..sedikit berbagi ilmu..

ketika ilmu begitu bermanfaat

Hostage Killed in Nigeria Delta

A hostage being held by Nigerian oil militants has been killed during a military attack, they have claimed.

The hostage was a Filipino sailor seized from the boat the MV Spirit on Thursday morning, militants said. An army spokesman has said a militant camp was “torched” in an operation, but denied claims it had bombed a village. The militants have now declared an “all-out war” on the military as gun battles continued for a third day this week in the southern swamps. “One hostage has been killed by stray bullets from the Nigerian army who attacked an area they were being held in Delta State,” a spokesman for the Movement for the Emancipation of the Niger Delta (Mend) said in a statement. The group took at least 15 people hostage from two ships in the early hours of Thursday. In response, Mend says military planes bombarded a village in Delta State, killing women and children. But the military says it “torched a militant camp” and only killed fighters. On Friday Mend also claimed to have boarded a warship, captured the crew and set the ship on fire, but navy spokesman Commodore David Nabaiba said the claim was “lies”. It was not possible to verify either side’s claims immediately, as travel to the region is restricted.

Deadline

“Mend is declaring an all-out war in the region and call upon all men of fighting age to enlist for our freedom,” spokesman Jomo Gbomo said in an e-mail to journalists. “Casualties are mostly women, children and the elderly who could not get away quickly into the bush or high sea,” he said of the alleged aerial bombardment. But army spokesman Lt Col Rabe Abubakar denied the claim. “The only operation today has been a cordon and search operation, which revealed a militant camp, which we torched,” he said. He said he could not give any figures on casualties. Mend issued a Sunday deadline for oil companies to pull out of the Niger Delta. The renewed violence between militants and the military’s Joint Task Force was expected by analysts after Mend rejected an amnesty offered by the government.

The government has still not officially said the offer is off the table. Mend is still holding British hostage Matthew Maguire who was seized from an oil services boat in September last year. His colleague Robin Hughes was freed in April. Militant groups in the Niger Delta have flourished amid a lack of governance and rule of law. They claim to be fighting to help local people benefit from the region’s oil wealth but fund their activities with oil theft, extortion and kidnapping. The Joint Task Force, charged with bringing security to the Delta, is accused of brutality and corruption.

BBCNews.

May 16, 2009 Posted by | News | , , , , | 1 Comment

Update: Port Hacourt, Nigeria

Ups..  maaf kalo postingan ini gak ada hubungannya sm pipeline hehe.. tp banyak yg minta update ttg Nigeria.. berikut saya berikan garis besarnya saja yah.. Perusahaan saya bekerja lokasinya di Nigeria tepatnya di kota Port Hacourt (PH), sekitar 1 jam perjalanan dengan pesawat dari ibu kota lama, Lagos. Keadaan PH hampir sama seperti kota-kota lainnya di Nigeria, dan mungkin sama seperti di Papua hehe panas bro..

PH adalah daerah di selatan Nigeria yang penduduknya mayoritas kristen, sehingga mencari sebuah masjid disini sangat susah sekali. Hal yang berbeda dengan Nigeria bagian utara, yang katanya lebih di dominasi oleh penduduk muslim. Keadaan keamanan di PH mungkin hampir sama dengan di Aceh, dimana disini bertebaran militan-militan yang sangat meresahkan. Militan ini awalnya terbentuk sebagai bentuk protes terhadap pemerintah Nigeria karena ketidakadilan distribusi bagi hasil pembangunan akan sumber daya minyak dan gas bumi. Maklum, PH adalah pusatnya minyak dan gas di Nigeria, tapi keadaannya jauh memprihatinkan.

PHSuasana Pagi Hari di Perempatan PH

….

Tapi semakin lama, tindakan militan ini semakin tidak terarah, bahkan sangat sulit sekali membedakan mana yang militan dan mana yang penjahat. Mereka bahkan tidak segan-segan membunuh untuk mendapatkan keinginannya. Seperti kasus yang saya dan teman-teman expat lainnya alami disini sekitar seminggu yang lalu.

Minggu lalu, tepatnya hari minggu malam jam 7.30 malam (belum terlalu larut), ketika saya selasai sholat isya’ dan mau rebahan, tiba-tiba terdengar suara tembakan dari luar hotel. Awalnya saya pikir suara tembakan di tivi karena kebetulan saya lagi nonton film action. Dan saya pikir lagi mungkin pak polisi sedang mengejar penjahat atau apalah.. Tapi suara itu kayaknya bukan dari lokasi yang jauh, tapi di lokasi hotel..!

Wow, baru kalo ini saya mendengar suara tembakan AK45 beneran hehe.. maklum gak pernah ikut perang wakakakakak.. terus saya turun ke arah lobi (kebetulan kamar saya di lantai 2). Waktu saya mengintip ke lobi perasaan saya gak enak, dan saya melihat ada 2 pegawai hotel dari arah belakang membawa pisau koki yang segede gaban (emang bisa lawan peluru?) hehe dan mereka menyarankan saya untuk masuk kamar dana saya langsung ke kamar teman saya (expat dari UK). Dan kami pun diam di dalam kamar. Listrik hotel kemudian mati.

Sekitar 45 menit, keadaan kembali hening. Lalu saya dan teman saya menuju lobi untuk menanyakan apa yang terjadi. Hehe pihak hotel bilangnya, no problem.. Emang kita anak kecil apa? Tapi karena gak ingin berdebat, kita balik ke kamar masing-masing dan tidur nyenyak.

Paginya, pas breakfast baru deh ketahuan apa yang sebenarnya terjadi. Ternyata oh ternyata, semalam hotel kami diserang oleh sekelompok militan yang kemudian menewaskan 1 orang sekuriti dan menculik salah seorang teman kami (expat dari Scotland).. wuihhh… kebetulan saat itu dia lagi di bar hotel, minum dan liat pertandingan bola kalo gak salah MU atau Chelsea deh yang main.. Untung aja kita yang lainnya gak ikutan hehe..

kaca depanGambar Bekas Tembakan di Kaca Depan Sebuah Mobil

..

kaca sampingGambar Bekas Tembakan di Kaca Samping Sebuah Mobil

..

Dan mulai hari itu, kita semua pindah ke hotel lain.. dan alhamdulillah dpt hotel yang lebih Ok.. hehe thanks to the militans wakakakaka.. Dan setalah 1 minggu kita mendapat kabar bahwa militan (baca:penculik) meminta tebusan sebesar 100 juta Naira (150 naira=1 usd), lalu turun menjadi 50 juta dan terakhir ‘hanya’ minta 1 juta Naira. Dan sampai sekarang belum ada kabarnya lagi.

Dan beberapa hari lalu juga, tersiar kabar bahawa militan (benar apa ga saya tidak tau persis), menyerang beberapa boat milik oil company di sini (please cek di BBC news).. Meskipun menurut sebagian orang disini sangat berbahaya tapi saya pikir biasa aja hehe nasib kita udah ada yang atur bung, santai aja.. Pasrah ke Allah aja hehe.. Dan untuk orang asia sperti kita ‘relatif’ lebih aman, karena targetnya biasa orang-orang Eropa.. So, kalo kerja disini jangan deket-deket sama orang bule hehehe.. Jaga jarak!

Mungkin itu dulu sekilas oleh-oleh dari negeri antah berantah ini. Maaf lama banget gak ngasih update soale baru dapat akses internet dan lelet lagi wakakakakak..

Makasih atas supportnya selama ini.

Semangat!

 

April 18, 2009 Posted by | News | , | 13 Comments