexico (damn good, finally I am working on this zone) but in the shallow water area (surely it’s still OK for me).. Our client is one of Mexican company so the area is in the Mexico side. As per my skill, this is the Continue reading

December 4, 2011 Posted by | Deep of Me, Lesson Learn, Offshore, oil and gas, Piping/Pipeline | , , , , , , , , , | 8 Comments

Spectrum Wave vs Regular Wave di OFFPIPE

Kalau kita bicara tentang wave di OFFPIPE sudah pasti berhubungan dengan analisa dinamis, berhubungan dengan barge yang bergerak-gerak dan pastinya menyangkut  RAO. Kalau udah masalah RAO ini biasa jagonya anak kapal hehe… yuuuukkk….! Yang jelas saya bukan anak kapal jadi mungkin pengetahuan saya tentang RAO tidak sehebat anak2 kapal hehe…

Oke, ketika kita menentukan wave method yang akan kita gunakan dalam analisa dinamis di OFFPIPE maka kita bisa memilih regular wave atau pun spectrum wave (irregular). Sekilas mungkin tidak ada masalah, tapiiiiii…. ada kriteria yang harus dipenuhin yaitu apa jenis RAO kita sesuai dengan wave theory yang kita pakai di OFFPIPE?

Pada umumnya, RAO yang kita punya dikerjakan based on spectrum wave (pengalaman RAO yang selama ini saya punya) dan ada yang dalam rentang kedalaman laut tertentu. Pokoknya intinya RAO nya dikerjakan pakai spectrum wave deh. Sedangkan kalau di OFFPIPE ketika kita memasukkan RAO tersebut maka ada minimum waktu yang dibutuhkan untuk simulasinya yaitu selama 3 jam (10800 detik) menurut DNV. Sehingga terkadang untuk menyingkat waktu simulasi ini akhirnya kita beralih dengan menggunakan regular wave theory untuk analisa di OFFPIPE. Dengan memakai regular wave theory maka Continue reading

March 4, 2011 Posted by | Offshore, oil and gas, Piping/Pipeline | , , , , , , , | 13 Comments

Initiation Analysis

Yup… sesuai judulnya kali ini saya ingin sedikit berbagi tentang initiation analysis untuk pipelaying.. Disini saya hanya menulis apa yang saya ketahui dan mohon maaf bila ada salahnya, mohon pentunjuk… maklum masih newbie gan… hehe ^_^

Intiation atau biasa yang disebut start-up adalah salah satu bagian dari static analysis yang harus dikerjakan dalam perhitngan pipeline installation. Initiation adalah tahap awal dalam instalasi pipeline, dimana joint pertama pipe mulai dikerjakan. Proses ini dimulai dari pengelasan initiation head ke pipe joint, lalu dilanjutkan dengan penyambungan joint per joint sampe initiation head berada di ujung (atau sedikit keluar) stinger, kemudian proses welding berhenti sejenak untuk dilakukan penyambungan initiation cable/wire dari DMA atau jacket leg (tergantung metode yang dipakai). Setelah proses tersebut selesai, proses welding dilanjutkan kembali, satu persatu joint mulai bertambah perlahan-lahan sampai initiation head berada di atas seabed. Proses initiation ini biasa diakhiri bila sudah ada 1-2 pipe joints di atas sebaed. Selanjutnya dilanjutkan dengan normal lay biasa.

Untuk pipe initiation biasanya (yang saya tau lho yah) ada 3 macam cara yang dipakai: Continue reading

March 3, 2011 Posted by | oil and gas, Piping/Pipeline | , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 15 Comments

First Update 2011

Halloooo blogger pecinta dunia pipeline,

Wah, sudah sangat sangat sangat lama sekali saya ga pernah menyentuh blog tercinta saya ini.. apa saya sudah mulai melupakan blog ini atau karena saking sibuknya saya? Terkadang saya hanya mau menulis hal2 yang penting saja dan jadinya mungkin saya terjebak dalam perfeksionitas menulis.. padahal setelah dpikir2 lagi.. menulis tidak harus perfect kan? Toh saya juga bukan seorang sastrawan atau pun jurnalis.. Kadang juga saya hanya ingin menulis masalah kerjaan atau lebih spesisik ke pipeline, tapi… kapan mulai nulisnya kalau terlalau banyak mikir hehehe…

Yup, this is my first update in 2011. And I hope I can continue to put my finger on my keyboard for typing something for my blog.. Today is saturday, Feb 26, 2011.. I am laying on my bed and think what should I put on this post… Oia… saya sekarang lagi di Paris.. bukan Parangtritis lho yah hehe.. tapi Pari di Prancis.. kebetulan saya disini menjalani temporary assignment dari perusahaan saya di KL (SapuraAcergy) untuk bantu2 di parent company dsini Subsea7. Saya mulai dsini sejak January bulan lalu dan sejauh ini Paris masih dingin hahaha… Kalau kita penggemar sepakbola mungkin akan sangat familiar dengan istilahnya transfer window musim dingin, mungkin saya mengikuti juga proses itu hehe… ya bisa dbilang saya lagi dipinjamkan ke klub lain dan transfernya terjadi di musim dingin… biasalah nasib pemain cadangan hahaha :p

Anyway, di perusahaan Subsea7 ini (www.subsea7.com) saya diplot tetep sebagai offshore pipeline installation engineer, dan lagi2 saya berkutat dengan my luvly OFFPIPE. Saya attach di project EGP3B Pipeline Project yang dipunyai Chevron Nigeria.. wah saya seperi merasa bernostalgila kembali dengan Nigeria hehe… EGP sendiri singkatan dari Escravos Gas Project, 3B sendiri adalah phase nya… Pada awalnya saya sempet mikir EGP3B itu singkatan dari Emangnya Gue Pikirin bah bah bah.. hahaha… Seperti typical pipeline2 di Nigeria, EGP3B ini juga pipelinenya Continue reading

February 26, 2011 Posted by | News, oil and gas, Piping/Pipeline | Leave a comment

Tahapan Pekerjaan Offshore Pipelaying

….

Video di atas menjelaskan secara singkat bagaimana proses pekerjaan offshore pipelaying. Mari coba kita simak bersama dan kita bahas hehe…

  • Time : 00 00
    • Proses transfer pipa dari transportation barge ke pipelay barge. Coba perhatikan dengan seksama, pipa ini merupakan jenis anode joint, ada anode ditengah-tengah pipa.
  • Time : 00 35
    • Ini merupakan lineup station (beadstall) dimana proses persiapan pipeline dimulai. Aktivitas yang ada disini antara lain bevelling, buffing, pre-heat, dan lain-lain. Dalam video ini akan terlihat mesin kotak berwarna merah (Tine 00.43), itu biasa disebut sebagai Pipe Face Machine.Terlihat juga riggers melakukan pengecatan nomer field joint. Continue reading

March 5, 2010 Posted by | Offshore, oil and gas, Piping/Pipeline | , , , , , , , , , , | 13 Comments

OFFPIPE (lagi) dan Floating Stinger

Halloooo… selamat datang kembali di blog ini..
Setelah kurang lebih hampir setahun nih ga pernah nulis lagi, sekarang mencoba menulis dan merangkai kata demi kata untuk berbagi bersama dan sekedar sharing pengalaman.

Seperti judulnya, postingan kali ini masih seputar si offpipe dengan sahabatnya si stinger. Pada proyek yang saya kerjakan kebetulan jenis stingernya berupa floating stinger sehingga pemodelan dalam offpipe juga harus dimodelkan sebagai floating stinger dimana perlakuannya amat berbeda dengan fixed stinger. Pada saat kita memakai fixed stinger, asumsi offpipe menganggap bahwa si stinger menjadi satu bagian dengan bargenya, menjadi satu kesatuan, satu rigid body dan jika bergerak juga secara bersama-sama. Sedangkan jika kita menggunakan jenis floating stinger maka offpipe akan beasumsi pada model kita terdapat 2 rigid body (barge dan stinger) yang terkoneksi menjadi satu dan mempunyai perilaku pergerakan yang tidak sama, atau lebih gampangnya mereka bergerak sendiri-sendiri dan tidak seirama hehe…

Akibatnya? Tentu saja waktu yang diperlukan untuk optimasi tinggi roller akan semakin lama. Jika biasanya dengan menggunakan fixed stinger kita akan mendapatkan bagian yang paling kritikal adalah di last roller on stinger karena secara logika di daerah itu pipa akan terbentur-bentur ke roller akibat bargenya goyang-goyang kena gelombang maka di floating stinger kita akan menemukan 2 tempat yang paling kritis, yaitu tetap di last roller on the stinger dan yang satunya lagi di last roller on the barge. Hal ini diakibatkan karena barge dan stinger bergerak sendiri-sendiri dan tidak seirama. Continue reading

March 5, 2010 Posted by | Piping/Pipeline | , , , , , , , , | 9 Comments