..sedikit berbagi ilmu..

ketika ilmu begitu bermanfaat

Scripting untuk membantu Dynamic Analysis di OFFPIPE

Dynamic analysis biasa dilakukan untuk mengetahui workability dari vessel kita pada saat pelaksaan instalasi pipeline. Output yang diharapkan adalah berapa maximum sea-state yang bisa di-cover sama vessel kita. Lebih simpelnya berapa ketinggian gelombang maximum yang mampu dihadapi oleh vessel kita untuk masang pipeline. Hasil ini adalah pengkerucutan dari smua kemungkinan tinggi gelombang (wave height) yang akan terjadi, juga kemungkinan periode gelombang (wave period), serta arah datangnya gelombang (wave heading). Ketiga faktor ini sangat berperan untuk menentukan sea-state criteria dari vessel kita.

Di alam ini semua penuh dengan ketidakpastian (jadi ingat kata dosen saya, pak Daniel M Rosyid hehe…).. Dan untuk mengakomodir semua ketidakpastian ini maka analisa kita harus bisa memperhitungakan semua kemungkinan yang terjadi. Kemungkinan berapa tinggi gelombang, berapa periode gelombang, dan dari mana datangnya gelombang yang mungkin akan dihadapi kelak pada saat instalasi.. Jadi, kalo saya kebiasaannya selalu menghitung semua kemungkinan itu. Selain untuk melindungi diri sendiri juga biasa si client memintanya seperti itu. Bagaimana saya melakukan dynamic analysis untuk pipeline installation? Lanjuuttt..

Saya ataupun sapa saja tidak akan pernah tau berapa tinggi gelombang yang akan terjadi, maka saya selalu meng-konsider range tinggi gelombang dalam analisa saya, misalnya dari 1m sampai 3m dengan kenaikan setiap 0.25m (jadi ada 9 variabel tinggi gelombang). Selain itu karena saya juga tidak pernah tau berapa pastinya periode gelombang yang akan terjadi, maka saya selalu meng-konsider range periode gelombang, biasanya sesuai dengan semua yang saya punya pada data RAO vessel, contoh dari 7s sampai 17s dengan kenaikan setiap 2s (jadi ada 6 variabel periode gelombang). Yang paling penting lagi gak ada yang bisa menjamin pastinya arah datangnya gelombang, jadinya saya selalu mengkonsider semua kemungkinan datangnya gelombang, biasanya sih dari 0 derajat sampai 180 derajat dengan kenaikan setiap 45 derajat (jadi ada 6 variabel tinggi gelombang). Dari semua variable itu yang bisa saya turunkan jumlahnya adalah variable tinggi gelombang. Katakanlah target saya adalah untuk bisa mendapatkan workability min 1.5m tinggi gelombang karena mungkin Metocean data menunjukkan sekitar 80% kemungkin tinggi gelombang yang terjadi adalah dibawah 1.5m… Tapi apakah kita hanya menggunakan 1 variabel saja untuk tinggi gelombang yaitu 1.5m? Ya tidak dunk, itu kan target saya, tapi saya mana tau yang akan terjadi nanti. Lah kalo terjadi 2m gimana? Kalo gak dianalisa terus tiba-tiba terjadi beneran gimana? Hehe.. masak harus abandon? Makanya itu saya tetep memakai range tapi dimulai dari 1.5m sampai 2.5 (menurut saya gelombang 2.5m sudah cukup tinggi untuk prosess instalasi, meskipun vesselnya mampu tapi kita kembali lagi ke safety, kecuali emang utk kasus-kasus tertentu yang lautnya ganas), jadinya total variable tinggi gelombangnya turun menjadi 5.

Dan kalo kita buat matriksnya dari semua variable-variabel tersebut maka saya harus menyiapkan input OFFPIPE sekitar 5 x 6 x 6 = 180 hahaha… Are you kidding me? No, I am serious dude! Continue reading

December 17, 2011 Posted by | Offshore, oil and gas, Piping/Pipeline, Tips buat Hepi | , , , , , , , | 16 Comments