..sedikit berbagi ilmu..

ketika ilmu begitu bermanfaat

Pseudo-Dynamic = men-Dynamic-kan Static Analysis

Kalo kita bicara masalah static analysis maka sudah pastinya this analysis only deals with the pipe and the lay equipment in static condition (tidak memperhatikan environmental load seperti wave atau pun barge motion). Static analysis biasanya mencakup initiation, normal lay, A&R, dan laydown. Semua analisis ini tidak memperhatikan environmental load (eg. Wave) dan juga barge motion, jadi pure static only. Tapi apakah mungkin kita akan mengalami keadaan ideal dimana tidak ada sama sekali wave atau pun barge yang bergoyang? Pastinya tidak mungkin bukan.. Jadinya sebenarnya semua analisa itu harus memperhatikan dynamic load, terutama wave dan barge motion, karena ini yang sangat mempengaruhi stress di pipe kita. Tapi apakah harus kita analisa semuanya seperti kita melakukan analisa dynamic pada umumnya? Jawabannya tentu juga tidak perlu. Tidak perlu sedetail itu. Sebenarnya, Continue reading

December 8, 2011 Posted by | Offshore, oil and gas, Piping/Pipeline, Tips buat Hepi | , , , , , , , , , , | 4 Comments

OFFPIPE (lagi) dan Floating Stinger

Halloooo… selamat datang kembali di blog ini..
Setelah kurang lebih hampir setahun nih ga pernah nulis lagi, sekarang mencoba menulis dan merangkai kata demi kata untuk berbagi bersama dan sekedar sharing pengalaman.

Seperti judulnya, postingan kali ini masih seputar si offpipe dengan sahabatnya si stinger. Pada proyek yang saya kerjakan kebetulan jenis stingernya berupa floating stinger sehingga pemodelan dalam offpipe juga harus dimodelkan sebagai floating stinger dimana perlakuannya amat berbeda dengan fixed stinger. Pada saat kita memakai fixed stinger, asumsi offpipe menganggap bahwa si stinger menjadi satu bagian dengan bargenya, menjadi satu kesatuan, satu rigid body dan jika bergerak juga secara bersama-sama. Sedangkan jika kita menggunakan jenis floating stinger maka offpipe akan beasumsi pada model kita terdapat 2 rigid body (barge dan stinger) yang terkoneksi menjadi satu dan mempunyai perilaku pergerakan yang tidak sama, atau lebih gampangnya mereka bergerak sendiri-sendiri dan tidak seirama hehe…

Akibatnya? Tentu saja waktu yang diperlukan untuk optimasi tinggi roller akan semakin lama. Jika biasanya dengan menggunakan fixed stinger kita akan mendapatkan bagian yang paling kritikal adalah di last roller on stinger karena secara logika di daerah itu pipa akan terbentur-bentur ke roller akibat bargenya goyang-goyang kena gelombang maka di floating stinger kita akan menemukan 2 tempat yang paling kritis, yaitu tetap di last roller on the stinger dan yang satunya lagi di last roller on the barge. Hal ini diakibatkan karena barge dan stinger bergerak sendiri-sendiri dan tidak seirama. Continue reading

March 5, 2010 Posted by | Piping/Pipeline | , , , , , , , , | 9 Comments

Above Water Tie-In

Salah satu analisa yang bisa dilakukan oleh OFFPIPE adalah davit lifting analysis. Davit lifting adalah proses pengangkatan ujung pipeline oleh davit (cable) yang ditarik dari atas barge. Biasa digunakan 3-5 davit untuk proses tersebut sampai ujung pipeline berada di atas permukaan laut, dimana davit pertama letaknya hampir di ujung pipeline lalu selanjutnya berjarak beberapa meter dari davit yang satu ke davit yang lainnya. Ketika proses pengangkatan ini maka pipeline akan melengkung membentuk kurva dan tentu saja jika tidak diperhitungkan dengan sebaik-baiknya bukan tidak mungkin lengkungan tersebut akan menghasilkan stress yang melebihi batas dan pipeline bisa mengalami kegagalan (patah). OFFPIPE mampu melakukan analisa proses davit lifting ini dan memberikan output berupa stress yang terjadi pada semua daerah pipeline, terutama pada daerah lengkungan yang terbentuk ketika pipeline diangkat ke atas.

1

Gambar 1 Ilustrasi Proses Davit Lifting (OFFPIPE Manual)

Proses davit lifting biasanya dilakukan sebagai proses penyambungan pipeline, dimana sebenarnya bisa saja dilakukan penyambungan (pengelasan) di bawah laut tapi dengan biaya yang jelas lebih mahal. Davit lifting memberikan harga yang relative lebih murah dari pada proses pengelasan bawah laut. Proses penyambungan dengan mengangkat pipeline ke atas permukaan laut bisa dikenal dengan Above Water Tie In. Penyambungan ini bisa antara pipeline dengan pipeline atau juga antara pipeline dengan riser. Tahapannya cukup sederhana, pipeline diangkat ke atas permukaan laut, lalu disambung dan diturunkan lagi ke dalam laut.

Perhatikan foto di bawah ini (Gambar 2). Dalam foto tersebut Continue reading

June 16, 2009 Posted by | Offshore, oil and gas, Piping/Pipeline | , , , , , | 8 Comments