..sedikit berbagi ilmu..

ketika ilmu begitu bermanfaat

Tahapan Pekerjaan Offshore Pipelaying

….

Video di atas menjelaskan secara singkat bagaimana proses pekerjaan offshore pipelaying. Mari coba kita simak bersama dan kita bahas hehe…

  • Time : 00 00
    • Proses transfer pipa dari transportation barge ke pipelay barge. Coba perhatikan dengan seksama, pipa ini merupakan jenis anode joint, ada anode ditengah-tengah pipa.
  • Time : 00 35
    • Ini merupakan lineup station (beadstall) dimana proses persiapan pipeline dimulai. Aktivitas yang ada disini antara lain bevelling, buffing, pre-heat, dan lain-lain. Dalam video ini akan terlihat mesin kotak berwarna merah (Tine 00.43), itu biasa disebut sebagai Pipe Face Machine.Terlihat juga riggers melakukan pengecatan nomer field joint. Continue reading

March 5, 2010 Posted by | Offshore, oil and gas, Piping/Pipeline | , , , , , , , , , , | 13 Comments

OFFPIPE (lagi) dan Floating Stinger

Halloooo… selamat datang kembali di blog ini..
Setelah kurang lebih hampir setahun nih ga pernah nulis lagi, sekarang mencoba menulis dan merangkai kata demi kata untuk berbagi bersama dan sekedar sharing pengalaman.

Seperti judulnya, postingan kali ini masih seputar si offpipe dengan sahabatnya si stinger. Pada proyek yang saya kerjakan kebetulan jenis stingernya berupa floating stinger sehingga pemodelan dalam offpipe juga harus dimodelkan sebagai floating stinger dimana perlakuannya amat berbeda dengan fixed stinger. Pada saat kita memakai fixed stinger, asumsi offpipe menganggap bahwa si stinger menjadi satu bagian dengan bargenya, menjadi satu kesatuan, satu rigid body dan jika bergerak juga secara bersama-sama. Sedangkan jika kita menggunakan jenis floating stinger maka offpipe akan beasumsi pada model kita terdapat 2 rigid body (barge dan stinger) yang terkoneksi menjadi satu dan mempunyai perilaku pergerakan yang tidak sama, atau lebih gampangnya mereka bergerak sendiri-sendiri dan tidak seirama hehe…

Akibatnya? Tentu saja waktu yang diperlukan untuk optimasi tinggi roller akan semakin lama. Jika biasanya dengan menggunakan fixed stinger kita akan mendapatkan bagian yang paling kritikal adalah di last roller on stinger karena secara logika di daerah itu pipa akan terbentur-bentur ke roller akibat bargenya goyang-goyang kena gelombang maka di floating stinger kita akan menemukan 2 tempat yang paling kritis, yaitu tetap di last roller on the stinger dan yang satunya lagi di last roller on the barge. Hal ini diakibatkan karena barge dan stinger bergerak sendiri-sendiri dan tidak seirama. Continue reading

March 5, 2010 Posted by | Piping/Pipeline | , , , , , , , , | 9 Comments

Dinamis Analisis dengan OFFPIPE

Ada beberapa teman yang menanyakan bagaimana melakukan dynamic analysis dengan OFFPIPE. Berikut saya berikan sedikit gambarannya. Seperti telah saya jelaskan bahwa dinamis analisis mempertimbangkan pergerakan dari barge sehingga perlu inputan RAO (response amplitude operator) dari barge, dan juga data lingkungan berupa arus dan gelombang, serta waktu iterasi (perhatikan dibawah ini). Berdasarkan DnV RP-105 Free Spanning Pipeline (2006) Sect. 3.6, minimum waktu yang dibutuhkan untuk melakukan simulasi dinamis adalah selama 3 jam.

Dynamic Screen

Pada gambar di atas, perhatikan kolom yang berwarna ungu, disitu terdapat 3 tanda centang yang merupakan minimum requirements untuk melakukan analisa dinamis di OFFPIPE. Mari kita bahas satu persatu: Continue reading

June 20, 2009 Posted by | Offshore, oil and gas, Piping/Pipeline | , , , , , | 15 Comments

Above Water Tie-In

Salah satu analisa yang bisa dilakukan oleh OFFPIPE adalah davit lifting analysis. Davit lifting adalah proses pengangkatan ujung pipeline oleh davit (cable) yang ditarik dari atas barge. Biasa digunakan 3-5 davit untuk proses tersebut sampai ujung pipeline berada di atas permukaan laut, dimana davit pertama letaknya hampir di ujung pipeline lalu selanjutnya berjarak beberapa meter dari davit yang satu ke davit yang lainnya. Ketika proses pengangkatan ini maka pipeline akan melengkung membentuk kurva dan tentu saja jika tidak diperhitungkan dengan sebaik-baiknya bukan tidak mungkin lengkungan tersebut akan menghasilkan stress yang melebihi batas dan pipeline bisa mengalami kegagalan (patah). OFFPIPE mampu melakukan analisa proses davit lifting ini dan memberikan output berupa stress yang terjadi pada semua daerah pipeline, terutama pada daerah lengkungan yang terbentuk ketika pipeline diangkat ke atas.

1

Gambar 1 Ilustrasi Proses Davit Lifting (OFFPIPE Manual)

Proses davit lifting biasanya dilakukan sebagai proses penyambungan pipeline, dimana sebenarnya bisa saja dilakukan penyambungan (pengelasan) di bawah laut tapi dengan biaya yang jelas lebih mahal. Davit lifting memberikan harga yang relative lebih murah dari pada proses pengelasan bawah laut. Proses penyambungan dengan mengangkat pipeline ke atas permukaan laut bisa dikenal dengan Above Water Tie In. Penyambungan ini bisa antara pipeline dengan pipeline atau juga antara pipeline dengan riser. Tahapannya cukup sederhana, pipeline diangkat ke atas permukaan laut, lalu disambung dan diturunkan lagi ke dalam laut.

Perhatikan foto di bawah ini (Gambar 2). Dalam foto tersebut Continue reading

June 16, 2009 Posted by | Offshore, oil and gas, Piping/Pipeline | , , , , , | 8 Comments

Software Gratis: Kamus Indonesia-Inggris

Hai… saatnya bagi2 freeware neh…

Setelah lebih dari satu setengah tahun tidak ada kabar versi baru program kamus, dan mungkin hampir tidak ada kemajuan, Alhamdulillah akhirnya bisa kembali mengupdate dan merilis versi baru Kamus 2.04. Ada beberapa tambahan dan update cukup penting untuk versi ini. Dan seperti sebelumnya, program ini tetap gratis (freeware).

1

Sebenarnya perancang kamus ini (mas Ebta Setiawan) hanya ingin memperbaiki banyaknya definisi kata yang terpotong, sekaligus memperbaiki berbagai error atau bugs (kesalahan program) di versi 2.03. Tetapi ketika muncul ide baru, maka ingin menambahkan fitur yang berbeda dengan software sejenis lainnya, yang semoga semakin bermanfaat. Salah satu fitur baru yang ada di versi ini adalah Window History. Window ini akan menampilkan daftar kata hasil pencarian terakhir, dengan tampilan yang simple. Untuk melihat definisinya tinggal mengarahkan mouse ke kata yang diinginkan. Jumlah yang ingin ditampilkan bisa diatur melalui menu Setting.

..

2

Selain itu, ketika window history tampil, window utama dapat disembunyikan, dan history juga akan tetap menampilkan kata-kata baru yang di copy secara otomatis dan menampilkan definisinya, tanpa window utama. Untuk mengakses menunya, klik kanan judul “History” yang ada bagian diatas window. Fitur ini mungkin sebagai tahap uji coba, jadi mungkin masih ada kesalahan atau beberapa kekurangan. Selain fitur itu ada tambahan lainnya seperti trackbar untuk mengatur transparansi dan tambahan menu ketika klik kanan icon program kamus. Ada juga shortcut Ctrl+S untuk berpindah secara cepat dari tampilan normal, compact mode dan full compact mode.

..

3

Untuk Perbaikan, yang paling utama adalah perbaikan definisi ratusan kata yang terpotong, perbaikan help file bahasa Inggris (masukan dari pengguna di luar Indonesia), proses terjemah dari clipboard ( ketika kita meng-copy kata ) yang jauh lebih cepat (sampai 5x lebih cepat) dan beberapa perbaikan kecil lainnya. Untuk fitur tambahan lainnya juga bisa melihat Help filenya.

Klik DISINI untuk mendownload.

Sumber: http://ebsoft.web. id

May 29, 2009 Posted by | News, Tips buat Hepi | , , , , , , | 13 Comments

Hostage Killed in Nigeria Delta

A hostage being held by Nigerian oil militants has been killed during a military attack, they have claimed.

The hostage was a Filipino sailor seized from the boat the MV Spirit on Thursday morning, militants said. An army spokesman has said a militant camp was “torched” in an operation, but denied claims it had bombed a village. The militants have now declared an “all-out war” on the military as gun battles continued for a third day this week in the southern swamps. “One hostage has been killed by stray bullets from the Nigerian army who attacked an area they were being held in Delta State,” a spokesman for the Movement for the Emancipation of the Niger Delta (Mend) said in a statement. The group took at least 15 people hostage from two ships in the early hours of Thursday. In response, Mend says military planes bombarded a village in Delta State, killing women and children. But the military says it “torched a militant camp” and only killed fighters. On Friday Mend also claimed to have boarded a warship, captured the crew and set the ship on fire, but navy spokesman Commodore David Nabaiba said the claim was “lies”. It was not possible to verify either side’s claims immediately, as travel to the region is restricted.

Deadline

“Mend is declaring an all-out war in the region and call upon all men of fighting age to enlist for our freedom,” spokesman Jomo Gbomo said in an e-mail to journalists. “Casualties are mostly women, children and the elderly who could not get away quickly into the bush or high sea,” he said of the alleged aerial bombardment. But army spokesman Lt Col Rabe Abubakar denied the claim. “The only operation today has been a cordon and search operation, which revealed a militant camp, which we torched,” he said. He said he could not give any figures on casualties. Mend issued a Sunday deadline for oil companies to pull out of the Niger Delta. The renewed violence between militants and the military’s Joint Task Force was expected by analysts after Mend rejected an amnesty offered by the government.

The government has still not officially said the offer is off the table. Mend is still holding British hostage Matthew Maguire who was seized from an oil services boat in September last year. His colleague Robin Hughes was freed in April. Militant groups in the Niger Delta have flourished amid a lack of governance and rule of law. They claim to be fighting to help local people benefit from the region’s oil wealth but fund their activities with oil theft, extortion and kidnapping. The Joint Task Force, charged with bringing security to the Delta, is accused of brutality and corruption.

BBCNews.

May 16, 2009 Posted by | News | , , , , | 1 Comment

Pipeline Installation Engineering

OFFPIPE and Pipeline Installation


Hufff… setelah lama gak nulis.. saatnya menulis kembali.. demi bangsa dan Negara hehehe… Merdeka! Dan sebelumnya saya minta maaf jika tulisan ini kurang memuaskan (mohon koreksi) karena saya hanya mencoba menjelaskan apa yang saya ketahui (maklum masih hijau dan belum banyak pengalaman hehe…)

Seperti telah diceritakan sebelumnya, saat ini saya bekerja sebagai Pipeline Engineer di Nigeria. Untuk posisi tersebut, saya bertanggung jawab pada salah satu project yang sedang kita kerjakan, MIPs (MPN Integrity Projects). MIPs adalah project intalasi pipeline yang terdiri dari 3 macam diameter pipe (16’’, 20’’ dan 24’’) di 6 lokasi (3 lokasi di offshore dan 3 near shores). Ruang lingkup kerjaannya lebih pada analisa pipeline saat instalasi dengan menggunakan software OFFPIPE tentunya, dan beberapa perhitungan manual yang tidak bisa dicover oleh OFFPIPE. Intinya, menghitung pipe stress hehe sampe stress.. Oia saya gundul lho sekarang (bukan saking stress lho hehe..).

Pipeline installation adalah proses pemasangan pipeline di laut. Hal yang harus diperhatikan adalah besarnya stress yang terjadi pada pipe pada saat proses tersebut. Mulai dari saat pipa masih diatas barge, di stinger, dan saat pipa menyentuh seabed. Ada 2 kategori area yang harus dicek, yaitu Overbend dan sagbend. Overbend area dimulai dari pipe masih di atas barge sampe stinger (kecuali roller terakhir pada stinger). Sedangkan sagbend mulai dari roller terakhir pada stinger sampai seabed. Accetance criteria untuk area ini pun berbeda. Menurut DnV OS F101 ‘Submarine Pipeline System’ Section 13, part H300 ‘Simplified Laying Criteria’, disebutkan bahwa utk overbend area menggunakan strain based criteria, sedangkan sagbend menggunakan stress based criteria. Dimana untuk calculated strain maksimal uyang diijinkan adalah 0,205% (Material X52, Static Condition) dan stress maksimal yang diijinkan adalah 87% dari SMYS (Static Condition). Untuk kondisi dynamic analysis maka batasan maksimalnya akan berubah.

Sebenarnya apa perbedaan analysa statis dan analisa dinamis pada instalasi pipeline dengan OFFPIPE? Simpel saja, pada analisa statis asumsinya tidak ada pergerakan dari bargenya (barge dianggap diam/statis) sedangkan pada analisa dinamis kita memasukkan fungsi pergerakan barge. Jadi bargenya kita anggap bergerak karena adanya pengaruh gelombang laut. Oleh karena itu, untuk analisa dinamis kita memerlukan data tambahan berupa data RAO (Response Amplitude Operator) dari barge atau yang biasa dikenal sebagai motion study of the barge dan data lingkungan (gelombang dan arus laut). Data RAO dapat diperoleh salah satunya dari simulasi dengan menggunakan software MOSES.

Ok, kembali ke kerjaan…

Untuk project instalasi pipeline ini ada beberapa case yang bias disimulasikan dengan menggunakan OFFPIPE, antara lain:

  • Start-Up Analysis

Analisa pada saat pertama kali pipa akan diluncurkan. Pipa dilas di atas barge lalu ditarik sampai di ujung stinger. Karena pipa tidak bisa bergerak sendiri maka kita perlu menariknya dengan AHT atau winch machine. Setelah pipa berada di ujung stinger, kita kaitkan kabel yang sebelumnya telah diikatkan di DMA (Dead Man Anchor) di dasar laut ke ujung pipa (pipe head). Lalu barge bergerak maju dan proses penyambungan pipa tetap dilakukan sehingga dengan sendirinya pipa tersebut akan turun dan meluncur ke laut dengan dipegangin kabel didepannya. Proses start-up selesai setelah pipe head dan beberapa meter bagian pipa telah berada di dasar laut. Kita bisa membuat simulasi pipa yang ujungnya diikatkan cable yang terhubung di DMA yang ada di dasar laut. Pada beberapa kondisi, kita bisa mengganti DMA dengan kaki jacket. Jadi kabelnya kita kaitkan pada kaki jacket jika kita tidak menggunakan DMA. Simulasi di OFFPIPE dilakukan dengan merubah-rubah panjang pipa dari pendek misal 70meter kemudian dtambah per case 10 meteran sehingga kita akan mendapatkan variasi case panjang pipa pada simulasi OFFPIPE, danakan diperoleh kesan bahwa pipe bergerak dari barge menuju dasar laut. Dalam setiap perubahan itu kita cek strain dan stress yang terjadi dan kita analisa.

  • Normal Laying Analysis

Analisa normal, yaitu asumsinya kondisi saat pipa sudah menyentuh seabed jadi kita tidak lagi menggunakan cable. Yang ada hanya pipa aja. Seperti biasa kita cek strain dan stress yang terjadi dan kita analisa.

  • Abandon Analysis

Abandon adalah keadaan dimana tidak memungkin dilanjutkannya pekerjaan instalasi pipeline karena mungkin cuaca buruk. Untuk itu pekerjaan harus dihentikan dan bagian terakhir pipa yang ada di atas barge harus diturunkan ke dasar laut. Hal ini biasa disebut abandon analysis. Prinsipnya hamper sama sepeti Start-Up analysis, kita menggunakan cable. Tapi untuk case ini kabel posisinya berada di belakang pipa. Jadi simulasi yang dilakukan dengan merubah0rubah panjang pipa mulai pendek sampai panjang. Sehingga diperoleh kesan pipa meluncur ke dasar laur dengan dipegangin cable di belakangnya.

  • Recovery Analysis
  • Laydown Analysis

————————- bersambung ——————————-

PS: Kita lanjutkan nanti yah… Saya mau kerja lagi hehe…

April 28, 2009 Posted by | Piping/Pipeline | , , , , , , , , | 40 Comments

Update: Port Hacourt, Nigeria

Ups..  maaf kalo postingan ini gak ada hubungannya sm pipeline hehe.. tp banyak yg minta update ttg Nigeria.. berikut saya berikan garis besarnya saja yah.. Perusahaan saya bekerja lokasinya di Nigeria tepatnya di kota Port Hacourt (PH), sekitar 1 jam perjalanan dengan pesawat dari ibu kota lama, Lagos. Keadaan PH hampir sama seperti kota-kota lainnya di Nigeria, dan mungkin sama seperti di Papua hehe panas bro..

PH adalah daerah di selatan Nigeria yang penduduknya mayoritas kristen, sehingga mencari sebuah masjid disini sangat susah sekali. Hal yang berbeda dengan Nigeria bagian utara, yang katanya lebih di dominasi oleh penduduk muslim. Keadaan keamanan di PH mungkin hampir sama dengan di Aceh, dimana disini bertebaran militan-militan yang sangat meresahkan. Militan ini awalnya terbentuk sebagai bentuk protes terhadap pemerintah Nigeria karena ketidakadilan distribusi bagi hasil pembangunan akan sumber daya minyak dan gas bumi. Maklum, PH adalah pusatnya minyak dan gas di Nigeria, tapi keadaannya jauh memprihatinkan.

PHSuasana Pagi Hari di Perempatan PH

….

Tapi semakin lama, tindakan militan ini semakin tidak terarah, bahkan sangat sulit sekali membedakan mana yang militan dan mana yang penjahat. Mereka bahkan tidak segan-segan membunuh untuk mendapatkan keinginannya. Seperti kasus yang saya dan teman-teman expat lainnya alami disini sekitar seminggu yang lalu.

Minggu lalu, tepatnya hari minggu malam jam 7.30 malam (belum terlalu larut), ketika saya selasai sholat isya’ dan mau rebahan, tiba-tiba terdengar suara tembakan dari luar hotel. Awalnya saya pikir suara tembakan di tivi karena kebetulan saya lagi nonton film action. Dan saya pikir lagi mungkin pak polisi sedang mengejar penjahat atau apalah.. Tapi suara itu kayaknya bukan dari lokasi yang jauh, tapi di lokasi hotel..!

Wow, baru kalo ini saya mendengar suara tembakan AK45 beneran hehe.. maklum gak pernah ikut perang wakakakakak.. terus saya turun ke arah lobi (kebetulan kamar saya di lantai 2). Waktu saya mengintip ke lobi perasaan saya gak enak, dan saya melihat ada 2 pegawai hotel dari arah belakang membawa pisau koki yang segede gaban (emang bisa lawan peluru?) hehe dan mereka menyarankan saya untuk masuk kamar dana saya langsung ke kamar teman saya (expat dari UK). Dan kami pun diam di dalam kamar. Listrik hotel kemudian mati.

Sekitar 45 menit, keadaan kembali hening. Lalu saya dan teman saya menuju lobi untuk menanyakan apa yang terjadi. Hehe pihak hotel bilangnya, no problem.. Emang kita anak kecil apa? Tapi karena gak ingin berdebat, kita balik ke kamar masing-masing dan tidur nyenyak.

Paginya, pas breakfast baru deh ketahuan apa yang sebenarnya terjadi. Ternyata oh ternyata, semalam hotel kami diserang oleh sekelompok militan yang kemudian menewaskan 1 orang sekuriti dan menculik salah seorang teman kami (expat dari Scotland).. wuihhh… kebetulan saat itu dia lagi di bar hotel, minum dan liat pertandingan bola kalo gak salah MU atau Chelsea deh yang main.. Untung aja kita yang lainnya gak ikutan hehe..

kaca depanGambar Bekas Tembakan di Kaca Depan Sebuah Mobil

..

kaca sampingGambar Bekas Tembakan di Kaca Samping Sebuah Mobil

..

Dan mulai hari itu, kita semua pindah ke hotel lain.. dan alhamdulillah dpt hotel yang lebih Ok.. hehe thanks to the militans wakakakaka.. Dan setalah 1 minggu kita mendapat kabar bahwa militan (baca:penculik) meminta tebusan sebesar 100 juta Naira (150 naira=1 usd), lalu turun menjadi 50 juta dan terakhir ‘hanya’ minta 1 juta Naira. Dan sampai sekarang belum ada kabarnya lagi.

Dan beberapa hari lalu juga, tersiar kabar bahawa militan (benar apa ga saya tidak tau persis), menyerang beberapa boat milik oil company di sini (please cek di BBC news).. Meskipun menurut sebagian orang disini sangat berbahaya tapi saya pikir biasa aja hehe nasib kita udah ada yang atur bung, santai aja.. Pasrah ke Allah aja hehe.. Dan untuk orang asia sperti kita ‘relatif’ lebih aman, karena targetnya biasa orang-orang Eropa.. So, kalo kerja disini jangan deket-deket sama orang bule hehehe.. Jaga jarak!

Mungkin itu dulu sekilas oleh-oleh dari negeri antah berantah ini. Maaf lama banget gak ngasih update soale baru dapat akses internet dan lelet lagi wakakakakak..

Makasih atas supportnya selama ini.

Semangat!

 

April 18, 2009 Posted by | News | , | 13 Comments

Subsea Pipeline Installation, OFFPIPE

Subsea Pipeline Installation, OFFPIPE

Based on milist Petrolifere en Mer (Java to Indonesian) by David Makisang

..

Offpipe adalah software berbasis FEM (Fine element method) yang mampu mencover semua bentuk problem instalasi pipeline, kemampuan software ini antara lain:

  1. Static dan dynamic analisi pada pipelay baik dengan metode S-Lay ataupu J-Lay tak terbatas pula pada kasus dengan atau tanpa stinger.
  2. Davit Lifting
  3. Pipe abandon, startup maupun laydown
  4. Analsia stress pada pipa akibat kontur laut yang tidak rata

Ada beberapa analisa yang perlu kita perhatikan pada proses instalsi pipeline:

  1. Analisa Start-up
  2. Normal Laying
  3. Laydow Analysis

Analisa 1,3 merupakan proses awal dan akhir, mungkin kita bahas di waktu lain. Sekarang kita mulai dulu dari Normal Laying.

Apa saja data yang kita butuhkan untuk proses pipelaying..??

  1. Section Pipa dan Jenis Material Propertise, berisi informasi seputar ukuran pipa lengkap dengan coating, tidak peduli pakai corrotion coating, field joint coating atau concrete coating. Ditambah dengan berat pipa di dalam air dan di udara bebas.
  2. Propertis Tanah, berisi jenis tanahnya itu apa, untuk menentukan coefisent friction, atau juga untuk menentukan stabilitas pipa di atas tabag. Bahasa jawanya ‘Pipone mancep opo glamber-glamber’.
  3. Barge properties, menentukan kordinate kapal, tensioner dan roller
  4. Stinger properties (kalo dipakai), ini juga berisi koordinatnya roller di stinger skalian bouyancy capacity kalo pakai floating stinger.
  5. Kondisine lingkungan
  6. RAO untuk analisa dinamis .

Berikut ini adalah tampilan awalnya. Dalam offpipe kita bisa desain baru dari awal atau memodifikasi data yang sudah ada dengan memilih menu “Edit Existing Input Data File’. Saran saya sih modif aja data yang sudah ada biar mempersingkat waktu pengerjaan.

offpipe awal

…m sss

Pada saat telah masuk menu ‘edit existing input data file’ akan keluar tampilan seperti gambar di bawah ini dengan adanya tulisan ’40ADYN58′ di pojok kanan atas. Lalu kita diminta untuk mengisikan data seperti pada tampilan.

2

Berikut ini penjelasannya,

  • Problem Title or Heading, untuk nama pekerjaan,
  • Job Number, untuk memperjelas seperti Sub Bab,
  • User Name, nama yang punya pekerjaan,
  • Problem Input, memperjelas unit satuan yang akan digunakan, ketik angka 1 untuk satuan Britsh dan angka 2 untuk SI.

offpipe-3

Tampilan selanjutnya adalah penentuan analisa yang akan kita lakukan. Menu ‘pipe strain’ adalah untuk menentuka regangan, ‘stresses’ untuk tegangan dan seterusnya. Kalo kita ingin Offpipe mengeluarkan hasilnya maka ketik angka 1, tapi jika kita tidak menginginkannya maka dibiarkan kosong saja.

offpipe-4

Pada tampilan di atas, kolom yang akan diisi berfungsi untuk memberikan identitas untuk result mengenai grafik yang ingin kita lihat. Selain itu juga bisa menunjukkan bentuk side view dari profile elevationnya kerjaan kita. Kada-kadang suka banyak dan tergantung hasil yang ingin dikeluarkan oleh masing-masing user yang berkepentingan.

Selanjutnya kita masuk ke bagian terpenting dari OFFPIE, namanya kolom untuk propertis pipa..

offpipe-5

Isi kolom dengan data yang tersedia saja. Yang paling penting adalah kolom yang di bold putih. Sedangkan lainnya bisa diisikan kalo memang datanya tersedia, tapi jika tidak bisa di-dafault saja.

Kemudian selanjutnya kita akan melihat tampilan kolom tensioner di Barge seperti gambar di bawah ini.

offpipe-6

Menu ‘static pipe tension’ adalah besarnya tension yang kita berikat pada saat laying, minimal atau maksimal, atau bisa juga dikosongkan. Angka 683 sebagai contoh artinya 683 KN. Ingat kan kita pakai satuan SI dalam panduan ini seperti telah kita tentuka sebelumnya.

Selanjutnya kita akan membahas masalah BARGE DATA, hal yang sangat kritikal dan butuh perhatian lebih. Tapi.. tunggu di episode selanjutnya yah..

..

OK, sementara sekian dulu..

Kapan-kapan dilanjutkan lagi. Jadi kalo masih penasaran jangan lupa untuk mampir kembali ke blog ini. Terima kasih.

..

..

-compiled and brought to you by vladimir medio-

March 5, 2009 Posted by | Lesson Learn, Piping/Pipeline, Tips buat Hepi | , , , | 30 Comments

Cathodic Protection

Cathodic Protection..

….

Cathodic Protection adalah metode untuk mencegah terjadinya korosi pada material pipa. Ada dua konsep utama dari aplikasi metode cathodic protection yaitu dengan galvanic anodes dan dengan impressed current system. Untuk pipa bawah laut, kita menggunakan jenis galvanic anode system.

Korosi adalah sebuah reaksi elektokimia yang menyebabkan material menjadi terkikis. Pada kenyataannya material baja dari pipa bawah laut terbagi atas area katoda dan anoda yang tersebar secara acak, dan air laut bersifat elektrolit yang mengandung molekul galvanis. Hal ini kemudian menyebabkan elekron bergerak dari satu ke tempat lain yang menyebabkan korosi. Dengan menghubungkan material berpotensial listrik yang tinggi ke baja pipa bawah laut, akan memungkinkan terjadinya reaksi elektrokimia di material yang berpotensial listrik rendah dan berubah menjadi katode dan akhirnya terlindungi.

External Coating merupakan perlindungan pertama pada pipa bawah laut dari serangan korosi. Tetapi seiring dengan proses transportasi dan instalasi pipeline akan menyebabkan beberapa kerusakan pada coating dari pipeline tersebut. Cathodic protection akan menggunakan logam lain yang akan mengalirkan elektron ke material pipeline. Logam yang akan berfungsi sebagai anoda bisa menggunakan material zinc atau aluminum. Dengan menempelkan aboda ini pada permukaan pipa maka pipa tersebut akan terlindungi dari korosi meskipun pada bagian yang coatingnya rusak sekalipun.

….

-bersambung-

NB:

Untuk info lain bisa coba klik di sini.. JUST CLICK HERE

February 28, 2009 Posted by | Offshore, Piping/Pipeline | , , , , , | 12 Comments